Дървен материал от www.emsien3.com

The best bookmaker bet365

The best bookmaker bet365

Menu
RSS
TNI dan OPM Diminta Stop Baku Tembak

TNI dan OPM Diminta Stop Baku Temba…

JAYAPURA - Ketua  Si...

Kangguru, Pelompat Jarak Jauh

Kangguru, Pelompat Jarak Jauh

SIAPA yang tidak tah...

Franz Magnis Suseno: Kehadiran Jokowi di Tanah Papua Tidak Perlu

Franz Magnis Suseno: Kehadiran Joko…

JAKARTA - Pakar Etik...

Jokowi Berharap Suara di Lampung

Jokowi Berharap Suara di Lampung

JAKARTA - Jokowi ber...

Koyeidaba dan Touye Kapogeiye (3/Mumai)

Koyeidaba dan Touye Kapogeiye (3/Mu…

Apakah sikap dan tin...

Ruhut: Jokowi Capres, Indonesia Tunggu Kehancuran

Ruhut: Jokowi Capres, Indonesia Tun…

JAKARTA - Juru bicar...

Ketika SBY Resmikan Patung Yesus Kristus di Mansinam

Ketika SBY Resmikan Patung Yesus Kr…

SORONG -  Ahad 24/8,...

Kinerja dan ULP di Intan Jaya Lebih Tinggi di Tanah Papua

Kinerja dan ULP di Intan Jaya Lebih…

BILOGAI – Upaya peme...

Prev Next

In order to view this object you need Flash Player 9+ support!

Get Adobe Flash player
A+ A A-

7

7

Kami tolak hukum adat 7 (pituwo) sebab hal itu sama saja kita melegalkan dan atau ikut mendukung perzinahan dan penyebaran HIV / AIDS di wilayah Meuwo. Hukum adat 7, lebih baik hanya berlaku bagi pasangan yang ternyata diketahui bahwa pelaku belum tahu ada hubungan Wize atau Keneka. Selain dari dua hubungan ini, harus ada efek jera yang kita sepakati bersama, bahwa hukum adat 7, harus lebih mahal dari biasanya.

Hal ini tentu akan lebih mendorong manusia Meuwo dari tindakan tindakan Mogai atau perzinahan yang memang bukan hal baru.

Zinah sendiri sudah ditolak sejak jaman Nabi Musa. Di dalam loh batu, salah satu bunyi dari 10 perintah Allah adalah tentang hal ini. Jangan berzinah. Bahkan dalam 10 printah itu masih disebutkan "jangan mengingini istri orang".

Moyang Meuwo pun sama. Sebelum agama Kristen masuk, hukum adat "Mogai Daa" sudah ada. Dan hukum ini dilegalkan oleh Minesaitawi Tatago dengan memegang ajaran Totamana sebagai fondasi hukum adat (tauratnya Meuwo) yang selalu harus dipegang dan disempurnakan.

Perilaku 7, sepanjang tidak diatur dengan baik dan tegas, tentu kita akui bahwa sampai kapanpun tidak akan ada efek jera bagi orang Meuwo dari perilaku free sex dan penyebaran virus virus mematikan lainnya. Sekaligus orang lupa hukum adat yang sejati, dan lebih menjual ade perem atau anak perem untuk cari uang dengan cara cara yang tidak diinginkan Manusia Mee sejati. Yaitu hukum adat dan Tuhan sendiri. Semoga! ????

"Tak ada gading yang tak retak", begitupun dengan tulisan atau berita yang kami muat di media ini. Dari waktu ke waktu kami akan lakukan penyempurnaan dan perbaikan seperlunya (kecuali opini, essai, catatan pinggir atau artikel). Oleh sebab itu, apabila mau download, mohon perhatikan tanggal akses, identitas penulis dan judul tulisan agar kompatibel dengan referensi anda. Tulisan diatas kami rapikan kembali pada hari Kamis, 08 Juni 2017 07:44

Undang-undang Nomor 12 Tahun 1997 Tentang Perubahan Undang-undang Nomor 6 Tahun 1987 Tentang Hak Cipta Sebagaimana Telah Diubah dengan Undang-undang Nomor 7 Tahun 1987. (1) Barang siapa dengan sengaja dan tanpa hak mengumumkan atau memperbanyak suatu ciptaan atau memberi ijin untuk itu, dipidana penjara paling lama 7 (tujuh) tahun dan/atau dengan paling banyak Rp. 100.000.000,- (seratus juta rupiah). (2) Barang siapa dengan sengaja menyiarkan, memamerkan, mengedarkan, atau menjual kepada umum suatu ciptaan atau barang hasil pelanggaran Hak Cipta sebagaimana dimaksud ayat (1), dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau dengan paling banyak Rp. 50.000.000,- (lima puluh juta rupiah).
back to top

__Topik-Topik Pilihan__ Patut Dibaca;;;