Дървен материал от www.emsien3.com

The best bookmaker bet365

The best bookmaker bet365

Menu
RSS
Sejak 100 Tahun Lalu?

Sejak 100 Tahun Lalu?

PARA AHLI Alkitab me...

Warga Vanimo Suka Masakan Khas Indonesia

Warga Vanimo Suka Masakan Khas Indo…

{flike}VANIMO - Keti...

Kisah Auki (2): Misa Pertama dan Kehadiran Agama Kristen Protestan

Kisah Auki (2): Misa Pertama dan Ke…

Pada tanggal 21 Dese...

Memenuhi 5 Syarat Ini, Anda Bisa Menjadi Pemimpin

Memenuhi 5 Syarat Ini, Anda Bisa Me…

JIKA anda ingin atau...

Saatnya Buka Kran Jodoh ke Papua New Guinea

Saatnya Buka Kran Jodoh ke Papua Ne…

{flike}NABIRE - Peme...

7 Jenis Burung Cenderawasih ini Sudah Mulai Punah

7 Jenis Burung Cenderawasih ini Sud…

{flike}Burung Cendra...

Tetedemai (Kepala Batu)

Tetedemai (Kepala Batu)

Dan pada akhirnya ak...

Dialog Papua Jakarta, Butuh Mediator Netral

Dialog Papua Jakarta, Butuh Mediato…

JAKARTA - Pendeta Li...

Edo Kondologit Maju DPR RI dari Dapil 1 Papua

Edo Kondologit Maju DPR RI dari Dap…

Kepada Lenny Tristia...

Prev Next

In order to view this object you need Flash Player 9+ support!

Get Adobe Flash player
A+ A A-
Frans Kedeikoto

Frans Kedeikoto

Mengukir Karya Tuhan dengan Seni Arsitektur

Website URL:

Di Yogya, Mahasiswa Papua Diteriakin Monyet

Gabungan Polisi, Brimob, dan sejumlah Organisasi Masyarakat (Ormas) mengepung Asrama Mahasiswa Papua, Kamasan I Yogyakarta, Jumat, 15 Juli 2016, Pukul 07.00 WIB.

Mereka menendang-nendang pintu utama asrama sambil teriak-teriakin: "Woee, monyet-monyet Papua, keluarrr! Separatis Papua, Monyettt!"

Polisi melarang mobil Palang Merah Internasional yang angkut bahan makanan untuk ratusan mahasiswa Papua yang terisolasi di dalam asrama Papua sejak pagi hari. Ini membuat mahasiswa tidak makan sejak pagi hingga malam. Polisi juga tembakkan gas air mata ke dalam asrama Papua.

Tak hanya itu, Polisi dan Ormas dilaporkan menghancurkan motor milik mahasiswa yang diparkir di belakang asrama Papua.

Sementara itu, mahasiswa Papua yang tinggal di luar asrama yang ingin ikut bergabung dengan mahasiswa Papua di asrama malah ditahan dan diangkut ke Polresta Yogyakarta.

Mengapa ini dilakukan Polisi dan Ormas?

Menurut sumber seorang mahasiswa di Yogya, mereka ingin gagalkan rencana mahasiswa Papua yang ingin mengemukakan pendaptnya dimuka umum dalam bentuk demonstrasi bahwa penentuan nasif sendiri bagi rakyat Papua adalah solusi demokratis atas konflik 50 tahun lebih di Papua. Mahasiswa juga ingin mengatakan dukungan mereka kepada ULMWP, payung politik rakyat Papua, untuk menjadi anggota penuh MSG.

Di media jejaring sosial, mereka pertanyakan, apa yang salah dengan menyampaikan pendapat di muka umum dengan damai di negara yang agung-agungkan diri sebagai negara demokrasi"?  Apakah rasisme sudah mulai dikembangbiakan di Indonesia dari kota yang kita kenal sebagai kota pendidikan? Apakah kota budaya itu sudah mulai menawarkan budaya baru Indonesia, rasisme?  Mengapa polisi Indonesia membiarkan Ormas ikut mengepung asrama? Namun para mahasiswa juga yakin bahwa yakin bahwa Yogyakarta tak hanya dihuni oleh orang-orang  sesat pikir dan rasis serta anti demokrasi.



Memahami Anak Jalanan

PERKEMBANGAN sosial budaya, politik, ekonomi, teknologi, serta pertumbuhan penduduk yang cukup cepat, langsung atau tidak langsung, telah mempengaruhi tatanan nilai dan budaya  suatu bangsa. Secara material, arus pertumbuhan dan  perkembangan tersebut seolah-olah berjalan dengan mulus dan menjadi kebanggaan suatu bangsa. Kenyatanan sebenarnya telah terjadi kesenjangan yang sangat mencolok.

Subscribe to this RSS feed

__Topik-Topik Pilihan__ Patut Dibaca;;;