Дървен материал от www.emsien3.com

The best bookmaker bet365

The best bookmaker bet365

Menu
RSS
Ingin Kuliah ke Australia?

Ingin Kuliah ke Australia?

ANDA ingin kuliah ke...

Kisah Auki (4): Pentingnya Gerakan Edage Bagee

Kisah Auki (4): Pentingnya Gerakan …

Kedatangan misi dan ...

Usai Dolly Ditutup, SMS-SMS Ini Beredar

Usai Dolly Ditutup, SMS-SMS Ini Ber…

{flike}SERUI - Usai ...

Buku Yoman Dijual Diam-Diam

Buku Yoman Dijual Diam-Diam

{flike}HOLANDIA - Ho...

Koyeidaba dan Touye Kapogeiye (1)

Koyeidaba dan Touye Kapogeiye (1)

KOYEIDABAA ialah tok...

Ini Pernyataan Jokowi Terkait Tragedi Enarotali

Ini Pernyataan Jokowi Terkait Trage…

Rakyat Papua sudah l...

Kisah Auki (2): Misa Pertama dan Kehadiran Agama Kristen Protestan

Kisah Auki (2): Misa Pertama dan Ke…

Pada tanggal 21 Dese...

Rais Aam: NU Mengayomi Semua Umat

Rais Aam: NU Mengayomi Semua Umat

GARUT - Pejabat Rais...

Prev Next

In order to view this object you need Flash Player 9+ support!

Get Adobe Flash player
A+ A A-

Apakah Mahasiswa Papua di Yogya Perlu Eksodus ke Papua?

Ini pertanyaan menarik yang patut diajukan terkait perkembangan terkini kondisi psikologis mahasiswa Papua yang sedang menempuh ilmu di bumi Marioboro Yogyakarta.

Mereka selain dilarang berdemo, dilarang menyampaikan berbagai bentuk aspirasi, mahasiswa Papua juga dicemooh dengan ejekan "Monyet". Tidak hanya disitu, para mahasiswa yang tergabung dari berbagai kampus, dikurung selama tiga hari dalam asrama.

Peristiwa heboh dan tidak manusiawi di alam demokrasi saat ini, tidak mendapat simpati dari siapapun, kecuali, beberapa mama-mama Jawa disana membantu nasi bungkus dan singkong seadanya. Gubernur Papua baru ke Yogya, setelah sejumlah anggota DPRP Papua berdialog dengan Sri Sultan.

Gubernur hanya menyanggupi sembari mengatakan, peristiwa Yogya akan dilaporkan ke atasannya, Bapak Presiden Jokowi. Sementara orang Papua tahu, kasus kasus menyangkut Papua, Jokowi selelu memilih diam. Dan kasus Yogya pun, tentu tidak akan pernah ada teguran bagi Gubernur DI dan warganya.

Baik.Sekalipun kami tidak mengetahui siapa diri anda disana, kami mengundang Bapak dan ibu untuk mengikuti poling dibawah ini.

Apakah Seluruh Mahasiswa Papua di Yogyakarta Sudah Saatnya Eksodus (Pulang) ke Kampus-Kampus di Papua?
  • Votes: (0%)
  • Votes: (0%)
  • Votes: (0%)
  • Votes: (0%)
  • Votes: (0%)
  • Votes: (0%)
  • Votes: (0%)
Total Votes:
First Vote:
Last Vote:


Read more...

Percakapan Gubernur Jateng dan Gubernur Irian Jaya Beredar di Dunia Maya

PERCAKAPAN antara Gubernur Jawa Tengah dan dan Gubernur Irian Jaya di tahun 1980-an beredar di dunia maya atau di jejaring internet. Apakah benar ada pembicaraan antara kedua petinggi, belum diketahui. Namun yang jelas transkrip rekaman itu menjadi perhatian publik. Informasi ini beredar seusai penyerangan asrama mahasiswa Papua di Yogyakarta.

Pada waktu itu telepon dimeja kerja Pak Gubernur Irian Jaya berdering, sang Gubernur langsung mengangkat gagang telepon, dan terdengar sapaan dari seberang sana:

Hallo Pak Gub, apa khabar?......aku koncomu dari semarang, pak (kata Gub Jateng)

Gub Irja : O iya ... Apa khabar Mas?

Gub Jateng : baik Pak.... maaf aku mau lapor Pak, beberapa saat l anak" bapak yang kuliah di semarang, lagi ngamuk... gara" mabok, aparatku pusing,pak... ga bisa diatur.

Gub Irja : Berapa banyak,mas?

Gub Jateng : Waalah puluhan orang lho,pak......Coba bapak tolong urus mereka.

Gub Irja : baik mas...tapi aku lagi repot nich, mas.....

Gub Jateng : bapak Repot apa to?.........

Gub Irja : Aku repot ngurusin anak"mu yang ribuan orang dari Jateng ini mas, mereka trasmigrasi ketempatku,aku urus rumah", jatah hidup, lahan, sekolah, puskesmas, semua buat ribuan anak'mu mas

Gub Jateng: Terdiam........

Gub Irja : jadi mas, kamu tolong urus anak'ku yang puluhan itu seperti aku urus anak"mu yang ribuan ini dengan penuh kasih sayang.

Read more...

Di Yogya, Mahasiswa Papua Diteriakin Monyet

Gabungan Polisi, Brimob, dan sejumlah Organisasi Masyarakat (Ormas) mengepung Asrama Mahasiswa Papua, Kamasan I Yogyakarta, Jumat, 15 Juli 2016, Pukul 07.00 WIB.

Mereka menendang-nendang pintu utama asrama sambil teriak-teriakin: "Woee, monyet-monyet Papua, keluarrr! Separatis Papua, Monyettt!"

Polisi melarang mobil Palang Merah Internasional yang angkut bahan makanan untuk ratusan mahasiswa Papua yang terisolasi di dalam asrama Papua sejak pagi hari. Ini membuat mahasiswa tidak makan sejak pagi hingga malam. Polisi juga tembakkan gas air mata ke dalam asrama Papua.

Tak hanya itu, Polisi dan Ormas dilaporkan menghancurkan motor milik mahasiswa yang diparkir di belakang asrama Papua.

Sementara itu, mahasiswa Papua yang tinggal di luar asrama yang ingin ikut bergabung dengan mahasiswa Papua di asrama malah ditahan dan diangkut ke Polresta Yogyakarta.

Mengapa ini dilakukan Polisi dan Ormas?

Menurut sumber seorang mahasiswa di Yogya, mereka ingin gagalkan rencana mahasiswa Papua yang ingin mengemukakan pendaptnya dimuka umum dalam bentuk demonstrasi bahwa penentuan nasif sendiri bagi rakyat Papua adalah solusi demokratis atas konflik 50 tahun lebih di Papua. Mahasiswa juga ingin mengatakan dukungan mereka kepada ULMWP, payung politik rakyat Papua, untuk menjadi anggota penuh MSG.

Di media jejaring sosial, mereka pertanyakan, apa yang salah dengan menyampaikan pendapat di muka umum dengan damai di negara yang agung-agungkan diri sebagai negara demokrasi"?  Apakah rasisme sudah mulai dikembangbiakan di Indonesia dari kota yang kita kenal sebagai kota pendidikan? Apakah kota budaya itu sudah mulai menawarkan budaya baru Indonesia, rasisme?  Mengapa polisi Indonesia membiarkan Ormas ikut mengepung asrama? Namun para mahasiswa juga yakin bahwa yakin bahwa Yogyakarta tak hanya dihuni oleh orang-orang  sesat pikir dan rasis serta anti demokrasi.



Read more...
Subscribe to this RSS feed

__Topik-Topik Pilihan__ Patut Dibaca;;;