Дървен материал от www.emsien3.com

The best bookmaker bet365

The best bookmaker bet365

Menu
RSS
Tomas Kamoro Tolak Eksodus PSK Dolly ke Timika

Tomas Kamoro Tolak Eksodus PSK Doll…

{flike}TIMIKA - Toko...

Rio Grime (2): Gabungan Air Mood Band dan Seniman Teater Budaya Papua

Rio Grime (2): Gabungan Air Mood Ba…

Musisi dan penyanyi ...

Dalai Lama : Tidak Masalah Dengan Pernikahan Sejenis

Dalai Lama : Tidak Masalah Dengan P…

{flike}TIBET - Pemim...

Hatta Umumkan Capres Setelah Pileg

Hatta Umumkan Capres Setelah Pileg

CILACAP - Ketua Umum...

Benny Giay Kritisi Pelaksanaan KKR di Tanah Papua

Benny Giay Kritisi Pelaksanaan KKR …

JAYAPURA - Pendeta B...

Patung Emas Bunda Maria Milik Bupati Nabire Dicuri Orang

Patung Emas Bunda Maria Milik Bupat…

PATUNG EMAS Bunda Ma...

Kisah Auki (3): Sempat Diancam dan Dipenjarakan Tentara Dai Nippon

Kisah Auki (3): Sempat Diancam dan …

Tahun-tahun berikutn...

Prahara Kabupaten Dogiyai

Prahara Kabupaten Dogiyai

Iridescent is a vibr...

Warga Vanimo Suka Masakan Khas Indonesia

Warga Vanimo Suka Masakan Khas Indo…

{flike}VANIMO - Keti...

Enembe: Pers Asing Boleh Masuk Papua

Enembe: Pers Asing Boleh Masuk Papu…

 Gubernur Provinsi P...

Prev Next

In order to view this object you need Flash Player 9+ support!

Get Adobe Flash player
A+ A A-

Freeport dan Opini Nasional

Freeport dan Opini Nasional

Berbicara Freeport atau Persipura, siapa tidak tahu klakuan jakarta. Selalu saja dan ada ada saja untuk kepentingan perut segelintir orang di Jakarta.

Jakarta mau tanda tangan perpanjangan kontrak Freeport hingga 2041, Jakarta bikin sandiwara KPK versus POLRI. Akibatnya, Indonesia beralih perhatian ke Jakarta, bukan soal tanda tangan Jokowi untuk Freeport. Padahal Susilo Bambang Yudhoyono barusan keluarkan Perpu untuk turunkan kontrak Freeport hingga 2019.

Jokowi yang diharapkan bisa kelolah kekayaan alam Indonesia, justru terjebak dalam kepentingan yang sudah diatur sedemikian rupa. Freeport tetap dalam jaringan kapitalisasi internasional yang sudah dibangun sejak sebelum Papua bergabung dengan Indonesia.

Amerika sejatinya sudah takut sama Prabowo. Waktu itu, Amerika '"taro" 2500 tentara marinirnya di Darwin. Persis dibawah Merauke. Dengan hitungan: kalau Prabowo menjadi presiden dan mengusir 27 tambang yang beroperasi di Indonesia, terutama Freeport, maka, sekutu Amerika dalam 5 detik sudah ada diatas Papua. Peristiwa bisa sama seperti Kuwait versus Iraq 1992.

Rencana itu gagal, karena Jokowilah yang menjadi presiden Indonesia.

[Tidak saja di Darwin, Amerika justru datang taro Marinir di bawah pulau Jawa. Tepatnya disekitar kepulauan Hindia].

Nah apa yang terjadi dijaman Jokowi? Sampai detik ini, pemerintahan Jokowi belum sadar bagaimana mengelolah tambang sendiri. Bagaimana mengirim putra putri Indonesia keluar belajar gali tambang dan Indonesia gali sendiri dan nikmati sendiri. Belum mengikuti jejak dan pola pikir Soekarno, sekalipun Jokowi didukung partai partai yang dekat dengan filosofi founding father Indonesia.

Baru baru ini, tambang Nikel di Cilacap dijual ke Inggris. Alasannya, Indonesia butuh investor untuk membangun Indonesia. Sementara Ina tidak sadar bahwa dirinya bisa menjadi pemodal untuk membangun kekayaan alamnya sendiri.

Dengan demikian, menurut saya, peristiwa Freeport sekarang ini merupakan pembohongan publik yang dilakukan kelompok tertentu untuk mengerut porsentase yang sejatinya diberikan untuk gaji karyawan dan bantuan bantuan yang diberikan kepada LMA, LSM dan stakeholder lain ditanah Papua. Termasuk Persipura Jayapura.

Jadi dana yang selama ini dibantu Freeport dukung Persipura, akan masuk di salah satu rekening milik salah seorang pejabat di Jakarta. Itulah permainan yang sedang terjadi dan jangan berharap Freeport ditutup. Cadangan emas yang masih tersimpan di perut bumi Amungsa, masih 1000 tahun lagi.

Nah solusinya?

Agar sama sama rugi, sudah saatnya pintu tambang super mega itu ditutup dan jangan ada lagi karyawan yang tertinggal disana. Tutup satu kali untuk selamanya. Setelah itu baru, orang Amung mulai berpikir bagaimana memimpin orang Papua untuk gali dan kelolah tambang sendiri diatas tanahnya sendiri.

back to top

__Topik-Topik Pilihan__ Patut Dibaca;;;