Дървен материал от www.emsien3.com

The best bookmaker bet365

The best bookmaker bet365

Menu
RSS
Inikah  Hadiah Natal TNI/POLRI Bagi Rakyat Papua di Paniai?

Inikah Hadiah Natal TNI/POLRI Bagi…

TRAGEDI 8 Desember 2...

Rekaman Penetapan Auki Tekege Sebagai Tokoh Gereja Oleh Uskup Timika

Rekaman Penetapan Auki Tekege Sebag…

Bulan Oktober 2015 d...

Ini Daftar Tim Redaksi Swarapapua.com

Ini Daftar Tim Redaksi Swarapapua.c…

Sudah terlalu lama p...

Jokowi Berharap Suara di Lampung

Jokowi Berharap Suara di Lampung

JAKARTA - Jokowi ber...

Pilkada Langsung Disetujui DPR RI?

Pilkada Langsung Disetujui DPR RI?

JAKARTA - Pemilihan ...

Jokowi Diminta Tegas Soal Penembakan di Papua

Jokowi Diminta Tegas Soal Penembaka…

PESEKUTUAN Gereja-Ge...

7

7

Kami tolak hukum ada...

Ruhut: Jokowi Capres, Indonesia Tunggu Kehancuran

Ruhut: Jokowi Capres, Indonesia Tun…

JAKARTA - Juru bicar...

TNI dan OPM Diminta Stop Baku Tembak

TNI dan OPM Diminta Stop Baku Temba…

JAYAPURA - Ketua  Si...

Prev Next

In order to view this object you need Flash Player 9+ support!

Get Adobe Flash player
A+ A A-

Degey: Saatnya Orang Mapia Bikin Kabupaten Sendiri

Kepala Distrik Mapia Tengah, Engelbertus P Degey didampingi anggota DPRD Kab Dogiyai, Marcelino Tekege saat mengantar Arca Auki untuk ditetapkan menjadi Tokoh Gereja oleh Uskup Timika, 17 Oktober 2015 di Modio, ibu Kota Distrik Mapia Tengah. Kepala Distrik Mapia Tengah, Engelbertus P Degey didampingi anggota DPRD Kab Dogiyai, Marcelino Tekege saat mengantar Arca Auki untuk ditetapkan menjadi Tokoh Gereja oleh Uskup Timika, 17 Oktober 2015 di Modio, ibu Kota Distrik Mapia Tengah.

MOAEMANI-Kepala Distrik Mapia Tengah, Engelbertus P Degei, mengatakan, sudah saatnya orang Mapia bikin Kabupaten sendiri, dan tidak lagi mengganggu orang lembah Kamuu dalam berbagai perebutan jabatan dan proyek-proyek pembangunan.

“Sudah saatnya orang Mapia usul Kabupaten sendiri”, demikian ujar Degey usai menghadiri acara sosialisasi Transfer Dana pusat ke rekening kampung yang diselenggarakan di Aula Pemda Kabupaten Dogiyai, 21 April 2016.

Kata Degey, banyak alasan mengapa dirinya usul orang Mapia bikin Kabupaten sendiri. Alasan pertama, orang Mapia sudah siap di berbagai bidang. Bahkan sejak dahulu, orang Mapia sebenarnya mampu, namun orang Mapia berpikir, kalau kabupaten sendiri, nanti yang nikmati bukan orang Mapia. Orang Mapia juga berpikir, kalau ada kabupaten, nanti hutan dan tambang dibawa lari keluar. Ketakutan itulah yang membuat orang Mapia tidak mau meminta Kabupaten sendiri.

“Kalau mau, pasti sejak Daniel Butu menjadi Ketua DPRD Kabupaten Nabire, dia sudah mekarkan”, ujar Degey.

Alasan kedua, kata Degey, orang Mapia sudah siap dan bahkan sudah banyak pejabat orang Mapia yang sudah  siap menduduki jabatan eselon dua.

“Satu kabupaten biasanya ada 28 sampai dengan 33 SKPD. Pejabat Mapia yang sudah siap menduduki jabatan kepala SKPD sudah melebihi dari jumlah itu. Bahkan eselon III dan IV pun sudah banyak. Ada yang di Nabire, Jayapura, Kalimantan, Jakarta, Deiyai dan di Dogiyai sendiri. Nah sekarang tunggu apa lagi”, ujar Degey, mantan wartawan yang aktif menulis itu.

Degey juga meminta, bila Kabupaten sudah jadi, perlu dilakukan penerimaan CPNS secara besar-besaran agar bisa memenuhi kantor kantor baru dan sekaligus mengurangi angka pengangguran.  Banyak sarjana Mapia yang sedang menganggur dimana-mana. Bahkan mereka demo demo menghambat upaya pemekaran. Alasan penolakan, katanya, kabupaten baru hanya menguntungkan orang luar Mapia. Kata Degey, ini benar. Tetapi yang penting, masyarakat Mapia tinggal pilih pemimpin yang bagaimana, agar semua keinginan dan aspirasi bisa diakomodir dan diminimalisir.

Alasan lain, kata Degey, jumla penduduk orang Mapia sudah melebihi 50 puluh ribu jiwa. Belum terhitung bila Distrik Menou dan Dipa dari kabupaten Nabire bergabung ke Mapia Raya. Kabupaten Deiyai saja, ketika dimekarkan, jumlah penduduk tidak sampai 40 puluh ribu jiwa.  “Memang secara adat, tanah adat orang Mapia batas laut selatan dan utara, namun tidak mungkin Topo, Yaro dan Wanggar bergabung ke Mapia Raya. Namun yang pasti, Dipa dan Menou tetap bupati Nabire harus lepaskan, dan Kepala Distrik Niko Kegiye tidak boleh menolak”, ujar Degey sambil tersenyum.

Degey meminta, pejabat Mapia stop ganggu Kabupaten Dogiyai. Banyak pejabat orang lembah Kamuu yang sedang antre di Moanemani. Orang Mapia harus menghargai itu. Dan sekarang saatnya orang Mapia bikin kabupaten sendiri.

“Dalam dialog tanya jawab dengan narasumber dari pusat di dalam aula pun saya sudah sampaikan, bahwa di kabupaten Dogiyai perlu ada pemekaran-pemekaran, baik dari tingkat kampung, Distrik dan Kabupaten, agar prinsip keadilan dalam pembangunan, benar-benar terwujud sesuai latar belakang sub suku Meepago, dan juga keadilan dalam pembagian jabatan-jabatan”, pungkas Degey sambil naik mobil bekas tetedemai itu.

 

back to top

__Topik-Topik Pilihan__ Patut Dibaca;;;