Дървен материал от www.emsien3.com

The best bookmaker bet365

The best bookmaker bet365

Menu
RSS
Pupu Papa Artinya Penghembus Bercahaya?

Pupu Papa Artinya Penghembus Bercah…

ADA BEBERAPA penelit...

Di Tubuh Seorang Pemabuk

Di Tubuh Seorang Pemabuk

ALKOHOL jelas berbah...

Enembe Secara Tegas Menolak Pemekaran di Tanah Papua

Enembe Secara Tegas Menolak Pemekar…

HOLLANDIA – Pernyata...

Usai Menebas Tubuh Pigome dan Semu, Rombongan itu Menghilang

Usai Menebas Tubuh Pigome dan Semu,…

Ini kronologis kejad...

Enembe Sedang Mengikuti Polling Eksodus Mahasiswa Yogya di Media Ini

Enembe Sedang Mengikuti Polling Eks…

JAYAPURA - Polling y...

Isu-Isu Ini Beredar Usai Black Brothers Minta Suaka Politik ke Luar Negeri

Isu-Isu Ini Beredar Usai Black Brot…

SUBUH, sekitar pukul...

Ini Alasan Mengapa Prabowo Ingin Menjadi Presiden

Ini Alasan Mengapa Prabowo Ingin Me…

{flike}JAKARTA - Ada...

Jacob Rumbiak: Kami Ingin Lepas Dengan Indonesia Secara Damai

Jacob Rumbiak: Kami Ingin Lepas Den…

MENTERI Luar Negeri ...

7 Jenis Burung Cenderawasih ini Sudah Mulai Punah

7 Jenis Burung Cenderawasih ini Sud…

{flike}Burung Cendra...

Diisukan, Ufo Sering Muncul di Mapia - Papua

Diisukan, Ufo Sering Muncul di Mapi…

{flike}BOMOMANI - Me...

Prev Next

In order to view this object you need Flash Player 9+ support!

Get Adobe Flash player
A+ A A-

Monyet di Taman Firdaus

Monyet di Taman Firdaus

Sepekan terakhir ini diberbagai media (kecuali media televisi) memberitakan ejekan kepada mahasiswa Papua dengan julukan monyet oleh Polisi dan beberapa ormas disana. Orang Papua tidak terima cemoohan tersebut dan menganggap orang Yogya rasis dan tidak berbudaya. Berikut ini perlu saya sampaikan secara singkat hasil penelitian saya dan pandangan saya terhadap keberadaan monyet dalam hubungannya dengan orang Papua.

Bahwa, Papua adalah taman Firdaus yang pernah disebut dalam kitab genesis maupun Alquran. Papua adalah janata (surga), wa nur (negeri bercahaya/emas), atau hadiqah al haqiqah (taman kebenaran berdinding). Alkitab juga menyebut taman Eden dipagari dengan kerub yang bernyala nyala dan menyambar. Hasil penelitian saya, semua terangkum dalam tessis autodidak saya yang berjudul Mapia (Mengungkap Kasus Hilangnya Taman Firdaus).

Taman kebenaran berdinding itu berlapis. Mengapa berlapis, logikanya disini: bagi manusia 1000 hari, bagi Allah ketika mengilhami Nabi Musa, hanya 1 hari. Hari ini jadi malam, besok rumput tumbuh dan hari ketujuh terjadilah taman itu. Bagi manusia, dalam dongeng geologi, awalnya hanya Pangea, terjadi gempa bokar, terbagi dua benua bokar dan satunya dinamai godwana. Begitu terus sampai di jaman es kemarin: Papua baku lepas dengan Australi akibat es kutup cair.

Secara singkat bahwa, apabila peristiwa geologi dihubungkan dengan kisah genesis, maka proses penciptaan itu mengarah pada satu taman yang indah, penuh emas, tidak ada binatang buas, dan jelas jelas dipagari oleh para kerub.

Dari semua bukti yang saya temukan, khusus menyangkut pagar diatas, ada sekitar lima lapis. Pagar pertama dan pagar kedua berada di jantung tanah Papua. Pagar ketiga disepanjang pesisir tanah Papua. Pagar keempat terletak di Ambon Tidore dengan julukan Lineker Line. Dan pagar terakhir dikenal dengan nama Wallace Line.

Apa yang terjadi dengan pagar pagar ini? Hari ini kalau orang Yogya bawa datang seekor monyet untuk pelihara di Papua, jelas monyet itu mati ketika melewati Wallace Line. Tidak sampai tiba di Papua orang sudah buang bangkai Monyet di kupang atau di Palu.

Apalagi binatang buas lainnya seperti Kobra, Singa, Harimau, Gajah, Untah bodoh. Tuhan Allah sudah usir keluar taman Eden atau Taman Firdaus itu.

Terkait keturunan monyet. Bahwa makalah Alfred Russel Wallace ketika melakukan penelitian kupu kupu di Papua dan Halmahera, beliau tidak pernah temukan kepongpong berubah menjadi burung. Kadal berubah menjadi buaya. Menurutnya, makhluk hidup berevolusi sesuai jalurnya, jenis, rasnya, marganya, keluarganya. Tertib dan teratur. Namun sayangnya, makalah itu diplagiatkan oleh Darwin di Inggris dan dunia tertipu hingga detik ini di Yogya.

Orang Papua juga jangan seenaknya menyebut orang Jawa turunan kera atau monyet, karena jenis binatang itu banyak disana. Atau karena Pithecantropus ditemukan disana dan fosil wajahnya lebih mirip kera. Yang jelas, kalau kita cermati Genesis, sebenarnya manusia diciptakan dua kali. Manusia pertama di luar taman Eden yaitu rombongan manusia purba, dan ada manusia yang berasal dari taman Firdaus. Ada Firdaus Kenya turunkan ras Kushoid. Ada Firdaus Afsel turunkan ras Negroid, ada Firdaus Athena Yunani turunkan ras Kaukasoid, ada Firdaus Mongol turunkan Mongoloid, Firdaus Bali turunkan ras Weddoid, dan terakhir Firdaus Papua yang turunkan ras Astro Melanesoid.

Pembagian ras inilah yang menurut saya pas, karena beberapa antropolog cenderung menghilangkan ras Weddoid dan memaksa ras ini bergabung dengan ras Astro Melanesoid.

Akhir kata bahwa, oknum oknum Polisi dan ormas di Yogya bahwa orang Papua adalah monyet adalah salah besar. Orang Yogya sudah tidak istimewah lagi di mata kami. Oknum oknum itu telah mencoreng nama Jawa dan budayanya. Mereka bukan menghina orang Papua tetapi menghina diri mereka sendiri, khususnya yang melontarkan kata kata itu.



back to top

__Topik-Topik Pilihan__ Patut Dibaca;;;