Дървен материал от www.emsien3.com

The best bookmaker bet365

The best bookmaker bet365

Menu
RSS
Rio Grime (2): Gabungan Air Mood Band dan Seniman Teater Budaya Papua

Rio Grime (2): Gabungan Air Mood Ba…

Musisi dan penyanyi ...

Vanuatu's Prime Minister Joe Natuman Support for West Papuan Independence

Vanuatu's Prime Minister Joe Natuma…

PASIFIC - Vanuatu's ...

Jokowi Berharap Suara di Lampung

Jokowi Berharap Suara di Lampung

JAKARTA - Jokowi ber...

Usai Menebas Tubuh Pigome dan Semu, Rombongan itu Menghilang

Usai Menebas Tubuh Pigome dan Semu,…

Ini kronologis kejad...

Akadoo - Akagaa, Saling Memahami!

Akadoo - Akagaa, Saling Memahami!

Dunia semakin canggi...

Romo Manuel Musallam: Jika Mesjidmu Terkena Bom, Silakan Adzan dari Gereja Kami

Romo Manuel Musallam: Jika Mesjidmu…

{flike}PALESTINA  - ...

Ini Alasan Megawati Pilih Jokowi Maju Presiden RI

Ini Alasan Megawati Pilih Jokowi Ma…

{flike}SURABAYA - Me...

Lagi, Dua Wartawan Prancis Ditangkap di Wamena

Lagi, Dua Wartawan Prancis Ditangka…

WAMENA - Kepolisian ...

Dalai Lama : Tidak Masalah Dengan Pernikahan Sejenis

Dalai Lama : Tidak Masalah Dengan P…

{flike}TIBET - Pemim...

Prev Next

In order to view this object you need Flash Player 9+ support!

Get Adobe Flash player
A+ A A-
Garden of Eden Project Research

Garden of Eden Project Research (19)

7

Kami tolak hukum adat 7 (pituwo) sebab hal itu sama saja kita melegalkan dan atau ikut mendukung perzinahan dan penyebaran HIV / AIDS di wilayah Meuwo. Hukum adat 7, lebih baik hanya berlaku bagi pasangan yang ternyata diketahui bahwa pelaku belum tahu ada hubungan Wize atau Keneka. Selain dari dua hubungan ini, harus ada efek jera yang kita sepakati bersama, bahwa hukum adat 7, harus lebih mahal dari biasanya.

Hal ini tentu akan lebih mendorong manusia Meuwo dari tindakan tindakan Mogai atau perzinahan yang memang bukan hal baru.

Zinah sendiri sudah ditolak sejak jaman Nabi Musa. Di dalam loh batu, salah satu bunyi dari 10 perintah Allah adalah tentang hal ini. Jangan berzinah. Bahkan dalam 10 printah itu masih disebutkan "jangan mengingini istri orang".

Moyang Meuwo pun sama. Sebelum agama Kristen masuk, hukum adat "Mogai Daa" sudah ada. Dan hukum ini dilegalkan oleh Minesaitawi Tatago dengan memegang ajaran Totamana sebagai fondasi hukum adat (tauratnya Meuwo) yang selalu harus dipegang dan disempurnakan.

Perilaku 7, sepanjang tidak diatur dengan baik dan tegas, tentu kita akui bahwa sampai kapanpun tidak akan ada efek jera bagi orang Meuwo dari perilaku free sex dan penyebaran virus virus mematikan lainnya. Sekaligus orang lupa hukum adat yang sejati, dan lebih menjual ade perem atau anak perem untuk cari uang dengan cara cara yang tidak diinginkan Manusia Mee sejati. Yaitu hukum adat dan Tuhan sendiri. Semoga! ????

Read more...

Okai Too Okai

Ia suka berdiri di tengah rakyat, berbicara nyambung, sederhana dan dipahami. Ia suka membantu, tidak membeda-bedakan siapapun, sekalipun lawan politik.

Tidak tau, berapa gereja dan mesjid yang ia telah bantu, dari tahun ke tahun. Sekalipun dibatasi oleh batas administrasi, batas negara ataupun batas provinsial apostolik, ia siap datang, hanya untuk mengagungkan Bapa di surga.

Okai too okai / cuma dia sendiri.

Ia adalah tokoh kasih, mengedepankan kasih, dan tokoh pengasih. "Kasihilah sesamu manusia seperti ko manja ko pu diri". Kalimat itu ia bawa bawa dalam noken. Ia praktekkan dalam hidup, bukan karna dorongan harta dan tahta, tetapi karena kasih. Ia ingin memberikan contoh sekalipun tak akan pernah diikuti.

Baginya, air yang dituang dalam gelas, harus diminum agar disiram air baru lagi. Tanda heran satu pindah ke tanda heran berikut.

Okai too okai / cuma dia sendiri.

Banyak pejabat, banyak orang kaya, jutawan yang pernah hidup dulu, sekarang dan nanti. Tetapi ia tampil unik dengan gayanya dan diatas segala kemanusiannya.

Sebenarnya, ia ingin memberikan contoh bagi yang lain. Agar jangan sayangi uang. Agar jangan sayangi kota. Jangan sayangi kemewahanmu. Tetapi mohon sayangi mereka yang sedang membutuhkan uluran tangan. Orang miskin, koteka, kolot, lumpur, badaki dan seterusnya. Sebab Yesus ada disana dan memang lahir disana 'kok.

Ia selalu ingin hadir di samping gereka-gereja, mesjid dan pesantren, perkumpulan dan perkawan. Sebab merekalah yang setiap saat mendukung anda dengan doa dan amal.

Okai too okai / cuma dia sendiri.

Masih banyak tokoh lain, yang dengan kelebihan dan talenta yang diberikan Tuhan, mendarma bhaktikan hidupnya untuk ummat dan jemmaat. Mereka tidak butuh mege / dana, pujian dan sapaan berlebihan untuk angkat angkat mereka. Mereka hanya butuh jasanya, talentanya, dapat tersalur, agar Tuhan menambahkan berkat baru bagi mereka. Kesadaran itu, bukan yang lain.

Okei too okei / cuma hanya mereka.

Dan memang banyak nabi yang pernah hidup. Dan dalam hidupnya mereka menderita. Didalam penderitaan, Tuhan memberikan ilham berkali-kali, agar manusia menjadi manusia sesungguhnya. Sebab, tidak ada yang gratis setelah dongen Adam as.

Dan memang banyak Nabi yang pernah hidup. Nabi Ayub bahkan ditelah ikan buas, tetapi selamat hanya karena percaya satu Tuhan (monotheis). Daniel di jaman Nebukadnezar dengan mimpi pohon tertinggi di dunia. Semua itu didalam penderitaan, bukan didalam peradaban yang menjadi.

Dan Nabi Isa as. Tidak sombong diri sekalipun anak ruhani Allah. Dikagumi banyak agama, bukan hanya orang Kristen. Kisahnya diterjemahkan dalam beribu ribu bahasa di dunia. Serahkan nyawaNya, disalibkan wafat dan dimakamkan. Bangkit di hari ketiga dan naik ke surga hidup hidup.

Okai too okai / cuma dia sendiri.

Read more...

Inii Kedaa Inii Kodaa

Jika anda lebih mementingkan nama baik dirimu, maka, jaga juga nama baik orang lain. Jika anda menganggap remeh nama baik orang, maka orang akan menganggap remeh anda.

Jika anda suka marah marah pada orang yang sama sekali tidak bersalah, maka anda pun akan dipersalahkan sekalipun anda tidak buat salah.

Jika anda memusuhi orang tua lain, maka, orang tuamu juga akan dimusuhi. Jika anda suka cemburu buta, maka, anda pun akan dicemburui.

SEBALIKNYA

Jika anda berpikiran positif pada orang lain, anda akan mendapat hal hal positif dalam hidup anda. Jika kita suka menyayangi dan mengasihi pada orang, maka, kitapun akan disayangi.

Jika kita suka membantu orang, maka, orang pun akan dengan senang hati membantu kita. Jika kita rajin ke gereja, maka, Tuhan pun akan melihat kita.

Jika kita setiap hari berpikir secara sehat, maka, pikiran sehatlah yang akan kita dapat. Jika setiap hari tau jaga kesehatan, maka hidup sehatlah yang akan kita rasakan.

JADI

Semuanya tergantung kita saja. Dalam hidup ini tidak ada istilah "akahatoo naimai-naimai". Hak dan kewajiban harus ada. Murid punya hak untuk dapat pelajaran, tetapi punya kewajiban untuk bayar SPP. Seorang istri berhak mendapat gaji dan tunjangan suami, tetapi, kewajiban istri terhadap anak dan suami harus ada. Jangan hanya tau menuntut hak, sementara keajibannya hanya pikir kepentingan diri sendiri.

Read more...

Akadoo - Akagaa, Saling Memahami!

Dunia semakin canggih, persaingan politik, jabatan, ekonomi semakin kencang, tetapi manusia Meuwo semakin lupa diri dengan adat istiadat yang sudah ada sejak turun temurun. Tidak hanya orang Meuwo, ternyata, dilema ini terjadi dimana-mana. Tidak disadari bahwa, pembangunan adalah iblis internasional yang datang merusak tatanan kehidupan manusia. Mereka yang tidak bersekolah, tidak bekerja, tertinggal terlibas jaman. Mereka yang sudah berpendidikan pun, ketika mendapat jabatan, balas penderitaan di bangku pendidikan dengan Korupsi, Kolusi dan nepotisme. Manusia semakin biadap, tak beradap.

Dibalik arus hidup yang semakin kencang dan tak tertahankan ini, manusia semakin lupa diri dengan jati dirinya sebagai manusia. Adat istiadat semakin punah. Meuwo didee atau Didee Mee pokee ugi wagi. Roh Tuhan yang mengalir dalam diri manusia semakin sirna, terkikis persaingan tadi. Ajaran-ajaran Touyelogia semakin tersudut, hanya terbelit dalam suara hati. Gerak raut wajah sudah tidak berperi kemanusiaan lagi, tertinggal hanya persaingan secara tidak sehat. Manusia semakin tidak memposisikan diri sebagai manusia, tetapi hanya hadir mewakili pola prilaku binatang. Siapa kuat, dia menang, siapa lemah, selamat tinggal.

Adalah istilah Touyelogia; Akado Akagaa menjadi kata kunci, bila kita mau selamatkan hidup dan kehidupan ini. Tidak ada wahyu terbaik detik ini yang akan turun dari balik jendela langit, bila manusia itu sendiri tidak menggali dan mengamalkan ajaran-ajaran adat, Touyelogia.

Secara harafiah, Akado Akagaa mengandung arti, “saling baku lihat dan baku mengerti”. Lihatlah dia disana, akan penderitaan dan kesusahannya, berikan dia jalan keluar, biar dia selamat. 

Akadoo Akagaa, lihatlah dia dan selamatkan dia adalah ajaran moyang  Meuwo agar manusia tanamkan kasih dalam diri setiap umat manusia.  Agar manusia tidak menjadi serigala bagi manusia lain. Agar manusia bisa saling menyelamatkan manusia yang lain. Agar manusia hidup diatas norma-norma keTuhanan, agar manusia hidup diatas ajaran Kitab Suci, agar manusia tidak gila oleh karena pengaruh alkohol. Apalagi karena jabatan. Tetapi agar manusia menjadi manusia yang sesungguhnya, yaitu menjadi seorang penyelamat bagi siapa saja.

Akadoo akagaa, adalah sebuah istilah yang menginginkan agar manusia tidak sombong, rakus dan menari diatas penderitaan orang lain. Ajaran ini menginginkan agar, manusia  lebih pekah terhadap apa yang sedang dialami orang lain. 

Disinilah tantangan bagi manusia. Apakah bisa menempatkan orang, menyelamatkan orang sesuai kebutuhannya. Memberikan pekerjaan kepada seseorang sesuai kemampuannya, atau tidak. Right man in right place?

Kadang menjadi rapuh dan tidak efektif, justru karena manusia tidak mampu menempatkan seseorang sesuai talenta yang diberikan padanya.  Manusia tidak memberikan seseorang pekerjaan sesuai disiplin ilmu yang pernah ditekuninya. Terkadang, orang Puskesmas diberikan jabatan dibidang pemerintahan. Bahkan ada pula dibebani pekerjaan yang berkaitan dengan ekonomi atau hukum.  Jika demikian, dimanakah falsafah Akadoo - Akagaa itu?.

Daerah Meuwo ini, sejatinya adalah Kaka kandung bagi suku-suku pedalaman Papua. Banyak guru Meuwo tersebar hingga wilayah perbatasan RI-PNG. Mereka sudah berkarya tanamkan ilmu kepada generasi Papua, dan mereka sudah berhasil dimana-mana.  Di daerah Meuwo sendiri, hancur berantakan, karena ajaran-ajaran sejati itu dikubur oleh orang Meuwo sendiri. Daerah ini sedang hancur oleh ilmu-ilmu kegelapan. Banyak tokoh-tokoh penting, tumbang hanya karena iri hati. Daerah ini, sedang jatuh, tetapi kita tidak menyadarinya. Pemekaran wilayah, perebutan jabatan, pemilihan bupati, sedang mengkotak-kotakan manusia Meuwo menuju persaingan hidup yang tidak sehat. Sikap sosial yang tinggi, tutup diri, dan bahkan program Odha Owadha sedang disalahtafsirkan. Rumah-rumah pejabat dipagar mati. Orang semakin bertanya, didalam pagar ini ada apa ya?

Para pemimpin kita sudah tidak punya program-program percontohan. Kebun pertanian percontohan, ternakan sapi percontohan, pabrik Kopi, dan lain seterusnya. Dana pembangunan, hilang diatas kertas-kertas kosong. Kepala-kepala SKPD terkait, bingun, karena tidak ditopang oleh visi dan misi yang kuat, tidak pula didukung oleh stakeholder, apalagi masyarakat pemilik hak ulayat. Uang cair, digotong dengan ban cakar, hilang ke negeri seberang. Mama-mama keringatan, setiap hari menanti kapan sayur jualannya laku. Sepanjang hari terus menanti, kapan 5000 kumal jatuh dari mobil. Besok lagi datang ke tempat itu. Tidak ada koordinasi, konsolidasi, rekonsiliasi, untuk tata ruang, biar mama-mama ini berjualan di tempat yang layak.  

Lalu kemudian, orang bertanya, kapan Akadoo Akagaa itu akan berdiri kokoh di negeri Meuwo ini? Solusinya cuma dua. Pertama, ketika seseorang terpilih menjadi bupati, maka langkah pertama yang dia lakukan adalah rekonsiliasi dengan lawan-lawan politiknya, dan yang kedua adalah membubarkan tim sukses.

Setiap kandidat bupati yang terpilih, sebelum menjalankan seluruh visi-misinya, minggu pertama wajib rekonsiliasi dengan lawan-lawan politik yang telah bertaruh dalam pemilihan bupati. Mengapa? Karena setiap kandidat yang maju bupati akan mengusung sumber daya manusia yang siap kerja. Terkadang, banyak sumber daya manusia yang siap kerja, menjadi korban politik karena tidak ada upaya-upaya rekonsiliasi. Banyak dokumen hilang, pembangunan mandeg (totaa-totaa), dan masyarakat (termasuk PNS) tidak terlayani dengan baik.

Tugas kedua yaitu membubarkan tim sukses. Banyak bupati tidak mampu jewantahkan program-programnya, karena sering diatur-atur oleh tim sukses. Bahkan tim sukses terkadang menjadi pelapor, agar bupatinya masuk penjara. Makanya, bubarkan dulu tim sukses, berikan mereka proyek-proyek besar dan segera membentuk BAPERJAKAT, agar seluruh jabatan dianalisa, dikelolah dan ditetapkan sesuai aturan yang berlaku di negara ini. Disinilah perwujudan sebenarnya dari ajaran Akadoo Akagaa. Tujuannya satu, yaitu agar publik puas.

Kedepan rakyat menginginkan agar kandidat bupati dipilih karena programnya, bukan karena banyaknya uang.

Adalah istilah Touyelogia; Akado Akagaa menjadi kata kunci, bila kita mau selamatkan hidup dan kehidupan ini. Tidak ada wahyu terbaik detik ini yang akan turun dari balik jendela langit, bila manusia itu sendiri tidak menggali dan mengamalkan ajaran-ajaran adat, Touyelogia. Secara harafiah, Akado Akagaa mengandung arti, “saling baku lihat dan baku mengerti”. Lihatlah dia disana, akan penderitaan dan kesusahannya, berikan dia jalan keluar, biar dia selamat. Akadoo Akagaa, lihatlah dia dan selamatkan dia adalah ajaran moyang Meuwo agar manusia tanamkan kasih dalam diri setiap umat manusia. Agar manusia tidak menjadi serigala bagi manusia lain. Agar manusia bisa saling menyelamatkan manusia yang lain. Agar manusia hidup diatas norma-norma keTuhanan, agar manusia hidup diatas ajaran Kitab Suci, agar manusia tidak gila oleh karena pengaruh alkohol. Apalagi karena jabatan. Tetapi agar manusia menjadi manusia yang sesungguhnya, yaitu menjadi seorang penyelamat bagi siapa saja.
Secara etimologis, kata itu muncul dari banyak sub kata seperti disebutkan diatas. "Tetedemai" artinya, kepala batu, tara bisa bertobat, tara bisa berubah, tidak mau dengar orang, pokonya kata itu mengandung arti kepala batu. Kalau orang itu kepala batu, maka, orang tua hapus huruf t didepan menjadi "Etedemai", artinya tobatkan dia, kasih pelajaran supaya dia sadar, jangan manja, hajar dia dan untuk sesuatu yang mendidik.
Istilah ini lama kelamaan akan hilang, berhubung pembukaan jalan raya keliling Papua. Ini istilah orang Mee di sekitar Mapia yang suka jalan kaki, dari kampung ke kampung. Ada istilah Ewaneetaida untuk menyebut tempat beristirahat. Jadi, sekalipun orang sudah capek jalan kaki, panjat gunung, keringat babasah, nanti orang kampung yang antar anda ke tempat tujuan akan mengatakan: "Beu, anak, jangan duduk disini, ada tempat istirahat diatas, jadi, kalau bisa, istirahat berdiri saja. Kalau mau merokok, ya, merokok sambil jalan, nanti kita istirahat di "Ewaneetaida", begitulah arahan pengantar.



Read more...

Ewanetaida (Tempat Wajib Istirahat)

Istilah ini lama kelamaan akan hilang, berhubung pembukaan jalan raya keliling Papua. Ini istilah orang Mee di sekitar Mapia yang suka jalan kaki, dari kampung ke kampung. Ada istilah Ewaneetaida untuk menyebut tempat beristirahat.

Jadi, sekalipun orang sudah capek jalan kaki, panjat gunung, keringat babasah, nanti orang kampung yang antar anda ke tempat tujuan akan mengatakan: "Beu, anak, jangan duduk disini, ada tempat istirahat diatas, jadi, kalau bisa, istirahat berdiri saja. Kalau mau merokok, ya, merokok sambil jalan, nanti kita istirahat di "Ewaneetaida", begitulah arahan pengantar.

Bikin ganas juga istilah ini, tapi itu sudah "penetapan" turun temurun. Orang berjalan kaki lewati gunung gunung terjal, dengan demikian, orang tidak bisa istirahat seenaknya disembarang tempat. Ada tempat khusus yang sudah ditentukan. Disitu, orang bisa duduk berlamaan, keluarkan keladi petatas, air, sambal, turunkan keringat. Bila badan su stabil, lanjut lagi ke "Ewanetaida" berikutnya.

Fakta bahwa, Ewaneetaida di jalan cuma satu tempat saja. Kalau kampung jauh, Ewaneetaida yang berikut pasti pondok untuk nginap. Begitupun selanjutnya.

Jadi orang biasa bilang pejalan kaki di pedalaman sangat kuat, itu benar adanya. Bukan pula berlomba jalan, tetapi target jalan dari kampung yang satu ke kampung yang lain, sudah ada dan ikuti itu. Bukan pula keharusan.

Setelah jalan darat sudah masuk, sa lihat, pejalan kaki banyak yang menderita. Jalan sudah berbatu, tidak ada pohon diatas untuk halangi matahari, mobil motor didepan dia, tarada yang berhenti angkut pejalanan kaki. Memang, pembangunan, disisi lain menguntungkan, tetapi disisi lain menghancurkan. Kecuali punya hati.

Soalnya lagi, bagi pejalan kaki, tempat Ewaneetaida itu sudah dirusak doser Exapator. Paling tidak, terima bersih debu jalan yang bisa berakibat TBC atau Bronghitiz.



 

Read more...

Tetedemai (Kepala Batu)

Dan pada akhirnya aku memilih kata TETEDEMAI untuk nama mobilku. Sebelumnya sa tawar beberapa kata kepada beberapa orang. Macam-macam. Ada yang bilang, Etedemai, Tedemai, Demai, Mai dan i miring. Semua mengandung arti dan ternyata kata Tetedemai itu multi tafsir dan kaya makna.

Adalah kata bahasa suku Mee di pedalaman/pegunungan Papua. Secara etimologis, kata itu muncul dari banyak sub kata seperti disebutkan diatas. "Tetedemai" artinya, kepala batu, tara bisa bertobat, tara bisa berubah, tidak mau dengar orang, pokonya kata itu mengandung arti kepala batu.

Kalau orang itu kepala batu, maka, orang tua hapus huruf t didepan menjadi "Etedemai", artinya tobatkan dia, kasih pelajaran supaya dia sadar, jangan manja, hajar dia dan untuk sesuatu yang mendidik.

Hapus dua huruf didepan akan menjadi "Tedemai". Artinya, bertobat, bertobatlah, sadarlah, pikirlah, berhati-hatilah dan seterusnya.

Hapus tiga huruf didepan, akan menjadi "Edemai". Mengandung arti, timbun, tutup air agar tidak bocor, ratakan tanah, pagari, menambah ilmu dan lain seterusnya.

Hapus enam huruf didepan akan menjadi "Mai". Mengandung arti "jinakkan", lembutkan, sadarkan, khusus utk yg nakal, kasar dan untuk binatang yang masih belum menyatu dengan manusia.

Sedangkan huruf i paling terakhir mengandung pengertian persetujuan, peng-iyaan atau meng-iyakan, atau meng-aminkan, menyetujui. "iino keitih".

Okei. Kata "Tetedemai" ini muncul atas pergumulan saya bersama rakyat selama enam bulan ini. Ternyata rakyat lebih percaya Pastor-Pendeta, tetapi melawan kebijakan kebijakannya juga. Apalagi nasehat dan arahan pemerintah. Taro mege dulu baro kita kerja. Rakyat ternyata terlanjur dimanja. Tidak ada inisiatif bangun kampung sendiri. Kata Mandiri sudah jauh. Mengharap dan berharap adalah keluhan utama. Tetapi bukan berarti anda pejabat tutup diri, ganti ganti no hp, atau tutup pintu rumah setiap hari. Anda harus punya cara untuk menyetir mereka (kirminologi) agar mereka semakin sadar. Anda dimakipun diam saja, nanti dia sadar sendiri. Yang penting kita di jalur yang benar. Bila salah, katakan ipanahaikai, maafkan kesalahan saya.

Kita dilatih, orang yang dimanja tidak akan banyak berkreasi, otak mati dan hanya berharap dan menunggu. Kita pernah dilatih, meminta uang caranya, bersihkan halaman rumahnya, sapu sapu dan bila perlu cuci celana kolornya. Disana kita dilatih untuk hormat orang, tanam rasa takut didepan dan dengan demikian ada kemajuan, ada rasa kepuasaan, karena kita akan mendapat hadiah atas kerja keringat kita sendiri. Makanya orang bilang uang politik dan judi lebih cepat habis dari pada gaji. Ya itu bedanya.

***

Kata Tetedemai menjadi nama mobilku agar berguna bagi sa sendiri dan juga untuk siapa saja. Supaya sa bisa bertobat dan bawa mobil dengan baik, dan juga menjadi kontrol sosial.

Awal awal andapun akan lucu dan tertawa. "Kok Tetedemai?" Ya, agar kita kembali pada tiap tiap dan saling memahami tupoksi, mampu menempatkan diri dalam perubahan dan tetap patuh pada Tuhan. "Bertobatlah", itu kata kunci Alkitab.

Mobil ini siap mengantar anda ke jalur yang sa lalui tanpa pandang asal. Tanpa bayar. Entah anda petani, pedagang, pejabat, orang sakit, kami siap 27 jam. Tapi bila sa sibuk, silakan cari mobil lain. Dan bila anda masih datang minta mau pakai mobil, anda masuk dalam kategori "TETEDEMAI". Makanya harus? "ETEDEMAI".

Read more...

Wahai Anakku Cantik

Wahai anakku cantik, laki laki jaman sekarang tidak bisa dipercaya. Kesetiaan diragukan, apalagi penyakit HIV dan AIDS. Manusia hidup normal, pasti saja ada rasa ketertarikan (berpacaran). Tetapi ingat, dibalik kegantengan itu, kita tidak tau, darah apa yang sedang mengalir dalam tubuh laki laki sana tuh. Darah O, B, AB, atau darah X.

Bapak sarankan sama anak, wahai anakku yang aku sayang. Periksa ke dokter sebelum engkau pacari dia. Sekalipun itu berat, lakukan itu dulu, demi masa depanmu. Engkau wanita hebat, pandai dan tulus. Jagalah itu semua dengan periksa di dokter. Dengan demikian agar kedepan engkau selamat.

Hindari piala bergilir, hindari gonta ganti pacar. Sebab vitamin vitamin yang dorang hambur sana sini, kitong tidak tau. Biasakan hidup dekat dengan Tuhan. Ulangi doa Salam Maria, sekalipun di kamar mandi. Doa rapalan Komauga adalah darahmu sesungguhnya. Engkau manusia hebat.

Bapak akui engkau wanita Papua yang cantik. Penuh pesona. Tubuhmu dihiasi lagu lagu Mambesak. Bibirmu diolesi lantunan Yaromba. Hatimu penuh aroma Mitha Talahatu. Tetapi hindari darahmu disusupi suntikan Penisilin menyelimuti seluruh masa depanmu.

Bapak Sayang kamu, wahai anakku cantik. Kugoreskan surat ini dari Morgo, sebelum naik ke Wadou... Kohaaaa Anatai.

***

Pagi itu, 22 November 2015 sekitar jam 7 pagi, saya sudah berada di depan halaman Papuapos Nabire. Tak sengaja mataku melotot ke arah belakang pagar. Dua sejoli muda lewat berangkulan.

Ini terbalik. Seharunya, si cowok yang merangkul ceweknya, tetapi ini justru ceweknya "gendong" pacarnya, kakaknya atau siapalah. Sa perhatikan agak lama. Ternyata, cowok itu sudah mabuk berat. Matanya sudah dilangit pagi, kaki sempoyongan, jalan tidak karuan. Cewenya sudah keringat biji jagung, kelelahan.

"Wei, pagi-pagi ko ada perhatikan apa tuh", begitu sapaan Yanex, lopper Papuapos Nabire itu.

"Itu sana tuh, tuh, coba ko lihat. Kasihan tuh perempuan. Pagi-pagi su gendong laki-laki besar", sahutku.

Dalam hatiku, sudah mulai berbicara. Memang laki-laki Papua tara tau mabuk. Minum mabuk bikin kaya budaya Papua. Biasanya, kalau minum mabuk, khusus pada acara-acara tertentu, tapi ini dijadikan sarapan setiap hari. Orang tidak sadar lagi, kejadian-kejadian yang terjadi pada saat minum. Bila sudah sadar, hendaknya sudah harus malu dan malu.



Read more...

Biar Jelek, Dia Temanmu

1). Apa yang kita buat hari ini, akan kita tuai di kemudian hari. Itu kata Injil. Kita mencelakakan orang hari ini, besok orang akan mencelakakan kita. Ilmu alam, efek timbal balik, berlaku dimana mana dibawah kolong langit. Jangan kita menganggap diri kita hebat dengan segala kekayaan dan jabatan, lalu seenaknya perintahkan orang celakai orang. Jika orang itu polos dan bersih, pasti saja ilmu hitam itu kembali ke anda, bukan ke perantara (pendoa). Dia hanya sarana dan tanggung jawab niat tidak baik itu, anda si pemohon. Jadi, tabungan dari pada segala niat tidak baik itu, semua ada antre di langit, ikut kemana saja kita pergi. Mengekor seperti sms yg terlambat masuk di hp anda.

Read more...
Subscribe to this RSS feed

__Topik-Topik Pilihan__ Patut Dibaca;;;