Дървен материал от www.emsien3.com

The best bookmaker bet365

The best bookmaker bet365

Menu
RSS
Ewanetaida (Tempat Wajib Istirahat)

Ewanetaida (Tempat Wajib Istirahat)

Istilah ini lama kel...

Wahai Anakku Cantik

Wahai Anakku Cantik

Wahai anakku cantik,...

Koyeidaba dan Touye Kapogeiye (1)

Koyeidaba dan Touye Kapogeiye (1)

KOYEIDABAA ialah tok...

Isu-Isu Ini Beredar Usai Black Brothers Minta Suaka Politik ke Luar Negeri

Isu-Isu Ini Beredar Usai Black Brot…

SUBUH, sekitar pukul...

Paus Pecat 4 Kardinal Bank Vatikan

Paus Pecat 4 Kardinal Bank Vatikan

{flike}VATIKAN - Pau...

Ruhut: Jokowi Capres, Indonesia Tunggu Kehancuran

Ruhut: Jokowi Capres, Indonesia Tun…

JAKARTA - Juru bicar...

Heve long Nauru Palamen i gohet yet

Heve long Nauru Palamen i gohet yet

{flike}PNG - Palamen...

Wiranto: Indonesia Perlu Pemimpin Bernurani

Wiranto: Indonesia Perlu Pemimpin B…

SURABAYA, SP - Ketua...

Prev Next

In order to view this object you need Flash Player 9+ support!

Get Adobe Flash player
A+ A A-

Ilmu tentang YANG ADA

Ilmu tentang YANG ADA

Ada satu ilmu yang dicari-cari oleh ARISTOTELES pada jamannya untuk memberi nama ilmu yang mempelajari segala sesuatu yang ada. Ia bingun memberikan nama tentang ilmu yang mempelajari setelah FISIKA, ilmu yang lebih tinggi dari segala ilmu.

Dalam buku IV, Aristoteles mengatakan bahwa ada suatu ilmu yang bertugas mempelajari "yang ada" (to on hei on; "being as being" atau "being as such"). Namun, Aristoteles, bingun memberikan nama dari ilmu itu. Konsepnya sudah ada, tapi nama Yunaninya belum ada.

Oleh para ahli, dikemudian hari meyakini ilmu tersebut adalah metafisika, yaitu ilmu setelah fisika. Oleh ilmuan lain, ilmu yang dimaksud mas Aris (maksud saya Aristoteles) yaitu Theologi. Tetapi Teologi lebih khusus mempelajari tentang ke-Allaan.

Dan ternyata Metafisika pun lebih mirip dengan Ontologi, yaitu disiplin ilmu yang mempelajari khusus kategorisasi benda-benda di alam dan hubungan antara satu dan lainnya. Bahkan beberapa ilmuwan mengkhususkan metafisika sebagai ilmu tenaga dalam atau ilmu yang mempelajari segala sesuatu tentang hal-hal yang bersifat dunia gaib.

Jika demikian, apakah ilmu yang dicari-cari oleh Aristoteles tersebut adalah Touyelogi?

Touyelogi dari kata Touye dan Logis. Logis artinya ilmu dan Touye secara etimologis dari kata TOU = ada, TOTA = sudah ada, TOONA = sedang ada, TOUTA = akan ada TOUTO = selalu ada, TOUYE = paham atau aliran yang mempelajari tentang YANG ADA. Jadi, Touyelogi adalah ilmu yang mempelajari tentang segalanya YANG ADA.

Nama ilmu ini pertama kali diangkat oleh filsuf Meuwo, Manfred Mote. Sekitar 1990-an, bersama direktur Touye Mukaise Indonesia, Yakobus Wakei melakukan penelitian dan mendalami pernyataan-pernyataan Ottowgaidawi Wakei bahwa nama atau istilah Touye itu sudah pantas digunakan. Sebelumnya dilarang moyang Meuwo.

APAKAH ilmu Touyelogi inikah yang dimaksud Aristoteles "to on hei on" atau mempelajari YANG ADA? Menurut filsuf Perminedes (540-470 sm) dalam ajarannya "Jalan Kebenaran" dan "jalan pendapat" (being dan aletheia), sesuatu yang ada tetap ada, tak dapat diubahkan. Contohnya, komunis bisa mengatakan Tuhan tidak ada, tetapi menurut Perminedes, sebelum komunis mengatakan Tuhan tidak ada, ia sudah tahu dalam benaknya bahwa Tuhan itu ada sehingga kemudian komunis mengatakan Tuhan tidak ada. Kecuali hal itu belum dipikirkan dan tidak pernah dinyatakan atau dibicarakan manusia. Sehingga menurut Perminedes, YANG ADA itu kekal dan mengabadi, tak terubahkan. Itulah jalan kebenaran.

Apakah Aristoteles dan Perminedes mencari Touyelogi yaitu ilmu yang mempelajari tentang YANG ADA sejak dulu, sekarang dan mengabadi? Apa yang ada? Siapa tokoh sentral SANG ADA? Dimana jalan kebenarannya? Batasannya apa saja, dimana? Bisa didiskusikan. ????

back to top

__Topik-Topik Pilihan__ Patut Dibaca;;;