Error
  • JFolder: :files: Path is not a folder. Path: /home/swarapap/public_html/images/myphotos
Notice
  • There was a problem rendering your image gallery. Please make sure that the folder you are using in the Simple Image Gallery Pro plugin tags exists and contains valid image files. The plugin could not locate the folder: images/myphotos

Дървен материал от www.emsien3.com

The best bookmaker bet365

The best bookmaker bet365

Menu
RSS

In order to view this object you need Flash Player 9+ support!

Get Adobe Flash player
A+ A A-

Auki Tekege Ditetapkan Sebagai Tokoh Gereja, Dinas Pendidikan Dogiyai Siap Mendukung

Auki Tekege Ditetapkan Sebagai Tokoh Gereja, Dinas Pendidikan Dogiyai Siap Mendukung

Karya kaum awam pada masa-masa awal Injil masuk di Tanah Papua patut dihargai. Salah satunya Auki Tekege (1900-1962) yang beberapa hari lalu telah ditetapkan sebagai Tokoh Gereja di wilayah Meepago.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Dogiyai, Andreas Yobee mengatakan, pihaknya sangat mendukung rencana pembangunan monumen Auki Tekege setelah secara resmi diangkat sebagai ‘Tokoh Pembawa Terang Bagi Masyarakat Koteka’.

“Gereja Katolik telah mengakui karya besar dari Auki Tekege, dan pemerintah pun sangat mendukung. Auki pada 80 tahun lalu melakukan banyak sekali komunikasi dengan para misionaris hingga akhirnya Injil Tuhan berhasil dibawa masuk ke wilayah ini, hal itu berdampak luar biasa dan sangat berarti bagi masyarakat yang berdomisili di sepanjang kawasan pedalaman Papua tengah. Atas semuanya itu, termasuk penetapan Auki sebagai Tokoh Gereja, juga rencana bangun satu obyek wisata rohani, kami sangat mendukung,” tuturnya saat dihubungi Jubi, Rabu (21/10/2015).

Menurut Yobee, selain pembuatan monumen Auki Tekege, pihaknya juga rencanakan beberapa tempat wisata budaya yang akan dibangun pada tahun-tahun mendatang. “Hal ini sudah kami rancang dan akan terus perjuangkan supaya di Dogiyai ini ada obyek wisata yang nantinya dapat dikunjungi orang,” ujarnya.

Apresiasi atas niat Gereja Katolik Keuskupan Timika menghargai karya luhur Auki Tekege, diungkapkan Bupati Dogiyai, Thomas Tigi. Menurutnya, ini satu sejarah baru karena Gereja telah secara resmi mengakui ketokohan Auki Tekege, seorang tokoh masyarakat Mee di Modio Mapiha sejak puluhan tahun silam.

Sebagai bentuk apresiasinya, Thomas atas nama pribadi dan pemerintah daerah menyatakan siap mendukung rencana Gereja Katolik bersama umat setempat membangun monumen dan Pastoran Modio.

Sebelumnya, Uskup Keuskupan Timika, Mgr. John Philip Saklil, Pr secara resmi menetapkan Auki Tekege sebagai Tokoh Gereja di wilayah Meepago. Penetapan dan pengangkatannya dilakukan langsung Uskup Saklil di halaman Gereja Katolik Paroki Santa Maria Bunda Rosari, Modio, Distrik Mapia Tengah, Kabupaten Dogiyai, Minggu (18/10/2015).

Diawali dengan perayaan ekaristi kudus, acara penetapan sekaligus pemberkatan Auki Tekege diadakan tepat di depan batu tempat Injil pertama kali diletakkan Pater Tillemans, MSC pada 7 Januari 1936.

“Karya-karya Auki Tekege patut dihargai, sebab terang Injil Allah masuk menyinari wilayah Suku Mee hingga Migani atas usaha kontak langsung Auki dengan misionaris di daerah pantai selatan,” kata Uskup Saklil.

Bagi generasi masa kini dan mendatang, Uskup berharap, ketokohan Auki Tekege patut dihayati. Seorang Auki, dalam catatan sejarah, cukup berjasa dalam kontak awal dengan misionaris bahkan membawa misionaris masuk ke wilayah suku Mee. Pewartaan Injil terjadi sejak itu, sehingga Gereja Katolik dibuka dan hadir hingga hari ini di Tanah Papua.

Uskup kemudian memberkati arca Auki Tekege, dan mendoakan karya luhurnya sekaligus keselamatan umat Tuhan di dunia “Atas nama Allah Bapa, Putra dan Roh Kudus, Amin.”

Ketua Dewan Paroki Modio, Martinus Kedeikoto mengabarkan, perayaan ekaristi kudus yang diadakan sekaligus dalam rangka pengangkatan Auki Tekege, dihadiri ribuan orang. Gedung Gereja Katolik Modio, menurut dia, tak mampu menampungnya.

“Tidak hanya dari Modio dan sekitarnya, orang Mapiha bahkan Dogiyai dan dari Nabire, Deiyai, Paniai dan wakil Suku Migani hadir pada acara ini,” jelasnya kepada Jubi.

Kedeikoto mengaku terharu dengan acara bersejarah yang berlangsung penuh meriah, sebab Gereja Katolik secara resmi mengakui perjuangan Auki Tekege hingga daerah Meepago mendapat terang Injil Allah.

Kepala Distrik Mapia Tengah, Engelbertus Primus Degei menjelaskan, kegiatan tersebut dibuat atas inisiatif Paroki Santa Maria Bunda Rosari bekerja sama dengan Dekenat Kamuu-Mapia dan pemerintah distrik.

Inisiatif tersebut, kata Engel, didukung pula sejumlah pemerhati Papua dan para donatur yang turut berbagi kasih demi menghargai karya luhur pendahulu sebagai bukti nyata perpanjangan tangan karya Ilahi di dunia.

Pastor Paroki Modio, RD. Alfonsus Biru Kira, Pr. menambahkan, mahakarya dari sosok Auki Tekege patut diteladani. Ia dipandang sebagai seorang awam yang cukup berjasa membuka jalan bagi masuknya Katolik dan peradaban baru bagi masyarakat Papua di bagian Pegunungan Tengah khususnya wilayah Meeuwodide sejak tahun 1935.

“Itulah sebabnya Auki Tekege ditetapkan sebagai tokoh pembawa terang bagi masyarakat Koteka,” kata Pater Kira.

Menurutnya, kegiatan monumental ini merupakan satu dari beberapa rangkaian peristiwa yang dilakukan Uskup Saklil saat kunjungan pastoral ke Paroki Modio.

Pengangkatan Auki Tekege, kata Pastor Paroki, merupakan peristiwa bersejarah yang dinantikan oleh umat Katolik bahkan masyarakat Papua pada umumnya di Pegunungan Tengah secara khusus di wilayah Meeuwodide hingga daerah Suku Migani di sebelah Timur.

Rangkaian peristiwa diawali dengan penerimaan Sakramen Krisma oleh Uskup Saklil. Selanjutnya acara peletakan batu pertama untuk pembangunan Pastoran Modio, dan pengangkatan Auki Tekege sekaligus pemberkatan patung wajah sang tokoh.

“Pemberkatan arca Auki Tekege oleh Bapa Uskup ini menandai proses awal dari seluruh proyek pembangunan Paroki Modio sebagai tempat ziarah yang ditandai dengan tiga tempat penting yaitu lokasi perjumpaan Pater Tillemans, MSC dengan para tokoh Papua dari Paniai, Kamuu, Mapiha, dan Migani atas prakarsa Auki. Lokasi kedua adalah makam Auki Tekege dan rumah Auki, serta lokasi Pater Tillemans menaruh Injil dan Salib,” jelasnya.

Sumbangan dana sukarela pada saat “ebamukai”, kata Pater Kira, sangat mendukung terlaksananya rencana proyek dimaksud. (Abeth dan Markus Amoye Youw)

back to top

__Topik-Topik Pilihan__ Patut Dibaca;;;