Дървен материал от www.emsien3.com

The best bookmaker bet365

The best bookmaker bet365

Menu
RSS
Enembe: Pers Asing Boleh Masuk Papua

Enembe: Pers Asing Boleh Masuk Papu…

 Gubernur Provinsi P...

ARB dan Prabowo Bangun Koalisi, Lalu Siapa Capresnya?

ARB dan Prabowo Bangun Koalisi, Lal…

JAKARTA - Pertemuan ...

Ketua BP Presiden Jokowi-JK Dogiyai Dukung Natalis Pigai Jadi Menteri Perumahan Rakyat atau PDT

Ketua BP Presiden Jokowi-JK Dogiyai…

{flike}NABIRE – Ketu...

Benny Giay Tegas Tolak Pemekaran dan Transmigrasi

Benny Giay Tegas Tolak Pemekaran da…

SETELAH sebelumnya, ...

Kamil: Rakyat Jangan Berpatokan "Quik Count"

Kamil: Rakyat Jangan Berpatokan …

{flike}JAKARTA - Kom...

Ruhut: Jokowi Capres, Indonesia Tunggu Kehancuran

Ruhut: Jokowi Capres, Indonesia Tun…

JAKARTA - Juru bicar...

Jacob Rumbiak: Kami Ingin Lepas Dengan Indonesia Secara Damai

Jacob Rumbiak: Kami Ingin Lepas Den…

MENTERI Luar Negeri ...

Ketika SBY Resmikan Patung Yesus Kristus di Mansinam

Ketika SBY Resmikan Patung Yesus Kr…

SORONG -  Ahad 24/8,...

Heve long Nauru Palamen i gohet yet

Heve long Nauru Palamen i gohet yet

{flike}PNG - Palamen...

Minta Referendum, Mahasiswa Papua Tolak Pemekaran dan Transmigrasi

Minta Referendum, Mahasiswa Papua T…

MAHASISWA PAPUA yang...

Prev Next

In order to view this object you need Flash Player 9+ support!

Get Adobe Flash player
A+ A A-

Ini Pernyataan Jokowi Terkait Tragedi Enarotali

Ini Pernyataan Jokowi Terkait Tragedi Enarotali

Rakyat Papua sudah lama menanti-nanti pernyataan apa yang akan dilontarkan Presiden RI terkait tragedi Enarotali yang telah menewaskan 5 orang dan belasan luka-luka tersebut.

Jokowi baru memberikan tanggapan pada Natal Nasional yang digelar di lapangan Mandala Jayapura, Sabtu (27/12/14).

Kata Jokowi, "Saya tidak tergesa-gesa komentari peristiwa Enarotali karena peristiwa kekerasan di Papua itu sudah sering kali terjadi. Saya ingin dapatkan persoalan seperti itu dengan kongkrit dari semua penjuru, akar masalahnya apa itu harus jelas," kata Jokowi dilansir Majalahselangkah.com.

Pertama dan Terakhir

Di Suarapapua.com edisi Sabtu (27/12/2014), Jokowi mengatakan, agar kekerasan tidak kembali terjadi di massa yang akan datang, maka kasus tersebut harus diselesaikan secepat-cepatnya. Kasus Enarotali merupakan penutup dari semua kekerasan yang pernah terjadi di tanah Papua dan jangan terjadi lagi di tanah ini.

“Kita ingin tanah Papua sebagai tanah yang damai, saya ingin kasus ini diselesaikan secepat-secepatnya,” kata Jokowi.

Ingin Bangun Dialog

Menurutnya, perayaan natal tahun ini diharapkan dapat membawa damai kepada siapa saja, karena itu momentum natal harus dijadikan sebagai kabar baik bagi keberlangsungan tanah Papua yang damai.

“Kedatangan saya ke tanah Papua, saya ingin gunakan sebanyak-banyaknya untuk mendengarkan suara rakyat Papua. Saya ingin berdialog dengan hati, sebagai fondasi untuk menatap masa depan rakyat Papua yang lebih baik,” ujarnya dilansir Suarapapua.com.

Mantan gubernur DKI Jakarta ini juga mengatakan jika memunyai keinginan untuk menyelesaikan masalah Papua melalui dialog damai. "Saya tidak ingin janji muluk-muluk, saya yakin dengan diadakan dialog persoalan akan selesaikan dan kembali kita bangun kepercayaan masyarakat," sambungnya dirilis majalahselangkah.com.

Akhir Konflik di Tanah Papua

Pakar Etika Politik dari Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara, Franz Magnis Suseno menilai, kunjungan Presiden Joko Widodo untuk merayakan Natal di Provinsi Papua tidak bermanfaat bagi warga di daerah itu. Franz menilai, mayoritas warga Papua tidak membutuhkan kehadira Jokowi di hari Natal.

Jokowi, kata Franz, lebih dibutuhkan masyarakat Papua untuk menyudahi konflik kekerasan yang kerap terjadi di daerah itu.

"Menghadiri perayan Natal tidak bermanfaat kalau Jokowi tidak mau mengambil sikap atas pembunuhan yang terjadi di Paniai," kata Franz di Jakarta, dilansir Kompas.com Rabu (24/12/2014).

Menurut Franz, konflik di Paniai yang menewaskan lima orang dan membuat puluhan lainnya luka-luka itu, menandakan Papua belum dalam keadaan aman. Meski pemerintah Indonesia telah berganti, namun keadaan di Papua, menurut dia, masih belum juga berubah.

"Dengan Jokowi hanya ikut merayakan Natal di sana, kondisi ini tidak akan berubah," ujar Franz Magnis.

Franz meminta agar pemerintahan Jokowi mengambil tindakan antisipasi sehingga konflik seperti ini tidak kembali terulang. Salah satu yang harus dilakukan, kata Franz, adalah penelitian ilmiah untuk mengetahui penyebab konflik yang kerap terjadi di Papua.

[ kcm | suarapapua.com | majalahselangkah.com | krisbeda.wordpress.com | tribunjakarta.com | swp ]


back to top

__Topik-Topik Pilihan__ Patut Dibaca;;;