Дървен материал от www.emsien3.com

The best bookmaker bet365

The best bookmaker bet365

Menu
RSS
Jokowi Diminta Tegas Soal Penembakan di Papua

Jokowi Diminta Tegas Soal Penembaka…

PESEKUTUAN Gereja-Ge...

Hindari Papua Makan Papua

Hindari Papua Makan Papua

1). Di Papua, sebaga...

Ada yang Membunuh Persipura?

Ada yang Membunuh Persipura?

KEKALAHAN telak Pers...

Akan Lahir Pemimpin Besar dari Lembah Hijau

Akan Lahir Pemimpin Besar dari Lemb…

{flike}MOANEMANI - P...

Ini Pesan Jan Van Eechoud, Ir Soekarno dan Pendeta Is Kijne Bagi Bangsa Papua

Ini Pesan Jan Van Eechoud, Ir Soeka…

HOLLANDIA - Gubernur...

Ketika SBY Resmikan Patung Yesus Kristus di Mansinam

Ketika SBY Resmikan Patung Yesus Kr…

SORONG -  Ahad 24/8,...

Daniel Wandagau Harapkan Penghargaan  dari Pemda Intan Jaya

Daniel Wandagau Harapkan Penghargaa…

SIANG BOLONG, Sabtu ...

Memenuhi 5 Syarat Ini, Anda Bisa Menjadi Pemimpin

Memenuhi 5 Syarat Ini, Anda Bisa Me…

JIKA anda ingin atau...

Warga Vanimo Suka Masakan Khas Indonesia

Warga Vanimo Suka Masakan Khas Indo…

{flike}VANIMO - Keti...

Wanimbo Akui Wartawan Prancis Ingin Kunjungi Markas OPM di Pirime

Wanimbo Akui Wartawan Prancis Ingin…

  WAMENA - Panglima...

Prev Next

In order to view this object you need Flash Player 9+ support!

Get Adobe Flash player
A+ A A-

Tetedemai (Kepala Batu)

Tetedemai (Kepala Batu)

Dan pada akhirnya aku memilih kata TETEDEMAI untuk nama mobilku. Sebelumnya sa tawar beberapa kata kepada beberapa orang. Macam-macam. Ada yang bilang, Etedemai, Tedemai, Demai, Mai dan i miring. Semua mengandung arti dan ternyata kata Tetedemai itu multi tafsir dan kaya makna.

Adalah kata bahasa suku Mee di pedalaman/pegunungan Papua. Secara etimologis, kata itu muncul dari banyak sub kata seperti disebutkan diatas. "Tetedemai" artinya, kepala batu, tara bisa bertobat, tara bisa berubah, tidak mau dengar orang, pokonya kata itu mengandung arti kepala batu.

Kalau orang itu kepala batu, maka, orang tua hapus huruf t didepan menjadi "Etedemai", artinya tobatkan dia, kasih pelajaran supaya dia sadar, jangan manja, hajar dia dan untuk sesuatu yang mendidik.

Hapus dua huruf didepan akan menjadi "Tedemai". Artinya, bertobat, bertobatlah, sadarlah, pikirlah, berhati-hatilah dan seterusnya.

Hapus tiga huruf didepan, akan menjadi "Edemai". Mengandung arti, timbun, tutup air agar tidak bocor, ratakan tanah, pagari, menambah ilmu dan lain seterusnya.

Hapus enam huruf didepan akan menjadi "Mai". Mengandung arti "jinakkan", lembutkan, sadarkan, khusus utk yg nakal, kasar dan untuk binatang yang masih belum menyatu dengan manusia.

Sedangkan huruf i paling terakhir mengandung pengertian persetujuan, peng-iyaan atau meng-iyakan, atau meng-aminkan, menyetujui. "iino keitih".

Okei. Kata "Tetedemai" ini muncul atas pergumulan saya bersama rakyat selama enam bulan ini. Ternyata rakyat lebih percaya Pastor-Pendeta, tetapi melawan kebijakan kebijakannya juga. Apalagi nasehat dan arahan pemerintah. Taro mege dulu baro kita kerja. Rakyat ternyata terlanjur dimanja. Tidak ada inisiatif bangun kampung sendiri. Kata Mandiri sudah jauh. Mengharap dan berharap adalah keluhan utama. Tetapi bukan berarti anda pejabat tutup diri, ganti ganti no hp, atau tutup pintu rumah setiap hari. Anda harus punya cara untuk menyetir mereka (kirminologi) agar mereka semakin sadar. Anda dimakipun diam saja, nanti dia sadar sendiri. Yang penting kita di jalur yang benar. Bila salah, katakan ipanahaikai, maafkan kesalahan saya.

Kita dilatih, orang yang dimanja tidak akan banyak berkreasi, otak mati dan hanya berharap dan menunggu. Kita pernah dilatih, meminta uang caranya, bersihkan halaman rumahnya, sapu sapu dan bila perlu cuci celana kolornya. Disana kita dilatih untuk hormat orang, tanam rasa takut didepan dan dengan demikian ada kemajuan, ada rasa kepuasaan, karena kita akan mendapat hadiah atas kerja keringat kita sendiri. Makanya orang bilang uang politik dan judi lebih cepat habis dari pada gaji. Ya itu bedanya.

***

Kata Tetedemai menjadi nama mobilku agar berguna bagi sa sendiri dan juga untuk siapa saja. Supaya sa bisa bertobat dan bawa mobil dengan baik, dan juga menjadi kontrol sosial.

Awal awal andapun akan lucu dan tertawa. "Kok Tetedemai?" Ya, agar kita kembali pada tiap tiap dan saling memahami tupoksi, mampu menempatkan diri dalam perubahan dan tetap patuh pada Tuhan. "Bertobatlah", itu kata kunci Alkitab.

Mobil ini siap mengantar anda ke jalur yang sa lalui tanpa pandang asal. Tanpa bayar. Entah anda petani, pedagang, pejabat, orang sakit, kami siap 27 jam. Tapi bila sa sibuk, silakan cari mobil lain. Dan bila anda masih datang minta mau pakai mobil, anda masuk dalam kategori "TETEDEMAI". Makanya harus? "ETEDEMAI".

"Tak ada gading yang tak retak", begitupun dengan tulisan atau berita yang kami muat di media ini. Dari waktu ke waktu kami akan lakukan penyempurnaan dan perbaikan seperlunya (kecuali opini, essai, catatan pinggir atau artikel). Oleh sebab itu, apabila mau download, mohon perhatikan tanggal akses, identitas penulis dan judul tulisan agar kompatibel dengan referensi anda. Tulisan diatas kami rapikan kembali pada hari Minggu, 24 April 2016 10:02

Undang-undang Nomor 12 Tahun 1997 Tentang Perubahan Undang-undang Nomor 6 Tahun 1987 Tentang Hak Cipta Sebagaimana Telah Diubah dengan Undang-undang Nomor 7 Tahun 1987. (1) Barang siapa dengan sengaja dan tanpa hak mengumumkan atau memperbanyak suatu ciptaan atau memberi ijin untuk itu, dipidana penjara paling lama 7 (tujuh) tahun dan/atau dengan paling banyak Rp. 100.000.000,- (seratus juta rupiah). (2) Barang siapa dengan sengaja menyiarkan, memamerkan, mengedarkan, atau menjual kepada umum suatu ciptaan atau barang hasil pelanggaran Hak Cipta sebagaimana dimaksud ayat (1), dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau dengan paling banyak Rp. 50.000.000,- (lima puluh juta rupiah).
back to top

__Topik-Topik Pilihan__ Patut Dibaca;;;