Дървен материал от www.emsien3.com

The best bookmaker bet365

The best bookmaker bet365

Menu
RSS
Ingin Kuliah ke Australia?

Ingin Kuliah ke Australia?

ANDA ingin kuliah ke...

Fransiskus, Paus Revolusioner

Fransiskus, Paus Revolusioner

Oleh: Trias Kuncahyo...

Kepada Dubes Australia, Enembe Minta Pemerintah Pusat Patuhi UU Otsus

Kepada Dubes Australia, Enembe Mint…

JAYAPURA – Gubernur ...

Orang Migani Menyapa Dengan Hati

Orang Migani Menyapa Dengan Hati

Salah satu suku di t...

Buku Yoman Dijual Diam-Diam

Buku Yoman Dijual Diam-Diam

{flike}HOLANDIA - Ho...

Bupati Tabuni Gagal Membangun Intan Jaya?

Bupati Tabuni Gagal Membangun Intan…

Pada dasarnya bupati...

Lagi, Dua Wartawan Prancis Ditangkap di Wamena

Lagi, Dua Wartawan Prancis Ditangka…

WAMENA - Kepolisian ...

Dalai Lama: Rahasia Panjang Umur Ada Dalam Kepala

Dalai Lama: Rahasia Panjang Umur Ad…

{flike}IRLANDIA - Nu...

2 Pesan Penting ini Disampaikan Uskup Timika Saat Berkati Makam Auki

2 Pesan Penting ini Disampaikan Usk…

Dalam upaya mewujudk...

Rais Aam: NU Mengayomi Semua Umat

Rais Aam: NU Mengayomi Semua Umat

GARUT - Pejabat Rais...

Prev Next

In order to view this object you need Flash Player 9+ support!

Get Adobe Flash player
A+ A A-

Di Yogya, Mahasiswa Papua Diteriakin Monyet

Mahasiswa Papua dua belum bisa makan karena dikepung polisi dan beberapa Ormas. Nampak dalam gambar diatas, seorang mahasiswa Papua memimpin doa sebelum menyantap makanan yang diantar warga setempat. Sekalipun mahasiswa dikepung, namun warga tetangga asrama Mahasiswa Kamasan Papua itu mendapat makanan. (Foto Roy Koroba / Facebook) Mahasiswa Papua dua belum bisa makan karena dikepung polisi dan beberapa Ormas. Nampak dalam gambar diatas, seorang mahasiswa Papua memimpin doa sebelum menyantap makanan yang diantar warga setempat. Sekalipun mahasiswa dikepung, namun warga tetangga asrama Mahasiswa Kamasan Papua itu mendapat makanan. (Foto Roy Koroba / Facebook)

Gabungan Polisi, Brimob, dan sejumlah Organisasi Masyarakat (Ormas) mengepung Asrama Mahasiswa Papua, Kamasan I Yogyakarta, Jumat, 15 Juli 2016, Pukul 07.00 WIB.

Mereka menendang-nendang pintu utama asrama sambil teriak-teriakin: "Woee, monyet-monyet Papua, keluarrr! Separatis Papua, Monyettt!"

Polisi melarang mobil Palang Merah Internasional yang angkut bahan makanan untuk ratusan mahasiswa Papua yang terisolasi di dalam asrama Papua sejak pagi hari. Ini membuat mahasiswa tidak makan sejak pagi hingga malam. Polisi juga tembakkan gas air mata ke dalam asrama Papua.

Tak hanya itu, Polisi dan Ormas dilaporkan menghancurkan motor milik mahasiswa yang diparkir di belakang asrama Papua.

Sementara itu, mahasiswa Papua yang tinggal di luar asrama yang ingin ikut bergabung dengan mahasiswa Papua di asrama malah ditahan dan diangkut ke Polresta Yogyakarta.

Mengapa ini dilakukan Polisi dan Ormas?

Menurut sumber seorang mahasiswa di Yogya, mereka ingin gagalkan rencana mahasiswa Papua yang ingin mengemukakan pendaptnya dimuka umum dalam bentuk demonstrasi bahwa penentuan nasif sendiri bagi rakyat Papua adalah solusi demokratis atas konflik 50 tahun lebih di Papua. Mahasiswa juga ingin mengatakan dukungan mereka kepada ULMWP, payung politik rakyat Papua, untuk menjadi anggota penuh MSG.

Di media jejaring sosial, mereka pertanyakan, apa yang salah dengan menyampaikan pendapat di muka umum dengan damai di negara yang agung-agungkan diri sebagai negara demokrasi"?  Apakah rasisme sudah mulai dikembangbiakan di Indonesia dari kota yang kita kenal sebagai kota pendidikan? Apakah kota budaya itu sudah mulai menawarkan budaya baru Indonesia, rasisme?  Mengapa polisi Indonesia membiarkan Ormas ikut mengepung asrama? Namun para mahasiswa juga yakin bahwa yakin bahwa Yogyakarta tak hanya dihuni oleh orang-orang  sesat pikir dan rasis serta anti demokrasi.



back to top

__Topik-Topik Pilihan__ Patut Dibaca;;;