Дървен материал от www.emsien3.com

The best bookmaker bet365

The best bookmaker bet365

Menu
RSS
Bupati Tabuni Gagal Membangun Intan Jaya?

Bupati Tabuni Gagal Membangun Intan…

Pada dasarnya bupati...

Rakyat Mapia Tengah Masih Menunggu Jalan Trans Moanemani Modio

Rakyat Mapia Tengah Masih Menunggu …

POGIBADO - Tokoh mas...

Jokowi Makan Nasi Goreng Bersama Megawati

Jokowi Makan Nasi Goreng Bersama Me…

JAKARTA - Wacana Gub...

2 Pesan Penting ini Disampaikan Uskup Timika Saat Berkati Makam Auki

2 Pesan Penting ini Disampaikan Usk…

Dalam upaya mewujudk...

Paus Fransiskus Larang Anak Pegang HP di Kamar Tidur

Paus Fransiskus Larang Anak Pegang …

Pasu Fransiskus kemb...

7 Jenis Burung Cenderawasih ini Sudah Mulai Punah

7 Jenis Burung Cenderawasih ini Sud…

{flike}Burung Cendra...

Menteri Yembise Didemo Mama-Mama di Airport Sentani

Menteri Yembise Didemo Mama-Mama di…

SENTANI – Sejumlah m...

Biar Jelek, Dia Temanmu

Biar Jelek, Dia Temanmu

1). Apa yang kita bu...

Black Brohters Show di Merauke, Ini Jepretan Bruder Yos Manuel

Black Brohters Show di Merauke, Ini…

MERAUKE - Group Band...

Boy, 11, eaten by crocodile in Papua New Guinea

Boy, 11, eaten by crocodile in Papu…

{flike}PNG - The lim...

Prev Next

In order to view this object you need Flash Player 9+ support!

Get Adobe Flash player
A+ A A-

Tokoh Papua, Barnabas Suebu Ditahan KPK

Mantan Gubernur Papua, Barnabas Suebu, keluar dari gedung KPK, Jumat (27/2/2015). Ia resmi ditahan KPK karena kasus dugaan korupsi pengadaan Detailing Engineering Desain PLTA tahun 2009-2010 di Papua. (Liputan6.com/Herman Zakharia) Mantan Gubernur Papua, Barnabas Suebu, keluar dari gedung KPK, Jumat (27/2/2015). Ia resmi ditahan KPK karena kasus dugaan korupsi pengadaan Detailing Engineering Desain PLTA tahun 2009-2010 di Papua. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan mantan Gubernur Papua, Barnabas Suebu, Jumat malam, 27 Februari 2015. Barnabas ditahan usai menjalani pemeriksaan sebagai tersangka dugaan korupsi terkait pengadaan Detail Engineering Design PLTA di Sungai Mamberamo tahun anggaran 2009 dan 2010.

Eko Priliawito dan Taufik Rahadian dari TvOne melaporkan, usai menjalani pemeriksaan, Barnabas terlihat keluar dari Gedung KPK dengan menggunakan rompi tahanan berwarna oranye. Barnabas mengatakan bahwa dia menghormati proses hukum yang sedang berlangsung.

Dia menyebut bahwa proses hukum itu adalah untuk mencari kebenaran, keadilan serta kepastian hukum.

"Dari hari pertama saya ditetapkan sebagai tersangka hampir 7 bulan yang lalu, saya tetap kooperatif dan menghormati proses hukum," katanya.

Tidak hanya Barnabas, dua orang tersangka lain dalam perkara ini juga turut ditahan penyidik. Mereka adalah mantan Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Papua, Jannes Johan Karubaba serta Direktur Utama PT Konsultasi Pembangunan Irian Jaya Lamusi Didi.

Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK, Priharsa Nugraha mengatakan Barnabas ditahan di Rutan KPK. Sedangkan Jannes akan dititipkan penahanannya di Rutan Guntur serta Lamusi Didi di Rutan Cipinang.

"Ditahan untuk 20 hari pertama," kata Priharsa.

Sebelumnya KPK menetapkan Gubernur Papua periode tahun 2006-2011, Barnabas Suebu sebagai tersangka kasus dugaan korupsi, Selasa, 5 Agustus 2014.

Dia dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana. Pasal ini mengatur mengenai tindak pidana yang menyebabkan kerugian negara.

Selain Barnabas, KPK juga menetapkan tersangka lainnya yakni mantan Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Papua, Jannes Johan Karubaba serta Direktur Utama PT Konsultasi Pembangunan Irian Jaya Lamusi Didi.

Keduanya juga disangkakan telah melanggar pasal 2 ayat 1 atau pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Dari hasil kesimpulan sementara, KPK mencatat kerugian yang dialami negara adalah sekitar Rp36 miliar. Namun, hal tersebut masih terus didalami oleh KPK. (ist)



back to top

__Topik-Topik Pilihan__ Patut Dibaca;;;