Дървен материал от www.emsien3.com

The best bookmaker bet365

The best bookmaker bet365

Menu
RSS
Majalah Pelita Papua di Merauke Dilarang Cetak

Majalah Pelita Papua di Merauke Dil…

MERAUKE - Juli  2013...

Menteri Yembise Didemo Mama-Mama di Airport Sentani

Menteri Yembise Didemo Mama-Mama di…

SENTANI – Sejumlah m...

Biar Jelek, Dia Temanmu

Biar Jelek, Dia Temanmu

1). Apa yang kita bu...

Jimi Demianus Iji: Orang Papua Hidup Rukun Antar Agama Sejak Dulu

Jimi Demianus Iji: Orang Papua Hidu…

JAKARTA - "Kami meny...

Inikah  Hadiah Natal TNI/POLRI Bagi Rakyat Papua di Paniai?

Inikah Hadiah Natal TNI/POLRI Bagi…

TRAGEDI 8 Desember 2...

Kamil: Rakyat Jangan Berpatokan "Quik Count"

Kamil: Rakyat Jangan Berpatokan …

{flike}JAKARTA - Kom...

Ruhut: Jokowi Capres, Indonesia Tunggu Kehancuran

Ruhut: Jokowi Capres, Indonesia Tun…

JAKARTA - Juru bicar...

Enembe Sedang Mengikuti Polling Eksodus Mahasiswa Yogya di Media Ini

Enembe Sedang Mengikuti Polling Eks…

JAYAPURA - Polling y...

ARB dan Prabowo Bangun Koalisi, Lalu Siapa Capresnya?

ARB dan Prabowo Bangun Koalisi, Lal…

JAKARTA - Pertemuan ...

Fransiskus, Paus Revolusioner

Fransiskus, Paus Revolusioner

Oleh: Trias Kuncahyo...

Prev Next

In order to view this object you need Flash Player 9+ support!

Get Adobe Flash player
A+ A A-

Otsus dan Alam Papua

Otsus dan Alam Papua

Alam Papua masih alami. Belum terkena dampak Otsus. Itu berarti alam Papua masih asli dan belum berubah.

Berbicara soal alam berarti, kita bicara soal tanah Papua, hutan Papua, fauna dan flora serta cuaca Papua.

Tanah Papua ada wilayah pesisir, pedalaman dan pegunungan. Disebut pedalaman yaitu wilayah antara gunung dan pesisir. Topo, Dipa, Menou, Tanah Merah, Mamberamo, masuk dalam kategori ini. Sedangkan pegunungan diantaranya Wamena, Enaro, Mulia, Oksibil dll.

TEMPO hari, waktu temanku, Frans Bida Bobii ( Humas Tigi Barat ) pindah ke Badan Perencanaan Pembangunan Deiyai, ia hanya heran antara koherensi esensi pembangunan dengan kenyataan. Sesuatu yang direncanakan, tetapi butuh waktu. Gerakan inisiatif rakyat, hanya butuh sosialisasi dan sambutan rakyat.

Sambutan selalu beda. Di pegunungan, dengan cirinya, pedalaman dengan gayanya, pesisir dengan caranya. Ialah Papua, tidak pernah berubah, tetapi manusianya menuju sesuatu yang tidak pasti. Kepala kepala suku dulu bersatu karena perbedaan adat istiadat, kini mudah dipegang dengan pucuk rupiah. Bukan karena harga diri.

Ironi memang, bila sekarang, orang tidak mampu bedakan apa itu etnis, apa itu tradisional, apa itu kebiasaan, apa itu kebudayaan dan apa itu adat istiadat. Lagu etnik, orang sebut lagu tradisional. Dll

Confusius, sang juragan China, justru mempersoalkan hal ini. Kata, tertibkan ini dulu baru itu. Artinya, kalau hal kecil ini saja masih kacau, bagaimana ko mau pikir yang besar. Kemarin, komandan Jubi, Victor Mambor berkomentar di status Mr Jhon Jose, sepakat dulu dengan legislatif, bikin aturan aturan yg relevan dengan daerah. Namun mana juknisnya dan kepada lemabaga mana kita berharap.

***

Waneuwo ialah sebuah dusun kecil di kampung Diyeugi. Ia kampung baru pecahan Diyeugi. Pecah karena masalah keyakinan dan perebutan status kepala sekolah. Sesuatu yang lumlah dan sering terjadi. Termasuk ditingkat pemekaran kabupaten.

back to top

__Topik-Topik Pilihan__ Patut Dibaca;;;