Дървен материал от www.emsien3.com

The best bookmaker bet365

The best bookmaker bet365

Menu
RSS
Ini Kesaksian Novela Nawipa yang Menghebohkan itu

Ini Kesaksian Novela Nawipa yang Me…

JAKARTA - Sebelumnya...

Enembe Sedang Mengikuti Polling Eksodus Mahasiswa Yogya di Media Ini

Enembe Sedang Mengikuti Polling Eks…

JAYAPURA - Polling y...

Wahai Anakku Cantik

Wahai Anakku Cantik

Wahai anakku cantik,...

Tetedemai (Kepala Batu)

Tetedemai (Kepala Batu)

Dan pada akhirnya ak...

Andy Ayamiseba Share Lagu Vince Gill Untuk Kenang Mimi Fatahan

Andy Ayamiseba Share Lagu Vince Gil…

VANUATU - Sabtu (12/...

Pupu Papa Artinya Penghembus Bercahaya?

Pupu Papa Artinya Penghembus Bercah…

ADA BEBERAPA penelit...

Mudestus Nokuwo Minta Masyarakat Kurangi ke Bomomani dan Moanemani

Mudestus Nokuwo Minta Masyarakat Ku…

Putaapa- Mudestus No...

Pahabol Hampir Menyamai Maradona dan Messi

Pahabol Hampir Menyamai Maradona da…

{flike}YOGYA - Pengu...

Warga Vanimo Suka Masakan Khas Indonesia

Warga Vanimo Suka Masakan Khas Indo…

{flike}VANIMO - Keti...

Patung Emas Bunda Maria Milik Bupati Nabire Dicuri Orang

Patung Emas Bunda Maria Milik Bupat…

PATUNG EMAS Bunda Ma...

Prev Next

In order to view this object you need Flash Player 9+ support!

Get Adobe Flash player
A+ A A-

Patung Emas Bunda Maria Milik Bupati Nabire Dicuri Orang

PATUNG EMAS Bunda Maria milik bupati Nabire, Isaias Douw dicuri maling di kediamannya rumah Negara Malompo Nabire awal bulan Juni 2016 ini. Ketiga patung Bunda Maria itu merupakan pemberian mama tercinta kepada bapak Isaias Douw.

Masing-masing patung terdiri dari 2 Kg emas dan bila dijumlahkan, semuanya 6 Kg emas telah dicuri orang.

Pihak Isaias sudah melaporkan ke polisi dan sedang dalam proses pencarian.

Menurut informasi yang beredar, tidak hanya patung emas Bunda Maria yang dicuri orang, tetapi uang senilai Rp 2 M pun dicuri orang. Siapa gerangan pencuri tersebut, hingga saat ini masih belum diketahui. Masih dalam proses penyidikan.

Yang jelas, rumah kediaman Bupati Nabire, dijaga ketat oleh satpam dan polisi pamong praja. Ada indikasi, orang dalam sendirilah yang mencuri.

Read more...

Usai Menebas Tubuh Pigome dan Semu, Rombongan itu Menghilang

Ini kronologis kejadian pemotongan badan Pigome dan Semu di Wonorejo sudut selatan kota Nabire. Awalnya, rombongan Hendrikus Semu dan teman-temannya berkumpul seperti biasa di pintu masuk SMP Negeri 2 Wonorejo. Sambil jaga-jaga linkungan, karena, seminggu sebelumnya, seorang warga disana, Yakobus Kedeikoto ditusuk-tusuk pisau oleh warga setempat.

Yakobus dikira salah satu diantara rombongan yang selama bulan April dan Mei melakukan pemotongan manusia di Dogiyai, Deiyai, Paniai dan Nabire. Setelah ditelusuri,  Yakobus ialah seorang warga Wonorejo yang telinganya tuli dan tinggal di gang Kepala Suku Mapia. Kedeikoto telinga tuli itu ditusuk berkali-kali di badan, sementara ia hanya hendak ke saudaranya jalur 4 kelurahan Wonorejo untuk bermalam.  

Nah, kembali ke kisah penebasan Pigome dan Semu, semakin malam, semakin ramai dan tidak sadar bahwa mereka sedang dipantau oleh sekelompok orang yang berniat jahat berlalu lalang disamping mereka.

Sekitar pukul setengah tiga pagi, tiba-tiba rombongan bermotor itu berhenti disamping mereka. Sontak pandangan Pigome cs berbalik ke arah mereka.

Sekilas, rombongan itu mengenakan topeng dan mengeluarkan parang panjang yang disarung dari balik mereka. Lalu, sempat mengucapkan kata-kata dalam salah satu agama.

Karena ketakutan,  teman-teman yang lain menghilang, tertinggal hanya Pigome dan Semu. Dan perlawanan pun terjadi disitu. Karena kaget dan tiba-tiba, Pigome dibacok dibagian punggung belakang dan meninggalkan luka dalam. Menurut keluaga korban, Pigome masih ditahan di Rumah sakit dan penyembuhan bisa memakan bulan. Sementara Semu bisa pulang karena mengalami sobekan ringan di bagian pergelangan tangan.

Menurut keluarga korban, selama ini, Semu dan Pigome tidak ada masalah dengan siapapun. Utang piutang pun tidak ada. Tetapi mengapa, anak mereka dipotong seperti ayam atau babi. Apakah orang Papua sama seperti binatang lalu dipotong seperti itu? Mereka juga mempertanyakan bupati Nabire, kok, periode pertama Nabire aman dan damai, tetapi memasuki periode kedua mulai kacau, ada apa gerangan? Namun mereka juga sadar bahwa mutilasi manusia awalnya bermula dari Dogiyai dan merambah ke Nabire.

Al kisah, awal April 2016, di Distrik Mapia Marat, tepatnya di kampung Abouyaga, dua orang pemuda dikejar warga karena sedang pantau-pantau rumah diwaktu malam. Pengejaran dilakukan, namun kedua pemuda itu hilang di tengah hutan. Perlu diketahui bahwa, jalan darat Moanemani – Kaimana masih belum tiba di Abouyaga – baru sampai di kampung Yerou dan jarak antara Yerou dan Abou hampir 20 Km dan harus melewati tanjangan yang terjal dan menyeberangi sungai Pogi yang deras.

Pada saat yang bersamaan pula, Karatedo Indonesia, ban hitam dari Goju Ryu As, Thomas Gobay hendak pulang dari Moanemani usai melatih anak buahnya di lapangan Moanemani. Thomas sendiri tinggal di Bomomani, Ibu Kota Distrik Mapia. Sesampai di Degeydimi (sebuah gunung antara Moanemani dan Bomomani), ia dihadang sekelompok pemuda, kali ini mereka tidak mengenakan topeng dan memegang parang panjang. Pemuda-pemuda ini sering nongol diterminal Nabire. Thomas pun kemudian lompat turun dan menendang tangan dua pemuda dan parang talempar di aspal. Keempat pemuda itupun lari menghilang ke hutan. Terakhir diketahui, pemuda-pemuda itu beroperasi di Nabire. [Maria Makdalena Manuaron]



 

Read more...

Degey: Saatnya Orang Mapia Bikin Kabupaten Sendiri

MOAEMANI-Kepala Distrik Mapia Tengah, Engelbertus P Degei, mengatakan, sudah saatnya orang Mapia bikin Kabupaten sendiri, dan tidak lagi mengganggu orang lembah Kamuu dalam berbagai perebutan jabatan dan proyek-proyek pembangunan.

“Sudah saatnya orang Mapia usul Kabupaten sendiri”, demikian ujar Degey usai menghadiri acara sosialisasi Transfer Dana pusat ke rekening kampung yang diselenggarakan di Aula Pemda Kabupaten Dogiyai, 21 April 2016.

Kata Degey, banyak alasan mengapa dirinya usul orang Mapia bikin Kabupaten sendiri. Alasan pertama, orang Mapia sudah siap di berbagai bidang. Bahkan sejak dahulu, orang Mapia sebenarnya mampu, namun orang Mapia berpikir, kalau kabupaten sendiri, nanti yang nikmati bukan orang Mapia. Orang Mapia juga berpikir, kalau ada kabupaten, nanti hutan dan tambang dibawa lari keluar. Ketakutan itulah yang membuat orang Mapia tidak mau meminta Kabupaten sendiri.

“Kalau mau, pasti sejak Daniel Butu menjadi Ketua DPRD Kabupaten Nabire, dia sudah mekarkan”, ujar Degey.

Alasan kedua, kata Degey, orang Mapia sudah siap dan bahkan sudah banyak pejabat orang Mapia yang sudah  siap menduduki jabatan eselon dua.

“Satu kabupaten biasanya ada 28 sampai dengan 33 SKPD. Pejabat Mapia yang sudah siap menduduki jabatan kepala SKPD sudah melebihi dari jumlah itu. Bahkan eselon III dan IV pun sudah banyak. Ada yang di Nabire, Jayapura, Kalimantan, Jakarta, Deiyai dan di Dogiyai sendiri. Nah sekarang tunggu apa lagi”, ujar Degey, mantan wartawan yang aktif menulis itu.

Degey juga meminta, bila Kabupaten sudah jadi, perlu dilakukan penerimaan CPNS secara besar-besaran agar bisa memenuhi kantor kantor baru dan sekaligus mengurangi angka pengangguran.  Banyak sarjana Mapia yang sedang menganggur dimana-mana. Bahkan mereka demo demo menghambat upaya pemekaran. Alasan penolakan, katanya, kabupaten baru hanya menguntungkan orang luar Mapia. Kata Degey, ini benar. Tetapi yang penting, masyarakat Mapia tinggal pilih pemimpin yang bagaimana, agar semua keinginan dan aspirasi bisa diakomodir dan diminimalisir.

Alasan lain, kata Degey, jumla penduduk orang Mapia sudah melebihi 50 puluh ribu jiwa. Belum terhitung bila Distrik Menou dan Dipa dari kabupaten Nabire bergabung ke Mapia Raya. Kabupaten Deiyai saja, ketika dimekarkan, jumlah penduduk tidak sampai 40 puluh ribu jiwa.  “Memang secara adat, tanah adat orang Mapia batas laut selatan dan utara, namun tidak mungkin Topo, Yaro dan Wanggar bergabung ke Mapia Raya. Namun yang pasti, Dipa dan Menou tetap bupati Nabire harus lepaskan, dan Kepala Distrik Niko Kegiye tidak boleh menolak”, ujar Degey sambil tersenyum.

Degey meminta, pejabat Mapia stop ganggu Kabupaten Dogiyai. Banyak pejabat orang lembah Kamuu yang sedang antre di Moanemani. Orang Mapia harus menghargai itu. Dan sekarang saatnya orang Mapia bikin kabupaten sendiri.

“Dalam dialog tanya jawab dengan narasumber dari pusat di dalam aula pun saya sudah sampaikan, bahwa di kabupaten Dogiyai perlu ada pemekaran-pemekaran, baik dari tingkat kampung, Distrik dan Kabupaten, agar prinsip keadilan dalam pembangunan, benar-benar terwujud sesuai latar belakang sub suku Meepago, dan juga keadilan dalam pembagian jabatan-jabatan”, pungkas Degey sambil naik mobil bekas tetedemai itu.

 

Read more...
Subscribe to this RSS feed

__Topik-Topik Pilihan__ Patut Dibaca;;;