Дървен материал от www.emsien3.com

The best bookmaker bet365

The best bookmaker bet365

Menu
RSS

In order to view this object you need Flash Player 9+ support!

Get Adobe Flash player
A+ A A-
Redaksi Swara Papua

Redaksi Swara Papua

Sharing and Community

Website URL:

Dileman Kepunahan OAP

Isu kepunahan orang Papua (genosida) sekarang sudah mulai menghangat dalam berbagai pembicaraan. Isu ini tidak hanya dibicarakan dikalangan orang Papua di sudut sudut pedalaman, tidak hanya menjadi menu harian cendekia, tetapi sesering mungkin didengunkan tokoh agama di mimbar-mimbar gereja maupun di media nasional, daerah dan media maya.

Baru-baru ini, seorang pejabat daerah yang melakukan perjalanan ke Jakarta skeptis terhadap penumpang yang bersama sama dari Cengkareng ke Biak. "Kok, yang ke Papua semua orang pendatang?" tulis Damiana Tekege di status facebooknya. Ia bingung, penumpang ini apakah penduduk Papua, atau hanya ke Papua karena urusan tertentu.

Sebutlah tokoh gereja Hengky Kegou, atau tokoh Meuwo, Agapaibo Yulius atau Frans Bida Bobii [ Humas Tigi Barat Deiyai ] Otopianus Tebai sudah mulai mengangkat "kasus" kepunahan OAP (#Orang_Asli_Papua) ke permukaan. Bahwa masalah ini bukan masalah sepeleh, tetapi sejak saat ini harus menjadi perhatian bersama-sama seluruh manusia yang tinggal di Papua, termasuk bagi yang prihatin terhadap kondisi orang Papua dan tanahnya.

Bicara soal kepunahan, berarti bicara soal jumlah manusia Papua di mana-mana. Menunjukkan kepunahan berarti, jumlah orang yang tadi ada di mana mana itu mulai berkurang, entah meninggal tabrakan, ditembak mati, mabuk mati, meninggal sakit penyakit atau karena jumlah bukan OAP bertambah disekitar situ.

Nah, jika masalah ini sudah mulai nampak di permukaan, maka apa yang harus dilakukan?

Menurut saya, orang Papua tidak perlu butuh seorang profesional yang mampu mempertahankan atau melindungi ras ini tetapi cukup membutuhkan sosok yang Gila. Orang gila yang mampu membawa masalah ini sampai ditingkat yang nyata.

Papua saat ini cukup butuh sosok gila yang mampu merumuskan sebuah aturan, katakanlah Perdasi/Perdasus agar dipatuhi oleh setiap orang yang akan mendiami di negeri ini.

Syukur kalau orang gila itu seorang Gubernur atau seseorang yang berkompoten dibidang kependudukan, lembaga adat ( Serikat Masyarakat Adat Papua ) misalnya. Lalu, ia mengambil langkah-langkah pasti untuk menekan kepunahan etnis melanesia di negerinya sendiri.

Menurut saya, ada beberapa hal yang bisa dilakukan. Pertama menekan #imigrasi, stop #KB dan atau mempertahankan istiadat kawin lebih dari satu yang sudah berlaku dalam adat orang Papua. Sekalipun nanti dilarang agama dan yang merasa di madu cintahnya.

-------------------------
STOP IMIGRAN
-------------------------

???? Hentikan imigrasi antar pulau, terutama yang ke arah Papua. Sistem KTP bisa dipesan sebelum ke Papua lewat kerabat terdekat, sehingga mungkin setiap penduduk diwajibkan miliki KTP elektrik. Atau identitas online.

???? Setiap kegiatan atau usaha yang dibangun di Papua, hanya bersifat kontrak. Jadi, tanah tidak bisa dibeli selamanya, tetapi hanya bersifat kontrak, sementara.

-------------------------------------------
STOP IKUTI PROGRAM KB
-------------------------------------------

Ibu ibu Papua dilarang mengikuti program Keluarga Berencana yang sudah lama diangkat sejak Orde Lama. Anggap saja program ini tidak cocok bagi orang Papua.

Dalam hal ini Pemerintah Provinsi dan Kabupaten mesti punya program khusus dengan lembaganya sendiri untuk menangani orang-orang Papua usia subur. Jadi orang Papua usia subur perlu mendapat kantor khusus untuk urusan khusus itu.

----------------------------------
ISTIADAT POLIGAMI
----------------------------------

Bila orang Papua merasa semakin punah, maka cukup pertahankan istiadat Poligami. Adat ini sudah ada sejak turun temurun. Seorang paitua bisa memperistri lebih dari satu dengan hanya dua alasan. Alasan pertama karena gadis itu seorang janda (ditinggalkan suami atau suaminya meninggal). Alasan kedua karena mungkin turunannya cuma anak perempuan. Sehingga alasan kedua hanya untuk cari turunan laki-laki.

Perkawinan lebih dari satu dalam istilah antropologi disebut poligami atau poliandri.

#Poligami adalah sistem perkawinan yang salah satu pihak memiliki atau mengawini beberapa lawan jenisnya dalam waktu yg bersamaan. Dalam antropologi sosial, poligami merupakan praktik pernikahan kepada lebih dari satu suami atau istri (sesuai dengan jenis kelamin orang bersangkutan).

#Poliandri adalah sistem perkawinan yang membolehkan seorang wanita mempunyai suami lebih dari satu orang dalam waktu yang bersamaan. Pernikahan kelompok (bahasa Inggris: group marriage) yaitu kombinasi poligini dan poliandri.

Orang Papua dalam adat istiadatnya tidak mengenal poliandri. Bila ada praktek poliandri, dengan mudah, masyarakat adat menyingkirkannya.

Nah, sekarang untuk melawan aturan gereja (agama) cukup orang gila tadi ajukan konsep atau rancangan aturan poligami ditingkat majelis untuk diperdasuskan. Bagaimana dengan mereka yang tidak memiliki turunan / genre laki-laki dan bagaimana dengan mereka yang kawin keluar. Apakah perlu mendapat pasal ayat khusus?

Saya tidak tahu pendapat dari John Jose, Mart Markus You, atau pater Wemby di Jayapura, tetapi bila memang kondisi demikian, maka sudah saatnya dilakukan langkah - langkah kongkrit untuk menyelamatkan identitas ras Melanesoid.

Otsus dan Alam Papua

Alam Papua masih alami. Belum terkena dampak Otsus. Itu berarti alam Papua masih asli dan belum berubah.

Berbicara soal alam berarti, kita bicara soal tanah Papua, hutan Papua, fauna dan flora serta cuaca Papua.

Tanah Papua ada wilayah pesisir, pedalaman dan pegunungan. Disebut pedalaman yaitu wilayah antara gunung dan pesisir. Topo, Dipa, Menou, Tanah Merah, Mamberamo, masuk dalam kategori ini. Sedangkan pegunungan diantaranya Wamena, Enaro, Mulia, Oksibil dll.

TEMPO hari, waktu temanku, Frans Bida Bobii ( Humas Tigi Barat ) pindah ke Badan Perencanaan Pembangunan Deiyai, ia hanya heran antara koherensi esensi pembangunan dengan kenyataan. Sesuatu yang direncanakan, tetapi butuh waktu. Gerakan inisiatif rakyat, hanya butuh sosialisasi dan sambutan rakyat.

Sambutan selalu beda. Di pegunungan, dengan cirinya, pedalaman dengan gayanya, pesisir dengan caranya. Ialah Papua, tidak pernah berubah, tetapi manusianya menuju sesuatu yang tidak pasti. Kepala kepala suku dulu bersatu karena perbedaan adat istiadat, kini mudah dipegang dengan pucuk rupiah. Bukan karena harga diri.

Ironi memang, bila sekarang, orang tidak mampu bedakan apa itu etnis, apa itu tradisional, apa itu kebiasaan, apa itu kebudayaan dan apa itu adat istiadat. Lagu etnik, orang sebut lagu tradisional. Dll

Confusius, sang juragan China, justru mempersoalkan hal ini. Kata, tertibkan ini dulu baru itu. Artinya, kalau hal kecil ini saja masih kacau, bagaimana ko mau pikir yang besar. Kemarin, komandan Jubi, Victor Mambor berkomentar di status Mr Jhon Jose, sepakat dulu dengan legislatif, bikin aturan aturan yg relevan dengan daerah. Namun mana juknisnya dan kepada lemabaga mana kita berharap.

***

Waneuwo ialah sebuah dusun kecil di kampung Diyeugi. Ia kampung baru pecahan Diyeugi. Pecah karena masalah keyakinan dan perebutan status kepala sekolah. Sesuatu yang lumlah dan sering terjadi. Termasuk ditingkat pemekaran kabupaten.

Ahok Diikat Seumur Hidup?

Siapa tidak tahu politik Jakarta. Siapapun dia yang berpotensi besar menjadi pemimpin kedepan, tetap akan diikat dengan berbagai macam cara.

Negeri ini sekalipun mengedepankan Pancasila dengan ke-bhineka-an, tetapi dalam prakteknya, sangat nampak bahwa, seorang Presiden harus dari suku tertentu dan dari agama tertentu saja.

Ahok, seorang tokoh nasionalis yang sedang tampil dengan jujur dan ceplas ceplos, diterima rakyat Jakarta, bahkan seluruh Indonesia. Tetapi sekelompok orang yang korup dan berduit membencinya. Pernyataannya terkait Al-Maida, justru dimanfaatkan untuk selanjutnya mengunci Ahok di negeri Bhineka Tunggal Ika ini.

Sebenarnya, dalam konteks pembicaraan di rekaman video, Ahok tidak pernah menyindir, menistakan agama pemilik ayat itu. Ahok sebenarnya, dalam konteks pembicaraan, sama sekali tidak menghina atau menuduh Al Maida sebagai ayat keliru, tetapi justru Ahok hendak menyampaikan bahwa orang Kristen atau Budha pun bisa memimpin dimana saja di negara yang berlandaskan Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika.

Dan, pernyataan itu bisa dimengerti oleh para pemuka pemuka agama, tetapi ada dua alasan mendasar mempengaruhi para tokoh tokoh agama di Jakarta mendemo dan berupaya menjatuhkannya.

Pertama, isu sara dimanfaatkan lawan politik untuk menjatuhkan Ahok. Kapolri saja menggelar perkara secara terbuka, sementara aturan melarang. Beberapa Kapolri sebelumnya, ketika lonceng pilkada dibunyikan, polisi tidak pernah terima pengaduhan dalam berbagai bentuk kasus yang melibatkan calon bupati ataupun calon gubernur.

Kedua, bisa saja, masalah ini dimanfaatkan oleh kalangan tertentu yang bermain secara diam diam agar presiden harus dari kalangan tertentu dan dari agama tertentu saja.

Oleh sebab itu, menurut hemat saya, Ahok sekalipun memenangkan Pilkada Jakarta, beliau akan bermalam paling kurang 20 tahun di balik jeruji.

Dimanakah Pancasila, kemana lagi perahu negeri ini akan bermuara. Cuma mereka yang tenang dan bersih-lah yang akan memegang tongkat menuju sempan sambil berdayung melewati ombak, sungai, gunung dan ngarai.

Di Tubuh Seorang Pemabuk

ALKOHOL jelas berbahaya bagi tubuh. Meski Anda bukan pecandu dan hanya peminum moderat atau peminum sosial, alkohol tetap memberikan efek buruk bagi tubuh. Inilah yang terjadi pada tubuh orang yang suka minum alkohol.

Efek buruk alkohol yang langsung terasa biasanya adalah mabuk. Tapi jauh dibalik itu, bila minuman ini terus-menerus dikonsumsi, maka kesehatan yang jadi taruhannya. Berikut beberapa efek yang terjadi pada tubuh bila Anda suka minum minuman beralkohol, seperti dilansir Boldsky, Minggu (3/2/2013):

1. Sirosis hati

Penyakit ini seperti musuh dari semua peminum alkohol. Alkohol adalah seperti racun bagi sel-sel hati yang dapat menimbulkan bekas luka jaringan hati. Akhirnya hati yang begitu rusak berhenti bekerja sama sekali. Sirosis (pengerasan hati) adalah penyakit yang berpotensi fatal.

2. Tekanan darah tinggi

Alkohol akan membuat Anda ‘high’ atau melayang. Perasaan ini berasal dari sistem saraf simpatik yang mengontrol tekanan darah Anda. Ketika Anda melakukan pesta minuman keras, sangat mungkin terjadi lonjakan tekanan darah secara tiba-tiba.

3. Kegemukan (obesitas)

Vodka, bir dan gin adalah minuman beralkohol yang cukup menggemukkan. Sebenarnya Anda bisa mendapatkan lebih banyak kalori dari alkohol ketimbang dari makanan. Kebanyakan pecandu alkohol kronis memiliki ‘perut bir’ alias buncit. Obesitas adalah awal dari banyak masalah kesehatan yang serius.

4. Penyakit pembuluh darah

Jika tekanan darah Anda tinggi, itu jelas akan memberikan tekanan pada jantung. Peminum alkohol cenderung lebih rentan dan berisiko mengalami serangan jantung. Alkohol juga membuat platelet darah menggumpal yang mengarah pada penyumbatan jantung.

5. Anemia

Ketika Anda minum alkohol, oksigen yang dibawa oleh darah akan berkurang. Ini menyebabkan anemia jenis tertentu yang membuat tubuh Anda terasa lelah dan sesak napas, bahkan saat tidak melakukan apa-apa.

6. Asam urat

Asam urat merupakan jenis radang sendi (arthritis) yang disebabkan karena akumulasi asam urat pada sendi. Jika Anda seorang peminum alkohol, asam urat akan terasa lebih menyakitkan ketimbang orang biasa.

7. Kerusakan pankreas

Alkohol dapat menyebabkan peradangan pada pankreas dan menghambat sistem pencernaan yang normal. Kondisi ini sangat susah diobat dan juga dapat menyebabkan kematian.

8. Kerusakan saraf

Alkohol juga merupakan racun pada sel-sel saraf, yang dapat menyebabkan sindrom yang disebut alcoholic neuropathy. Anda mungkin akan merasakan seperti tertusuk jarum di ujung jari tangan atau kaki, atau mati rasa di beberapa bagian tubuh. [l6]

 

Subscribe to this RSS feed

__Topik-Topik Pilihan__ Patut Dibaca;;;