Дървен материал от www.emsien3.com

The best bookmaker bet365

The best bookmaker bet365

Menu
RSS
Warga Vanimo Suka Masakan Khas Indonesia

Warga Vanimo Suka Masakan Khas Indo…

{flike}VANIMO - Keti...

Kapolda: Bisa Bicara Merdeka, Asal Jangan Tembak-Tembak

Kapolda: Bisa Bicara Merdeka, Asal …

JAYAPURA - KEPALA Ke...

Hatta Umumkan Capres Setelah Pileg

Hatta Umumkan Capres Setelah Pileg

CILACAP - Ketua Umum...

Ini Pernyataan Jokowi Terkait Tragedi Enarotali

Ini Pernyataan Jokowi Terkait Trage…

Rakyat Papua sudah l...

Tetedemai (Kepala Batu)

Tetedemai (Kepala Batu)

Dan pada akhirnya ak...

Jacob Rumbiak: Kami Ingin Lepas Dengan Indonesia Secara Damai

Jacob Rumbiak: Kami Ingin Lepas Den…

MENTERI Luar Negeri ...

Franz Magnis Suseno: Kehadiran Jokowi di Tanah Papua Tidak Perlu

Franz Magnis Suseno: Kehadiran Joko…

JAKARTA - Pakar Etik...

Martha Pigome Raih Gelar Doktor Bidang Hukum

Martha Pigome Raih Gelar Doktor Bid…

NABIRE - Ada banyak ...

Kisah Auki (2): Misa Pertama dan Kehadiran Agama Kristen Protestan

Kisah Auki (2): Misa Pertama dan Ke…

Pada tanggal 21 Dese...

Rio Grime (2): Gabungan Air Mood Band dan Seniman Teater Budaya Papua

Rio Grime (2): Gabungan Air Mood Ba…

Musisi dan penyanyi ...

Prev Next

In order to view this object you need Flash Player 9+ support!

Get Adobe Flash player
A+ A A-
Ruang Adam dan Hawa

Ruang Adam dan Hawa (2)

Ternyata Facebook Penyebab Permusuhan dan Perceraian

Facebook dan situs web jaringan sosial lainnya telah merevolusi cara orang menciptakan dan memelihara hubungan. Namun, penelitian baru menunjukkan bahwa Facebook benar-benar bisa merusak hubungan penggunanya. Dilansir sejumlah situs, ternyata Facebook tidak banyak membawa dampak positif dalam hubungan pertemanan, tetapi Facebook lebih sering merusaknya, terutama dalam hubungan berkeluarga dan bermasyarakat.

Russell Clayton, seorang mahasiswa doktor di University of Missouri School of Journalism, menemukan bahwa orang yang menggunakan Facebook secara berlebihan jauh lebih mungkin untuk mengalami konflik dengan pasangan mereka, yang kemudian dapat menyebabkan hasil hubungan yang negatif termasuk perselingkuhan emosional dan fisik, perpisahan dan perceraian.

Dalam studi mereka, Clayton, bersama dengan Alexander Nagurney, seorang instruktur di University of Hawaii di Hilo, dan Jessica R. Smith, seorang mahasiswa doktor di Universitas St. Mary di San Antonio, mensurvei pengguna Facebook berusia 18 hingga 82 tahun.

Peserta diminta untuk menjelaskan seberapa sering mereka menggunakan Facebook. Para peneliti menemukan bahwa tingginya tingkat penggunaan Facebook di kalangan pasangan diprediksi mampu menciptakan konflik, yang kemudian secara signifikan dapat diprediksi berdampak negatif seperti perselingkuhan, perpisahan, dan perceraian.

“Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa semakin banyak orang yang menggunakan Facebook, semakin besar kemungkinan mereka untuk memantau aktivitas Facebook pasangan mereka dengan lebih sering, yang dapat menyebabkan perasaan cemburu, ” kata Clayton .

“Kecemburuan dapat menyebabkan adanya alasan untuk berhubungan kembali dengan mantan. Juga, penelitian kami menemukan bahwa pengguna Facebook yang  berlebihan, cenderung digunakan untuk berhubungan dengan pengguna Facebook lain, termasuk mantan, yang dapat menyebabkan perselingkuhan emosional dan fisik.” Clayton mengatakan kecenderungan ini lebih sering terlihat pada hubungan yang baru.


Read more...
Subscribe to this RSS feed