Дървен материал от www.emsien3.com

The best bookmaker bet365

The best bookmaker bet365

Menu
RSS
Wanimbo Akui Wartawan Prancis Ingin Kunjungi Markas OPM di Pirime

Wanimbo Akui Wartawan Prancis Ingin…

  WAMENA - Panglima...

Ruhut: Jokowi Capres, Indonesia Tunggu Kehancuran

Ruhut: Jokowi Capres, Indonesia Tun…

JAKARTA - Juru bicar...

Kamil: Rakyat Jangan Berpatokan "Quik Count"

Kamil: Rakyat Jangan Berpatokan …

{flike}JAKARTA - Kom...

Bupati Tabuni Gagal Membangun Intan Jaya?

Bupati Tabuni Gagal Membangun Intan…

Pada dasarnya bupati...

Kinerja dan ULP di Intan Jaya Lebih Tinggi di Tanah Papua

Kinerja dan ULP di Intan Jaya Lebih…

BILOGAI – Upaya peme...

Patung Emas Bunda Maria Milik Bupati Nabire Dicuri Orang

Patung Emas Bunda Maria Milik Bupat…

PATUNG EMAS Bunda Ma...

2 Pesan Penting ini Disampaikan Uskup Timika Saat Berkati Makam Auki

2 Pesan Penting ini Disampaikan Usk…

Dalam upaya mewujudk...

Rio Grime (1): Berawal dari Teater Budaya Papua di Jakarta

Rio Grime (1): Berawal dari Teater …

Tanah Papua pernah m...

Wiranto: Indonesia Perlu Pemimpin Bernurani

Wiranto: Indonesia Perlu Pemimpin B…

SURABAYA, SP - Ketua...

Ingin Kuliah ke Australia?

Ingin Kuliah ke Australia?

ANDA ingin kuliah ke...

Prev Next

In order to view this object you need Flash Player 9+ support!

Get Adobe Flash player
A+ A A-

Papua Tengah Mencekam

Papua Tengah Mencekam

Per 23 Mei 2016, beberapa kota di Papua Tengah, seperti di Abouyaga, Modio, Moanemani, Topo dan Nabire masih dihantui rasa takut, paska ada temuan potongan-potongan manusia di pinggir kali dan gunung.

Tadi malam, sekitar jam 03.00 Wit, sekelompok manusia bertopeng menebas tubuh Pc Pigome dan Hendrikus Semu di Wonorejo. Setelah menebas kedua korban dengan parang, rombongan bermotor itu menghilang. Esoknya, tadi pagi pihak keluarga melaporkan kejadian tersebut kepada polisi dan Polisi Nabire menduga ada kelompok yang memanas-manasi situasi.

Sebelumnya, ada informasi warga, bahwa, ada segerombolan pemuda, dibekali parang tajam dan senter memantau rumah-rumah warga pada malam hari. Bahkan di Topo, seorang pemuda ditangkap warga ketika sedang membuka daun seng rumah. Pemuda itu kemudian mengaku, "Kami sudah ambil uang untuk memutilasi warga Papua".

"Herannya, tak satupun media di Papua mengangkat dan mengungkap aksi tragis ini", ujar Simon Kotouki, warga Topo, awal Mei ini.

Dirinya meminta kepada pihak keamanan dan masyarakat, khususnya intelektual dan penegak HAM di tanah ini mencari tahu otak pelaku adu domba warga Papua ini.

Sejumlah pihak, termasuk LMA tanah Papua sudah semakin tidak sabar mengkritik institusi atau lembaga ataupun negara yang telah mendonasi warga Papua, khususnya generasi muda Papua untuk membunuh sesama warga Papua lain.

Trik ini pernah dipakai untuk membunuh orang Papua, khususnya pengurus LMA di tanah Papua. Kelompok itu memakai anak-anak Papua yang putus sekolah, susah uang, untuk membunuh tokoh orang Papua sendiri. Bila tidak berhasil, nyawa pemuda-pemuda itu tidak selamat.

Hingga berita ini diturunkan, tak satupun media di tanah Papua yang menurunkan informasi terkait dilema mutilasi orang Papua sedang semarak di wilayah Papua bagian tengah.(swp)



back to top

__Topik-Topik Pilihan__ Patut Dibaca;;;