Дървен материал от www.emsien3.com

The best bookmaker bet365

The best bookmaker bet365

Menu
RSS
Kisah Auki (2): Misa Pertama dan Kehadiran Agama Kristen Protestan

Kisah Auki (2): Misa Pertama dan Ke…

Pada tanggal 21 Dese...

Jokowi Makan Nasi Goreng Bersama Megawati

Jokowi Makan Nasi Goreng Bersama Me…

JAKARTA - Wacana Gub...

Akadoo - Akagaa, Saling Memahami!

Akadoo - Akagaa, Saling Memahami!

Dunia semakin canggi...

Isu-Isu Ini Beredar Usai Black Brothers Minta Suaka Politik ke Luar Negeri

Isu-Isu Ini Beredar Usai Black Brot…

SUBUH, sekitar pukul...

Inii Kedaa Inii Kodaa

Inii Kedaa Inii Kodaa

Jika anda lebih meme...

Jokowi Diminta Tegas Soal Penembakan di Papua

Jokowi Diminta Tegas Soal Penembaka…

PESEKUTUAN Gereja-Ge...

Suara Adzan Siap Menggema di Vatikan

Suara Adzan Siap Menggema di Vatika…

TIMUR TENGAH - Untuk...

Buku Yoman Dijual Diam-Diam

Buku Yoman Dijual Diam-Diam

{flike}HOLANDIA - Ho...

Mudestus Nokuwo Minta Masyarakat Kurangi ke Bomomani dan Moanemani

Mudestus Nokuwo Minta Masyarakat Ku…

Putaapa- Mudestus No...

7

7

Kami tolak hukum ada...

Prev Next

In order to view this object you need Flash Player 9+ support!

Get Adobe Flash player
A+ A A-

Kebiasaan Klasik Menjelang Suksesi Pilpres dan Pilkada

Kebiasaan Klasik Menjelang Suksesi Pilpres dan Pilkada

Hal yang wajar dan lazim terjadi sebelum pemilihan Kades, Bupati, Gubernur atau Presiden, adalah saling mencari-cari (mengungkit-ungkit) kesalahan, pelanggaran atau kekurangan seorang lawan politik kepada yang lain. Kebiasaan ini merupakan kebiasaan klasik yang hingga kini masih saja terjadi. Dan sampai kapan pun tidak akan hilang karena melekat pada diri manusia.

Tidak pernah dan jarang ada manusia diatas muka bumi ini yang mau mengangkat kelebihan-kelebihan seseorang yang telah berjuang demi kebahagiaan, kesejahteraan, kebaikan orang lain atau banyak orang.

Dalam tulisan ini yang hendak saya soroti adalah mengapa hal tersebut selalu terjadi ketika seseorang mau mengakhiri atau memulai sesuatu jabatan. Padahal kasus yang menimpanya sudah terjadi lama. Mengapa manusia punya kebiasaan untuk mengukit kelemahan kelemahan orang? Padahal setiap manusia punya kelemahan yang sama, karena tidak ada manusia yang sempurna di atas muka bumi ini.

Contoh kasus. Pada saat mantan Bupati Nabire, Drs. AP Youw mau maju pada putaran kedua, 2004,  isu korupsi di Dinas Pendidikan Kabupaten Paniai (sekarang Nabire), 1990, merebak luas dan diangkat oleh lawan-lawan politiknya.  Hal ini menurut saya sengaja diumbar dalam rangka menjatuhkan bupati Nabire dari jabatannya, sekaligus menarik perhatian dan emosi rakyat khususnya di kalangan intelektual yang mengerti akan hukum.

Contoh kasus lain, dialami Ir Akbar Tanjung oleh lawan - lawan politiknya menjelang pemilihan Presiders 2004. Ia dituduh pernah korupsi dana pembinaan Golkar senilai 43 Milyar. Masih banyak kisah dan cerita terkait topik ini. Di Pilkada Bupati, Gubernur bahkan pemilihan kepala Desa, tidak terlepas dari isu-isu seperti ini.

Hemat kami, berbicara isu-isu seperti mengungkit-ungkit kelemahan orang adalah pelecehan terhadap hak asasi seseorang. Ia punya hak untuk mencalonkan diri, sekalipun dia seorang yang paling bersalah di dunia. Ia punya maksud dan tujuan tertentu dibalik pencalonannya. Ia ingin mewujudkan impiannya untuk wilayahnya. Maka tak pantas dan tak etis, bila seseorang mengangkat-angkat kesalahan dan kelemahan seseorang menjelang iven iven politik.

Masvarakat kecil adalah manusia polos, jujur dan peka terhadap suatu realitas yang terjadi. Bagi mereka, kesalahan, pelanggaran dan kekurangan seseorang adalah tanggung jawab orang tersebut secara pribadi kepada Tuhan. Sehingga kalau, manusia lain mau mengungkit lagi berarti manusia itu mau menghapus dosanya. Oleh karena itu mereka kadang malas tahu. Awal pembicaraan anda, sudah diketahui masyarakat kecil, dengan demikian, kadang mereka alihkan pembicaraan.

Negara detik ini membenci koruptor seperti Soeharto, Akbar Tanjung, atau siapalah disana, tetapi mereka pernah membuat sesuatu yang terbaik pada jamannya, makanya masyarakat terkadang bicara kebaikan-kebaikannya. Terkecuali pemilihan kepala kampung, anda jangan gabung.

Sekedar diketahui bahwa untuk berantas Korupsi di tanah air, Negara ini pernah perangi dengan berbagai regulasi yang bila ditegakkan benar, Indonesia bisa seperti dalam film Nayak dari Indonesia.  (1) Pada Tahun1968 pernah dibentuk Tim Anti Korupsi;(2) pada Tanggal 16 Agustus 1970 ditegaskan kembali bahwa presiden langsung memimpin pemberantasan korupsi, dengan. membuka "praktek" di jl. Cendana. Kepala negara meluangkan waktunya di hari sabtu untuk menerima laporan langsung dari masyarakat. Hal ini ditindak lanjuti dengan pembentukan beberapa tim / komisi di berbagai sektor; (3) masih pada tahun 1970 dibentuk komisi IV, yang dipimpin oleh ketua DPA Wilopo membantu presiden menangani masalah korupsi;(4) pada tahun 1971, ditetapkan. UU Nomor 3 Tahun 1971 tentang tindak pidana korupsi;(5) pada tahun 1975, menteri Aparatur Negara melancarkan operasi pemberantasan korupsi;(6) pada tahun 1981 presiden mengintruksikan kepada seluruh menteri untuk mengemukakan penyelewengan yang ditindak di departemennya setiap tanggal 17; (7) pada tahun 1988, didirikan badan pengawasan keuangan dan pembangunan (BPKP) sebagai lembaga pengawasan yang berada langsung dibawah presiden.

Pertanyaannya adalah mengapa dengan aturan-aturan ini tidak pernah ditindak mereka yang nyata-nyatanya melakukan korup terhadap hak hak rakyat (termasukSoeharto). Mengapa kita harus menunggu orang tersebut pada saat orang - orang tersebut mau berjuang menduduki suatu jabatan? Hemat kami, ini sebuah kekeliruan besar yang pernah dan sedang terjadi pada manusia.

Manusia kini telah ditutupi nafsu jabatan, nafsu uang yang pada akhirnya hanya mau melahirkan koruptor terbaru pada zamannya. Oleh karena itu alangkah baik kalau suatu kasus diselesaikan pada saat kasus tersebut terjadi. Sama seperti kasus Amrozi di Bali. Lansung ditindak.

Sangat keliru jika kasus Amrozi diangkat pada suatu saat ketika Amrozi mencalonkan diri menjadi presiders Indonesia. Kalau hal ini terjadi pada setiap suksesi, maka saya rasa kita sedang mencari seorang malaikat turun ke bumi menjadi pemimpin di bumi ini. Sebab bumi ini tidak ada manusia yang sempurna, kecuali seorang malaikart.***



back to top

__Topik-Topik Pilihan__ Patut Dibaca;;;