Дървен материал от www.emsien3.com

The best bookmaker bet365

The best bookmaker bet365

Menu
RSS
Mengapa Kami Menggunakan Nama Taman Firdaus?

Mengapa Kami Menggunakan Nama Taman…

Oleh: Engelbertus P ...

Ini Seruan Titus Pekei di Hari Noken Se-Dunia

Ini Seruan Titus Pekei di Hari Noke…

{flike}HOLANDIA - No...

Pupu Papa Artinya Penghembus Bercahaya?

Pupu Papa Artinya Penghembus Bercah…

ADA BEBERAPA penelit...

Menteri Yembise Didemo Mama-Mama di Airport Sentani

Menteri Yembise Didemo Mama-Mama di…

SENTANI – Sejumlah m...

Ada yang Membunuh Persipura?

Ada yang Membunuh Persipura?

KEKALAHAN telak Pers...

Martha Pigome Raih Gelar Doktor Bidang Hukum

Martha Pigome Raih Gelar Doktor Bid…

NABIRE - Ada banyak ...

Koyeidaba dan Touye Kapogeiye (3/Mumai)

Koyeidaba dan Touye Kapogeiye (3/Mu…

Apakah sikap dan tin...

Paus Kecam "Kebobrokan" di Vatikan

Paus Kecam "Kebobrokan" d…

{flike}Paus Fransisk...

Di Tubuh Seorang Pemabuk

Di Tubuh Seorang Pemabuk

ALKOHOL jelas berbah...

Jokowi Berharap Suara di Lampung

Jokowi Berharap Suara di Lampung

JAKARTA - Jokowi ber...

Prev Next

In order to view this object you need Flash Player 9+ support!

Get Adobe Flash player
A+ A A-

2 Pesan Penting ini Disampaikan Uskup Timika Saat Berkati Makam Auki

Uskup Keuskupan Timika, Mgr Jhon Philip Saklil, Pr. Uskup Keuskupan Timika, Mgr Jhon Philip Saklil, Pr.

Dalam upaya mewujudkan Modio sebagai tempat bersejarah dan berziarah, umat Paroki Modio merenovasi makam Auki yang terletak di bukit Gokoti. Pada saat yang bersamaan pula, umat Paroki membuat jalan salib yang melingkari kampung Modio. Sebelum memberkati dua tempat penting ini, uskup Timika, Mgr Jhon Philip Saklil, Pr memimpin misa kudus di Gereja Modio pada tanggal 27 Desember 2015 lalu.

Ketika memberikan kotbah, uskup menyampaikan dua hal pokok kepada generasi muda. Kedua hal  tersebut menjadi sangat penting bagi siapa saja sehingga uskup mengharuskan jemaatnya untuk diingat. Dan bahkan uskup mengatakan, dua pesan ini rugi bagi mereka yang tidak mendengarkannya. 

1. Jangan Merepotkan Orang Tua

Pesan pertama yang disampaikan uskup yaitu, jangan merepotkan orang tua yang telah melahirkan kita. Kalau sudah pergi sekolah, kalau sudah pergi kawen, kalau sudah dewasa, jangan kembali repotkan orang tuamu. Berusaha mandiri dan membantu ringankan beban orang tua kita.

Jangan bawa datang anak anak dipiara orang tuamu. Kalau sudah dewasa, jangan bebankan semua masalah dan keluhan kepada orang tua. Jadilah orang yang mandiri atas keringatmu sendiri. Hikmah hidup sesungguhnya ada disana. Dan kesuksesan seseorang diukur disana.

Tetapi jikalau anda masih mengandalkan dan merepotkan orang tua, maka anda belum berhasil dan perlu kita renungkan kembali.

2. Rumah Sendiri

Pesan kedua yang disampaikan bapak Uskup, yaitu, hendaknya setiap keluarga miliki rumah sendiri. Jangan lagi tampung tampung di rumah orang tua. Suatu saat bila kita meninggal, maka lebih baik meninggal di rumah sendiri. Jangan lagi bikin beban sama orang tua atau tuan kost.

Kata uskup, kalau mau bikin rumah, jangan tunggu setelah jadi pejabat. Tapi mulai sekarang, kumpul bahan satu per satu. Nanti kalau bahan sudah terkumpul, barulah dirikan dirumah. Jangan pula tunggu pemerintah, sebab, pemerintah jaman sekarang sudah tidak punya hati.


back to top

__Topik-Topik Pilihan__ Patut Dibaca;;;