Дървен материал от www.emsien3.com

The best bookmaker bet365

The best bookmaker bet365

Menu
RSS
Mengapa Kami Menggunakan Nama Taman Firdaus?

Mengapa Kami Menggunakan Nama Taman…

Oleh: Engelbertus P ...

HJT Bijmler (1890 - 1959), Antropolog dan Fotografer

HJT Bijmler (1890 - 1959), Antropol…

Dr. H.J.T. Bijlmer (...

Dibalik Keindahan Kepulauan Raja Empat yang Telah Mendunia

Dibalik Keindahan Kepulauan Raja Em…

KEPULAUAN Raja Ampat...

Prahara Kabupaten Dogiyai

Prahara Kabupaten Dogiyai

Iridescent is a vibr...

Rekaman Penetapan Auki Tekege Sebagai Tokoh Gereja Oleh Uskup Timika

Rekaman Penetapan Auki Tekege Sebag…

Bulan Oktober 2015 d...

Enembe: Pers Asing Boleh Masuk Papua

Enembe: Pers Asing Boleh Masuk Papu…

 Gubernur Provinsi P...

Ewanetaida (Tempat Wajib Istirahat)

Ewanetaida (Tempat Wajib Istirahat)

Istilah ini lama kel...

Tomas Kamoro Tolak Eksodus PSK Dolly ke Timika

Tomas Kamoro Tolak Eksodus PSK Doll…

{flike}TIMIKA - Toko...

Koyeidaba dan Touye Kapogeiye (2)

Koyeidaba dan Touye Kapogeiye (2)

Awalnya, menurut Yak...

Menengok Suasana Ramadhan di Pasifik

Menengok Suasana Ramadhan di Pasifi…

{flike}FIJI - Suasan...

Prev Next

In order to view this object you need Flash Player 9+ support!

Get Adobe Flash player
A+ A A-

Mudestus Nokuwo Minta Masyarakat Kurangi ke Bomomani dan Moanemani

Putaapa- Mudestus Nokuwo, salah seorang tokoh adat di kampung Putaapa, Distrik Mapia Tengah, Dogiyai saat pulang ibadah, Minggu (24/07/16) disaksikan media ini menegaskan, masyarakat di kampung harus kurangi rajin untuk pergi ke Bomomani, Moanemani atau pun Nabire jika tidak ada keperluan yang penting dan mendesak untuk diselesaikan.
 
Dirinya menilai, belakangan ini, terlebih setelah kampung tersebut tersentuh akses jalan raya yang bisa dilintasi oleh baik kendaraan beroda dua maupun kendaraan beroda empat, masyarakat pada umumnya mulai lupa diri dan liar dari kampung halaman.
 
“Masyarakat sekarang mulai lupa diri. Malas berkebun. Malas berternak. Tidak betah lagi di kampung. Maunya jalan kesana kemari tanpa tujuan yang jelas. Kehidupan macam apa ini? Pola hidup macam apa yang ingin diwariskan untuk generasi yang akan datang,” tegasnya.
 
Katanya, lebih-lebih para laki-laki. Kasih tinggal rumah, istri, anak-anak, pekerjaan, lalu pergi ke Bomomani, Moanemani, Nabire. Disana jalan mondar-mandir, berjubelan depan kios, hitung togel sampai lupa pulang ke kampung. Seperti orang gila. Di kampung anak istri yang repot. Pekerjaan-pekerjaan yang mestinya dikerjakan oleh seorang suami karena terpaksa sering dikerjakan oleh istri dan anak. Kasihan bagi mereka yang anaknya tergolong masih kecil.
 
“Kalau memang tidak ada kepentingan disana tinggal di kampung. Ada ternak pelihara baik. Ada kebun rawat baik. Bomomani, Moanemani, Nabire itu daerahnya mereka yang pegawai dan punya NIP. Permainan togel itu bukan permainan yang bagus. Itu bikin kita lupa diri dan bikin ketagihan untuk selalu main. Tuhan tidak inginkan kita hidup atas pokok itu. Dia ingin kita hidup atas daya upaya dan keringat kita sendiri,” tuturnya.
 
Kemudian, lanjutnya, para orang tua yang biasa pergi lihat anaknya disana. Kalau mau pergi lihat keadaan anak atau apa disana, jangan terlalu bikin lama-lama. Apalagi yang anaknya tinggal di famili. Pergi seperlunya saja kemudian kembali. Bikin apa disana? Pernah beberapa majikan disana mengeluh.
 
“Mereka berkeluh kalau orang tua dari anak yang tinggal di rumah mereka sering lama-lama, hingga dua minggu, tiga minggu. Bahkan ada yang hampir sebulan, katanya. Kuras mereka punya makan-minum saja disana. Padahal, katanya, makan-minum untuk mereka sekeluarga termasuk anak yang tinggal di mereka saja pas-pasan dan seringkali tidak berkecukupan.” bebernya.
 


Read more...

Patung Emas Bunda Maria Milik Bupati Nabire Dicuri Orang

PATUNG EMAS Bunda Maria milik bupati Nabire, Isaias Douw dicuri maling di kediamannya rumah Negara Malompo Nabire awal bulan Juni 2016 ini. Ketiga patung Bunda Maria itu merupakan pemberian mama tercinta kepada bapak Isaias Douw.

Masing-masing patung terdiri dari 2 Kg emas dan bila dijumlahkan, semuanya 6 Kg emas telah dicuri orang.

Pihak Isaias sudah melaporkan ke polisi dan sedang dalam proses pencarian.

Menurut informasi yang beredar, tidak hanya patung emas Bunda Maria yang dicuri orang, tetapi uang senilai Rp 2 M pun dicuri orang. Siapa gerangan pencuri tersebut, hingga saat ini masih belum diketahui. Masih dalam proses penyidikan.

Yang jelas, rumah kediaman Bupati Nabire, dijaga ketat oleh satpam dan polisi pamong praja. Ada indikasi, orang dalam sendirilah yang mencuri.

Read more...

Usai Menebas Tubuh Pigome dan Semu, Rombongan itu Menghilang

Ini kronologis kejadian pemotongan badan Pigome dan Semu di Wonorejo sudut selatan kota Nabire. Awalnya, rombongan Hendrikus Semu dan teman-temannya berkumpul seperti biasa di pintu masuk SMP Negeri 2 Wonorejo. Sambil jaga-jaga linkungan, karena, seminggu sebelumnya, seorang warga disana, Yakobus Kedeikoto ditusuk-tusuk pisau oleh warga setempat.

Yakobus dikira salah satu diantara rombongan yang selama bulan April dan Mei melakukan pemotongan manusia di Dogiyai, Deiyai, Paniai dan Nabire. Setelah ditelusuri,  Yakobus ialah seorang warga Wonorejo yang telinganya tuli dan tinggal di gang Kepala Suku Mapia. Kedeikoto telinga tuli itu ditusuk berkali-kali di badan, sementara ia hanya hendak ke saudaranya jalur 4 kelurahan Wonorejo untuk bermalam.  

Nah, kembali ke kisah penebasan Pigome dan Semu, semakin malam, semakin ramai dan tidak sadar bahwa mereka sedang dipantau oleh sekelompok orang yang berniat jahat berlalu lalang disamping mereka.

Sekitar pukul setengah tiga pagi, tiba-tiba rombongan bermotor itu berhenti disamping mereka. Sontak pandangan Pigome cs berbalik ke arah mereka.

Sekilas, rombongan itu mengenakan topeng dan mengeluarkan parang panjang yang disarung dari balik mereka. Lalu, sempat mengucapkan kata-kata dalam salah satu agama.

Karena ketakutan,  teman-teman yang lain menghilang, tertinggal hanya Pigome dan Semu. Dan perlawanan pun terjadi disitu. Karena kaget dan tiba-tiba, Pigome dibacok dibagian punggung belakang dan meninggalkan luka dalam. Menurut keluaga korban, Pigome masih ditahan di Rumah sakit dan penyembuhan bisa memakan bulan. Sementara Semu bisa pulang karena mengalami sobekan ringan di bagian pergelangan tangan.

Menurut keluarga korban, selama ini, Semu dan Pigome tidak ada masalah dengan siapapun. Utang piutang pun tidak ada. Tetapi mengapa, anak mereka dipotong seperti ayam atau babi. Apakah orang Papua sama seperti binatang lalu dipotong seperti itu? Mereka juga mempertanyakan bupati Nabire, kok, periode pertama Nabire aman dan damai, tetapi memasuki periode kedua mulai kacau, ada apa gerangan? Namun mereka juga sadar bahwa mutilasi manusia awalnya bermula dari Dogiyai dan merambah ke Nabire.

Al kisah, awal April 2016, di Distrik Mapia Marat, tepatnya di kampung Abouyaga, dua orang pemuda dikejar warga karena sedang pantau-pantau rumah diwaktu malam. Pengejaran dilakukan, namun kedua pemuda itu hilang di tengah hutan. Perlu diketahui bahwa, jalan darat Moanemani – Kaimana masih belum tiba di Abouyaga – baru sampai di kampung Yerou dan jarak antara Yerou dan Abou hampir 20 Km dan harus melewati tanjangan yang terjal dan menyeberangi sungai Pogi yang deras.

Pada saat yang bersamaan pula, Karatedo Indonesia, ban hitam dari Goju Ryu As, Thomas Gobay hendak pulang dari Moanemani usai melatih anak buahnya di lapangan Moanemani. Thomas sendiri tinggal di Bomomani, Ibu Kota Distrik Mapia. Sesampai di Degeydimi (sebuah gunung antara Moanemani dan Bomomani), ia dihadang sekelompok pemuda, kali ini mereka tidak mengenakan topeng dan memegang parang panjang. Pemuda-pemuda ini sering nongol diterminal Nabire. Thomas pun kemudian lompat turun dan menendang tangan dua pemuda dan parang talempar di aspal. Keempat pemuda itupun lari menghilang ke hutan. Terakhir diketahui, pemuda-pemuda itu beroperasi di Nabire. [Maria Makdalena Manuaron]



 

Read more...
Subscribe to this RSS feed

__Topik-Topik Pilihan__ Patut Dibaca;;;