Дървен материал от www.emsien3.com

The best bookmaker bet365

The best bookmaker bet365

Menu
RSS
Anton Tony Mote Mengeluh Soal Kepunahan OAP

Anton Tony Mote Mengeluh Soal Kepun…

Pelaku dunia kesehat...

Buku Yoman Dijual Diam-Diam

Buku Yoman Dijual Diam-Diam

{flike}HOLANDIA - Ho...

Okai Too Okai

Okai Too Okai

Ia suka berdiri di t...

Ingin Kuliah ke Australia?

Ingin Kuliah ke Australia?

ANDA ingin kuliah ke...

Patung Emas Bunda Maria Milik Bupati Nabire Dicuri Orang

Patung Emas Bunda Maria Milik Bupat…

PATUNG EMAS Bunda Ma...

Paus Fransiskus Larang Anak Pegang HP di Kamar Tidur

Paus Fransiskus Larang Anak Pegang …

Pasu Fransiskus kemb...

Hindari Papua Makan Papua

Hindari Papua Makan Papua

1). Di Papua, sebaga...

Paus Pecat 4 Kardinal Bank Vatikan

Paus Pecat 4 Kardinal Bank Vatikan

{flike}VATIKAN - Pau...

Saatnya Buka Kran Jodoh ke Papua New Guinea

Saatnya Buka Kran Jodoh ke Papua Ne…

{flike}NABIRE - Peme...

Prev Next

In order to view this object you need Flash Player 9+ support!

Get Adobe Flash player
A+ A A-

Franz Magnis Suseno: Kehadiran Jokowi di Tanah Papua Tidak Perlu

Franz Magnis Suseno: Kehadiran Jokowi di Tanah Papua Tidak Perlu

JAKARTA - Pakar Etika Politik dari Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara, Franz Magnis Suseno menilai, kunjungan Presiden Joko Widodo untuk merayakan Natal di Provinsi Papua tidak bermanfaat bagi warga di daerah itu. Franz menilai, mayoritas warga Papua tidak membutuhkan kehadira Jokowi di hari Natal.

Jokowi, kata Franz, lebih dibutuhkan masyarakat Papua untuk menyudahi konflik kekerasan yang kerap terjadi di daerah itu.

"Menghadiri perayan Natal tidak bermanfaat kalau Jokowi tidak mau mengambil sikap atas pembunuhan yang terjadi di Paniai," kata Franz di Jakarta, dilansir Kompas.com Rabu (24/12/2014).

Menurut Franz, konflik di Paniai yang menewaskan lima orang dan membuat puluhan lainnya luka-luka itu, menandakan Papua belum dalam keadaan aman. Meski pemerintah Indonesia telah berganti, namun keadaan di Papua, menurut dia, masih belum juga berubah.

"Dengan Jokowi hanya ikut merayakan Natal di sana, kondisi ini tidak akan berubah," ujar Franz Magnis.

Franz meminta agar pemerintahan Jokowi mengambil tindakan antisipasi sehingga konflik seperti ini tidak kembali terulang. Salah satu yang harus dilakukan, kata Franz, adalah penelitian ilmiah untuk mengetahui penyebab konflik yang kerap terjadi di Papua.

Presiden Joko Widodo berencana mengunjungi Papua pada 27-28 November mendatang. Dalam rencana kunjungan dua hari di Papua, pada tanggal 27 Desember, Presiden Jokowi bersama rombongan berada di Jayapura dan tanggal 28 Desember akan berkunjung ke Wamena, Kabupaten Jayawijaya. (KCM/IP/IST)

back to top

__Topik-Topik Pilihan__ Patut Dibaca;;;