Дървен материал от www.emsien3.com

The best bookmaker bet365

The best bookmaker bet365

Menu
RSS
Usai Dibebaskan, 5 Pejuang Papua Merdeka Ini Mengaku Tidak Dendam Pada Polisi Indonesia

Usai Dibebaskan, 5 Pejuang Papua Me…

{flike}JAYAPURA - Ke...

Paus Pecat 4 Kardinal Bank Vatikan

Paus Pecat 4 Kardinal Bank Vatikan

{flike}VATIKAN - Pau...

Ini Alasan Megawati Pilih Jokowi Maju Presiden RI

Ini Alasan Megawati Pilih Jokowi Ma…

{flike}SURABAYA - Me...

Ada yang Membunuh Persipura?

Ada yang Membunuh Persipura?

KEKALAHAN telak Pers...

Kisah Auki (1): Berpisah dari Tage, Menetap di Modio

Kisah Auki (1): Berpisah dari Tage,…

Auki Tekege ialah so...

H+1 Prabowo - Hatta Unggul di Papua

H+1 Prabowo - Hatta Unggul di Papua

{flike}HOLANDIA - Pa...

Usai Dolly Ditutup, SMS-SMS Ini Beredar

Usai Dolly Ditutup, SMS-SMS Ini Ber…

{flike}SERUI - Usai ...

Kisah Auki (3): Sempat Diancam dan Dipenjarakan Tentara Dai Nippon

Kisah Auki (3): Sempat Diancam dan …

Tahun-tahun berikutn...

Enembe: Pers Asing Boleh Masuk Papua

Enembe: Pers Asing Boleh Masuk Papu…

 Gubernur Provinsi P...

Prev Next

In order to view this object you need Flash Player 9+ support!

Get Adobe Flash player
A+ A A-

Ewanetaida (Tempat Wajib Istirahat)

KIMOUKAPAU - tempat ini dulu Ewaneetaida, tapi, sekarang su tidak ada karena jalan darat sudah lewat. Kipagaaooo KIMOUKAPAU - tempat ini dulu Ewaneetaida, tapi, sekarang su tidak ada karena jalan darat sudah lewat. Kipagaaooo

Istilah ini lama kelamaan akan hilang, berhubung pembukaan jalan raya keliling Papua. Ini istilah orang Mee di sekitar Mapia yang suka jalan kaki, dari kampung ke kampung. Ada istilah Ewaneetaida untuk menyebut tempat beristirahat.

Jadi, sekalipun orang sudah capek jalan kaki, panjat gunung, keringat babasah, nanti orang kampung yang antar anda ke tempat tujuan akan mengatakan: "Beu, anak, jangan duduk disini, ada tempat istirahat diatas, jadi, kalau bisa, istirahat berdiri saja. Kalau mau merokok, ya, merokok sambil jalan, nanti kita istirahat di "Ewaneetaida", begitulah arahan pengantar.

Bikin ganas juga istilah ini, tapi itu sudah "penetapan" turun temurun. Orang berjalan kaki lewati gunung gunung terjal, dengan demikian, orang tidak bisa istirahat seenaknya disembarang tempat. Ada tempat khusus yang sudah ditentukan. Disitu, orang bisa duduk berlamaan, keluarkan keladi petatas, air, sambal, turunkan keringat. Bila badan su stabil, lanjut lagi ke "Ewanetaida" berikutnya.

Fakta bahwa, Ewaneetaida di jalan cuma satu tempat saja. Kalau kampung jauh, Ewaneetaida yang berikut pasti pondok untuk nginap. Begitupun selanjutnya.

Jadi orang biasa bilang pejalan kaki di pedalaman sangat kuat, itu benar adanya. Bukan pula berlomba jalan, tetapi target jalan dari kampung yang satu ke kampung yang lain, sudah ada dan ikuti itu. Bukan pula keharusan.

Setelah jalan darat sudah masuk, sa lihat, pejalan kaki banyak yang menderita. Jalan sudah berbatu, tidak ada pohon diatas untuk halangi matahari, mobil motor didepan dia, tarada yang berhenti angkut pejalanan kaki. Memang, pembangunan, disisi lain menguntungkan, tetapi disisi lain menghancurkan. Kecuali punya hati.

Soalnya lagi, bagi pejalan kaki, tempat Ewaneetaida itu sudah dirusak doser Exapator. Paling tidak, terima bersih debu jalan yang bisa berakibat TBC atau Bronghitiz.



 

"Tak ada gading yang tak retak", begitupun dengan tulisan atau berita yang kami muat di media ini. Dari waktu ke waktu kami akan lakukan penyempurnaan dan perbaikan seperlunya (kecuali opini, essai, catatan pinggir atau artikel). Oleh sebab itu, apabila mau download, mohon perhatikan tanggal akses, identitas penulis dan judul tulisan agar kompatibel dengan referensi anda. Tulisan diatas kami rapikan kembali pada hari Minggu, 24 April 2016 10:07

Undang-undang Nomor 12 Tahun 1997 Tentang Perubahan Undang-undang Nomor 6 Tahun 1987 Tentang Hak Cipta Sebagaimana Telah Diubah dengan Undang-undang Nomor 7 Tahun 1987. (1) Barang siapa dengan sengaja dan tanpa hak mengumumkan atau memperbanyak suatu ciptaan atau memberi ijin untuk itu, dipidana penjara paling lama 7 (tujuh) tahun dan/atau dengan paling banyak Rp. 100.000.000,- (seratus juta rupiah). (2) Barang siapa dengan sengaja menyiarkan, memamerkan, mengedarkan, atau menjual kepada umum suatu ciptaan atau barang hasil pelanggaran Hak Cipta sebagaimana dimaksud ayat (1), dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau dengan paling banyak Rp. 50.000.000,- (lima puluh juta rupiah).
back to top

__Topik-Topik Pilihan__ Patut Dibaca;;;