Дървен материал от www.emsien3.com

The best bookmaker bet365

The best bookmaker bet365

Menu
RSS
7

7

Kami tolak hukum ada...

H+1 Prabowo - Hatta Unggul di Papua

H+1 Prabowo - Hatta Unggul di Papua

{flike}HOLANDIA - Pa...

Tomas Kamoro Tolak Eksodus PSK Dolly ke Timika

Tomas Kamoro Tolak Eksodus PSK Doll…

{flike}TIMIKA - Toko...

Ini Alasan Numberi Pindah ke Prabowo

Ini Alasan Numberi Pindah ke Prabow…

JAKARTA - Nama bekas...

Auki Tekege Ditetapkan Sebagai Tokoh Gereja, Dinas Pendidikan Dogiyai Siap Mendukung

Auki Tekege Ditetapkan Sebagai Toko…

Karya kaum awam pada...

Sering Terjadi Penembakan: Dua Kabupaten Ini Diminta Ditutup

Sering Terjadi Penembakan: Dua Kabu…

HOLLANDIA - Beberapa...

Kangguru, Pelompat Jarak Jauh

Kangguru, Pelompat Jarak Jauh

SIAPA yang tidak tah...

Benny Giay Kritisi Pelaksanaan KKR di Tanah Papua

Benny Giay Kritisi Pelaksanaan KKR …

JAYAPURA - Pendeta B...

Akan Lahir Pemimpin Besar dari Lembah Hijau

Akan Lahir Pemimpin Besar dari Lemb…

{flike}MOANEMANI - P...

Novela Nawipa Dapat Pujian dari Prabowo Subianto

Novela Nawipa Dapat Pujian dari Pra…

JAKARTA - Saksi dari...

Prev Next

In order to view this object you need Flash Player 9+ support!

Get Adobe Flash player
A+ A A-

Rio Grime (1): Berawal dari Teater Budaya Papua di Jakarta

Rio Grime (1): Berawal dari Teater Budaya Papua di Jakarta

Tanah Papua pernah melahirkan seniman-seniman terbaik yang pernah mengharumkan nama baik tanah Papua dikancah nasional dan internasional. Nama besar mereka termasuk teknik bermusik mereka tak akan pernah tertandingi oleh generasi manapun. Mereka tampil unik dan berbeda pada jamannya, sekalipun pada jaman itu (Orde Baru dibawah kepemimpinan Soeharto), perhatian pemerintah lebih banyak dibidang olahraga. Namun menurut Decky Mamoribo (organis Rio Grime), lebih bagus mandiri, autodidak, hasilnya jauh lebih baik dan bertahan dikenang sepanjang jaman.

Beberapa Group Band yang pernah mengharumkan nama Papua adalah Black Brothers, Black Papas, Black List, Coconut Band yang dikomandani Andy Ayamiseba dan group band Rio Grime yang dihuni Robby Wambraw, Akon Bonay, Mechu Imbiri, Decky Mamoribo, Daniel Wanda, Jack Dametouw, Agus Bonay, William Sawaki, Andy Manoby, Boyke Phu, Richo Manansang, dan Irel Christa.

Kali ini, Swarapapua.com akan menurunkan kisah berdirinya Rio Grime berdasarkan hasil wawancara kami dengan Decky Mamoribo lewat pesan facebook. Sang organis Rio Grime itu bercerita sejak awal mereka berkumpul hingga kelompok ini harus berakhir pada album kedua.

Awal kisah, pada saat itu, 1980-an demam musik Papua di tingkat nasional tak terdengar lagi. Lagu Hari Kiamat Black Brothers, membuat pasukan Huambelo itu hengkang ke negeri kuning, Papua New Guinea. “Keheningan” Papua dibidang musik, tak bertahan lama. Sekitar 1977 sampai dengan tahun 1980, banyak seniman muda Papua (waktu itu Irian Jaya) muncul lewat kelompok-kelompok musik gereja dan sanggar-sanggar kesenian. Diantara mereka, harus berangkat ke Jakarta untuk menempuh pendidikan.

Nama-nama mereka tak asing lagi dikalangan masyarakat. Ada Andy Manoby, Agus Sawaki Mechu imbiri, Agus Bonay (Alm), Willem Sawaki, Jack Demetouw, Wiem Torobi (alm), Hengki Wanda (alm), dan masih banyak lagi.

Kehadiran mereka di Jakarta, selain membawa seni musik Papua di pentas-pentas Nasional, ada pula yang ke Jakarta untuk menempuh pendidikan. Namun karena bakat seni yang diturunkan orang tua, akhirnya mereka mulai berkumpul dibawa payung Ikatan Kekeluargaan Masyarakat Irian Jaya di Jakarta. Beberapa tokoh Papua yang siap orbitkan seniman-seniman Papua itu diantaranya, Daniel Wanda dan Yorrys Raweyai. Kehadiran kedua tokoh sesepuh Papua itu, membangkitkan semangat berkarya seniman-seniman muda Papua.

Menurut Decky Mamoribo, awalnya, alm Mecky Sawaki sudah aktif di teater dan film budaya Papua. Disana sudah ada seorang pembimbing muda berbakat yaitu Mechu Imbiri. Kehadiran dua seniman ini ikut memancing berkembangnya seniman muda pada saat itu. (ikuti terus kisanya di situs ini).



back to top

__Topik-Topik Pilihan__ Patut Dibaca;;;