Дървен материал от www.emsien3.com

The best bookmaker bet365

The best bookmaker bet365

Menu
RSS
Dibalik Keindahan Kepulauan Raja Empat yang Telah Mendunia

Dibalik Keindahan Kepulauan Raja Em…

KEPULAUAN Raja Ampat...

Ambrosius Degey: Ingin Mewakili Rakyat LSM (2)

Ambrosius Degey: Ingin Mewakili Rak…

SUGAPA - Perjuangan ...

Rakyat Mapia Tengah Masih Menunggu Jalan Trans Moanemani Modio

Rakyat Mapia Tengah Masih Menunggu …

POGIBADO - Tokoh mas...

Buku Yoman Dijual Diam-Diam

Buku Yoman Dijual Diam-Diam

{flike}HOLANDIA - Ho...

TNI dan OPM Diminta Stop Baku Tembak

TNI dan OPM Diminta Stop Baku Temba…

JAYAPURA - Ketua  Si...

Jacob Rumbiak: Kami Ingin Lepas Dengan Indonesia Secara Damai

Jacob Rumbiak: Kami Ingin Lepas Den…

MENTERI Luar Negeri ...

Pupu Papa Artinya Penghembus Bercahaya?

Pupu Papa Artinya Penghembus Bercah…

ADA BEBERAPA penelit...

Akadoo - Akagaa, Saling Memahami!

Akadoo - Akagaa, Saling Memahami!

Dunia semakin canggi...

Jimi Demianus Iji: Orang Papua Hidup Rukun Antar Agama Sejak Dulu

Jimi Demianus Iji: Orang Papua Hidu…

JAKARTA - "Kami meny...

Usai Dolly Ditutup, SMS-SMS Ini Beredar

Usai Dolly Ditutup, SMS-SMS Ini Ber…

{flike}SERUI - Usai ...

Prev Next

In order to view this object you need Flash Player 9+ support!

Get Adobe Flash player
A+ A A-

Pemerintah RI Kutuk Serangan di Pakistan, Bagaimana Dengan Tragedi Enarotali?

Pemerintah RI Kutuk Serangan di Pakistan, Bagaimana Dengan Tragedi Enarotali?

PEMERINTAH  REPUBLIK INDONESIA mengutuk serangan terhadap sekolah milik Angkatan Darat Pakistan di Peshawar, Pakistan pada Selasa, 16 Desember 2014. Peristiwa sekitar pukul 10.30 waktu setempat itu menewaskan sebanyak 126 orang dan melukai sedikitnya 122 penduduk. Korban meninggal kebanyakan berusia 12 - 16 tahun.

Sementara itu, Pemerintah Republik Indonesia hingga saat ini belum memberikan pernyataan sedikitpun terhadap tragedi Enarotali yang telah menewaskan 5 pelajar dan belasan luka-luka tersebut.

Di Facebook dan Twitter, pemerhati tragedi Enarotali mengkritisi sikap RI tersebut. RI dinilai malas tahu dengan kejadian dalam negeri, tetapi lebih memperhatikan peristiwa di luar negeri yang sebetulnya sama-sama penting.

Dilansir TEMPO.CO, Pemerintah Indonesia menyampaikan dukungan solidaritas kepada rakyat Pakistan yang sedang diserang habis-habisan oleh kelompok bersenjata milisi Taliban Pakistan.

Menurut juru bicara Taliban, Muhammad Umar Khorasani, aksi brutal ini sebagai serangan balasan kepada aparat militer di utara Waziristan.

Sejak Juni lalu, militer menggelar operasi untuk memberangus milisi Taliban. "Ini baru latihan," kata Muhammad Khorasarani kepada AFP. Menurutnya, militeri Pakistan selalu salah menghitung kemampuan mereka. " Kami masih mampu melakukan aksi serangan yang berskala besar.

CNN memberitakan, seluruh pelaku penembakan di sekolah itu tewas di tangan aparat militer Pakistan. Baku tembak dan penyanderaan itu berakhir pada Selasa malam, 16 Desember 2014.

Pasukan tentara Pakistan mengatakan, mereka menyisir tiap ruangan di sekolah sambil menghindari tembakan dan bom rakitan. Pada pukul 4 sore, tentara Pakistan membatasi ruang gerak para milisi Taliban di empat gedung. "Beberapa jam kemudian, seluruh milisi Taliban telah mati," kata polisi Pehsawar, Mohammad Aijaz Khan.

Usai menaklukkan para penembak, tentara Pakistan, menyisir sekolah di Pehsawar yang berada dalam radius 120 kilometer dari ibukota Pakistan, Islamabad. Mereka mencari bom tanam atau potensi ancaman lain.

Berdasarkan keterangan gubernur setempat, ada 182 orang yang meninggal dan terluka dalam peristiwa ini. Korban terluka telah mendapatkan perawatan di sebuah rumah sakit terdekat.

Juru bicara militer Pakistan, Jenderal Asim Bajwa menyebut penyerangan ini sebagai tindakan pengecut dengan membunuh orang tidak bersalah. "Ini membuktikan Taliban tidak hanya musuh Pakistan tapi juga musuh kemanusiaan," kata Asim seperti dilansir dari akun Twitter-nya.

"Mereka telah menusuk perasaan nasional," kata Bajwa. "Tapi, mereka tidak akan mampu mengurangi semangat bangsa yang besar ini dengan cara apapun," kata dia. [ TEMPO.CO | SWP ]



back to top

__Topik-Topik Pilihan__ Patut Dibaca;;;