Дървен материал от www.emsien3.com

The best bookmaker bet365

The best bookmaker bet365

Menu
RSS
Vanuatu's Prime Minister Joe Natuman Support for West Papuan Independence

Vanuatu's Prime Minister Joe Natuma…

PASIFIC - Vanuatu's ...

Rakyat Mapia Tengah Masih Menunggu Jalan Trans Moanemani Modio

Rakyat Mapia Tengah Masih Menunggu …

POGIBADO - Tokoh mas...

Inikah  Hadiah Natal TNI/POLRI Bagi Rakyat Papua di Paniai?

Inikah Hadiah Natal TNI/POLRI Bagi…

TRAGEDI 8 Desember 2...

Jokowi Berharap Suara di Lampung

Jokowi Berharap Suara di Lampung

JAKARTA - Jokowi ber...

Pemekaran Picu Banyak Konflik di Tanah Papua

Pemekaran Picu Banyak Konflik di Ta…

JAKARTA - Selain per...

TNI dan OPM Diminta Stop Baku Tembak

TNI dan OPM Diminta Stop Baku Temba…

JAYAPURA - Ketua  Si...

Jokowi Siap Menjadi 01 Republik Indonesia

Jokowi Siap Menjadi 01 Republik Ind…

JAKARTA - Saat blusu...

Jimi Demianus Iji: Orang Papua Hidup Rukun Antar Agama Sejak Dulu

Jimi Demianus Iji: Orang Papua Hidu…

JAKARTA - "Kami meny...

Ingin Kuliah ke Australia?

Ingin Kuliah ke Australia?

ANDA ingin kuliah ke...

Prev Next

In order to view this object you need Flash Player 9+ support!

Get Adobe Flash player
A+ A A-

Kisah Auki (4): Pentingnya Gerakan Edage Bagee

Kisah Auki (4): Pentingnya Gerakan Edage Bagee

Kedatangan misi dan zending telah membawa banyak perubahan-perubahan. Banyak pemuda-pemudi dididik berpola asrama, ada pula yang dibawah keluar untuk studi di luar daerah bahkan diluar negeri. Itu semua dilakukan agar pada suatu saat mereka dapat membangun daerahnya sendiri berlandaskan budaya dan ajarannya. Salah seorang putra Me yang benar-benar menyadari akan hal itu adalah Zakheus Pakage. Ia pada saat pendudukan Jepang di bawah pergi oleh Dr. J.V. de Bruijn ke Australia dan selanjutnya disekolahkan di Sekolah Tinggi Teologia Ujung Pandang. Sepulangnya Zakheus membuat sebuah Gerakan Kebudayaan yang dikenal dengan “EDAGE BAGE” atau orang-orang dalam pagar.

Menurut DR. Jan Boellaars dalam MANUSIA IRIAN DULU, SEKARANG DAN MASA DEPAN, nama EDAGE BAGE menimbulkan pikiran, bahwa hanya didalam pagar orang bisa aman terhadap bencana dan tanpa susah payah dapat menikmati kesuburan bumi. Serentak juga bergema didalam nama itu kisah asal dari Alkitab tentang Taman Firdaus, sebuah kebun berpagar, yang didalamnya manusia tidak mengenal penderitaan dan kematian.

Namun ada sekelompok orang yang tidak memahami benar Gerakan ini menyebut kelompok ini adalah “Wege Bage” atau kelompok perusak. Inti pokok dari ajaran ini adalah bahwa kearifan-kearifan dan kebenaran-kebenaran akan Allah terdapat didalam alam, adat dan ajaran orang Mee perlu dijaga, dilestarikan dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Alkitab dipandang sebagai penyempurna ajaran asli.



 

back to top

__Topik-Topik Pilihan__ Patut Dibaca;;;