Posts Tagged ‘glass’
Most Recent
 
Read More
November 17, 2014

Origami

Oleh Goenawan Muhamad

Seorang penulis sejarah yang baik tahu bahwa ia seorang penggubah origami. Ia membangun sesuatu, sebuah struktur, dari bahan-bahan yang gampang melayang. Sebab bahan penyusunan sejarah sesungguhnya bagaikan kertas: ingatan.

Ingatan tak pernah solid dan stabil; ingatan dengan mudah melayang tertiup. Seperti kertas, ketika ia menampakkan diri di depan kita, sebenarnya dalam proses berubah. Kita yang menemukannya juga berubah: dengan kepala yang tak lagi pusing atau menatapnya dengan mata yang tak lagi lelah; kertas itu sendiri sedang jadi lecek atau sumbing, lembap atau menguning.

Origami, di situ, mengandung dan mengundang perubahan. Berbeda [...]

42
 
Read More
November 17, 2014

Teeuw (1921-2012)

Pada umur 26, Andries Teeuw naik kapal pos, mengarungi laut, melintasi Terusan Suez, dan sampai di pelabuhan Sabang. Itu tahun 1947. Perjalanan yang tak menjanjikan ketenteraman.

Hanya dua tahun sebelumnya Indonesia menyatakan diri merdeka. Belanda, yang merasa dibangkang, kemudian mengirim pasukan untuk menaklukkannya kembali. Tapi Teeuw, kelahiran Gorinchem, Holland Selatan, datang sendirian, meskipun dengan dana pemerintah untuk riset di Lombok. Ia baru setahun beroleh gelar doktor dari Universitas Utrecht. Entah bagaimana seorang ilmuwan yang begitu muda melintasi ketegangan hari-hari itu.

Saya hanya pernah membaca, dari Sabang ia menulis sepucuk surat kepada [...]

43
 
Read More
November 17, 2014

Asterix

TIAP jagoan perlu ironi. Tiap kali seorang tokoh ditampilkan demikian perkasa, penting untuk ambil jarak. Jarak untuk berpikir lagi, dengan sedikit lelucon. Jarak untuk lebih arif.

Ironi membuka pintu ke kearifan itu. Ironi, kata Anatole France, adalah la gaieté de la réflexion et la joie de la sagesse. Bersama ironi kita bisa merenung kembali dengan hati ringan tentang hal ihwal yang berlebihan—dan jadi sedikit bijaksana seraya riang.

Agaknya itulah yang membuat kita, pada usia di atas 40—yang sudah menyaksikan sejumlah omong kosong di dunia—tak berhenti menyukai komik Asterix. Kita hanya sesekali menengok kembali Superman atau Batman yang kita gemari pada usia di [...]

72
 
Read More
November 17, 2014

Yudhistira

Pada tahun ke-13 masa pembuangan, di suatu hari yang terik di hutan pekat itu, Yudhistira menemukan keempat adiknya tewas. Di tepi sebuah danau tergeletak dua saudara kandungnya seibu, Bhima dan Arjuna. Lebih ke utara terdapat jenazah Nakula. Lalu ia temukan juga mayat Sadhewa. Keduanya adik yang lain: putra Pandhu dari Ibu Madrim.

Yudhistira terhenyak. Keempat saudaranya mati tanpa bekas pertempuran. Apa yang terjadi? Sementara pikirannya galau, ia dengar suara berat yang tak tampak sumbernya.

Suara itu mengatakan, keempat kesatria tersebut mati karena melanggar larangan: mereka telah diberi tahu agar tak meminum air telaga itu, tapi mereka—dengan penuh percaya diri, [...]

17
Latest Headlines
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Trending Topics
Gonjang Ganjing Tanah Papua
Kolom
Sosial Budaya
Politik
Kiriman Warga
Sorotan Khusus
Editor's Pick
Goenawan Mohamad
Engelbertus Primus Degey
Sains
Musik
Tokoh
Religion
Black Brothers
Rio Grime
MUSIK PAPUA
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Goenawan Mohamad
 
 
 
 
 
Top Five
Heat Index
 
1
Tokoh Papua Desak Polda Pulangkan Rombongan JUT dari Tanah Papua
 
2
Perbedaan Musik Etnik, Musik Rakyat dan Musik Pop diatas Tanah Papua (1)
 
3
Sitou Timou Tumou Tou Artinya Manusia Hidup Untuk Memanusiakan Orang Lain
 
4
Inilah Salah Satu Roh Kekuatan Persipura yang Ditinggalkan
 
5
Survey Sementara, Tommy Hutomo Mandala Putra Masih Tinggi di Papua Untuk DPR RI Pusat