Дървен материал от www.emsien3.com

The best bookmaker bet365

The best bookmaker bet365

Menu
RSS

In order to view this object you need Flash Player 9+ support!

Get Adobe Flash player
A+ A A-

Rio Grime (2): Gabungan Air Mood Band dan Seniman Teater Budaya Papua

Black Air Mood Band atau dikenal sebagai “Air Mood Co” muncul era 1980-an yang digawangi oleh Ian Chrys Gr. S. Gebze, Akon Merdy Bonay dan Dicky Mamoribo.  Album perdana mereka  bernama "Gaya Intermezzo". Beredar di Indonesia tahun 1983 oleh Asri Record. Black Air Mood Band atau dikenal sebagai “Air Mood Co” muncul era 1980-an yang digawangi oleh Ian Chrys Gr. S. Gebze, Akon Merdy Bonay dan Dicky Mamoribo. Album perdana mereka bernama "Gaya Intermezzo". Beredar di Indonesia tahun 1983 oleh Asri Record.

Musisi dan penyanyi Group Band Rio Grime ternyata gabungan dari Band Air Mood Jakarta dan pemain teater Budaya Papua yang sering tampil di TVRI Nasional. Di Air Mood Band ada nama-nama Dicky Mamoribo, Akon M Bonay, dan Ian Chrys Gr S Gebze.

Dicky Mamoribo tidak menceritakan secara lengkap personil lengkap dari Air Mood Band. Namun nampaklah bahwa, seluruh pemain musik dari Rio Grime berasal dari Air Mood Band. Sedangkan seluruh penyanyi dari Rio Grime sebelumnya dari pemain teater budaya Papua, pimpinan Mecky Sawaki. Diantaranya, Mechu imbiri, Agus Bonay, Willem Sawaki, Jack Demetouw, Wiem Torobi, Hengki Wanda dan masih banyak lagi yang tak disebutkan satu persatu.

Kelompok teater budaya Papua ini, kata Dicky, mereka sering tampil di opera opera budaya Papua. Film-film yang ditampilkan berdurasi pendek, dan disana ada seorang putri Papua yang sering ikut andil dalam film film kebudayaan. Dialah Mimi Wajoi. Tak luput Akon Bonay, sering-sering ikutan bermain film.

Dicky mengakui bahwa warna musik yang ditampilkan Rio Grime mengandalkan organ dan bas. Dua organis yaitu, Robby Wambraw dan Dicky Mamoribo berperan besar dalam arensemen semua musik dan lagu. Akon Bonay ikut memperkuat warna lagu yang kental dan identik dengan kepapuaan. Rupanya, pengalaman bermusik di Air Mood Band ikut memberi warna dalam modifikasi lagu-lagu Papua berirama modern.

Dikisahkan, Air Mood Band sudah berdiri sejak tahun 1983 di Jakarta. Sedangkan kelompok tari dan lagu-lagu Papua sudah hadir di Jakarta sejak tahun 1970-an.

Grup Air Mood rekaman thn 1983 dg Hits 'Gaya Intermezzo'.. Saat itu promo lwt TVRI acara Aneka Ria Safari, Tp lagu itu dlarang karena ada kata 'cocacola'. Didalamnya (dianggap iklan cocacola :)).. Mk ganti dg 'Tiket Bus Malam'.. Hasil penjualan kaset skala nasional. Air Mood dpt respond positif dr promotor.. Sejak itu, kita yakin bhw lagu2 daerah Papua jg pasti luar biasa..maka lahirlah Rio Grime”, demikian tulis abang Dicky Mamoribo dalam pesan facebook.

Kelompok musik ini menampilkan musik-musik reggae. Jenis musik ini  terdengar kental terutama pada lagu "Bapa Dusu Dusu".  Sedangkan lagu-lagu lainnya cukup funk dan pop dengan beberapa lagu selingan melodi reggae. Ada pula sound yang terdengar new wave pada lagu "Belladonna". Lagu favorit lainnya berjudul "Ticket Bis Malam" yang funk pop dengan sentuhan psychedelic pada awal lagu. Ada juga lagu "Mundar Mandir" yang reggae pop dengan petikan melodi gitar yang sangat unik dan terdengar etnik. Mungkin beberapa dari anda sempat mendengar band ini dari album era awal dari Anggun yang diiringi mereka, "Tua Tua Keladi" pada tahun 1990. Ian Gebze dan Dicky Mamoribo sekarang ini masih bermain bersama di band Abresso. Namun Akon Merdy Bonay yang telah berpulang pada tahun 2013 lalu. 

Tidak lama sejak Air Mood Band didirikan, seluruh seniman itu akhirnya berkolaborasi mendirikan sebuah group band yang terakhir diberi nama Rio Grime. Ikuti terus kisahnya.

 

back to top

__Topik-Topik Pilihan__ Patut Dibaca;;;