Дървен материал от www.emsien3.com

The best bookmaker bet365

The best bookmaker bet365

Menu
RSS
Usai Menebas Tubuh Pigome dan Semu, Rombongan itu Menghilang

Usai Menebas Tubuh Pigome dan Semu,…

Ini kronologis kejad...

Jokowi Siap Menjadi 01 Republik Indonesia

Jokowi Siap Menjadi 01 Republik Ind…

JAKARTA - Saat blusu...

Sejak 100 Tahun Lalu?

Sejak 100 Tahun Lalu?

PARA AHLI Alkitab me...

Ini Pernyataan Jokowi Terkait Tragedi Enarotali

Ini Pernyataan Jokowi Terkait Trage…

Rakyat Papua sudah l...

Ini Daftar Tim Redaksi Swarapapua.com

Ini Daftar Tim Redaksi Swarapapua.c…

Sudah terlalu lama p...

Jimi Demianus Iji: Orang Papua Hidup Rukun Antar Agama Sejak Dulu

Jimi Demianus Iji: Orang Papua Hidu…

JAKARTA - "Kami meny...

Dialog Papua Jakarta, Butuh Mediator Netral

Dialog Papua Jakarta, Butuh Mediato…

JAKARTA - Pendeta Li...

Orang Ini Usul Orang Papua Menjadi Uskup

Orang Ini Usul Orang Papua Menjadi …

MODIO – Ketua Kring ...

Biar Jelek, Dia Temanmu

Biar Jelek, Dia Temanmu

1). Apa yang kita bu...

Prev Next

In order to view this object you need Flash Player 9+ support!

Get Adobe Flash player
A+ A A-

Pers Adat Papua Sebuah Gagasan (Secercah Harapan dari Timur/10)

Ketua PWI Papua terpilih, Abdul Munib bersama mantan Ketua PWI sebelumnya, Frans Ohoiwutun (foto: antara/alfian) Ketua PWI Papua terpilih, Abdul Munib bersama mantan Ketua PWI sebelumnya, Frans Ohoiwutun (foto: antara/alfian)

Oleh : Abdul Munib (Ketua PWI Provinsi Papua)

Secercah Harapan dari Timur

Bukan tidak mungkin pergumulan panjang di ranah intelektual ini akan melahirkan konsep yang lebih sempurna yang menjadi pola keterhubungan yang simbiosis mutual. Jakarta akan menerima konsep pemerintahan Adat di atas tanah Adat Papua. Dan Papua juga akan menerima kenyataan baru bahwa, Papua adalah masa depan Indonesia yang sesungguhnya. Bukan hanya dari sisi sumber daya alam, bukan saja dari sisi main bola, melainkan dari segala sisi sisi kehidupan berbangsa bernegara. Papua yang dapat memberi berkat kepada bangsa-bangsa lain di dunia. Dalam sekat-sekat konsep sebuah negara atau diluar sekat. Semua hanya ada di benak pikiran. Bukankah tujuh nama hari juga hanya ada di otak, dialam nyata kita tak bisa membedakan ; apa bedanya Rabu hari ini dan Selasa yang kemarin. Pers Adat kini baru berupa gagasan. Ia ada di alam intelektual. Dengan sebab sempurna, Pers adat akan termanisfestasi dalam Otsus Papua yang telah menyempurna berupa formula keterhubungan yang sejati. Inilah secercah harapan dari timur.

Jayapura, 1 Desember 2014


Prev Next
Pers Adat Papua Sebuah Gagasan (Secercah Harapan dari Timur/10)

Pers Adat Papua Sebuah Gagasan (Secercah Harapan dari Timur/10)

Oleh : Abdul Munib (Ketua PWI Provinsi Papua) Secercah Harapan dari Timur Bukan tidak mungkin pergumulan panjang di ranah intelektual ini akan melahirkan konsep yang lebih sempurna yang menjadi pola keterhubungan yang simbiosis mutual. Jakarta akan...

Pers Adat Papua Sebuah Gagasan (Secercah Harapan dari Timur/8)

Pers Adat Papua Sebuah Gagasan (Secercah Harapan dari Timur/8)

Oleh : Abdul Munib (Ketua PWI Provinsi Papua) Masyarakat Adat Benteng Pertahanan Terakhir Kini keadaan manusia semakin individualis. Ditandai berdirinya kota-kota dengan pagar rumah tinggi. Dipeliharanya anjing herder yang jadi penjaga di belakang ...

Pers Adat Papua Sebuah Gagasan (Secercah Harapan dari Timur/7)

Pers Adat Papua Sebuah Gagasan (Secercah Harapan dari Timur/7)

Oleh : Abdul Munib (Ketua PWI Provinsi Papua) Bersama Universitas Bertahta di Batok Kepala Satu hal yang perlu ditegaskan dalam pekerjaan pers adalah bahwa, pekerjaan itu adalah pekerjaan berpikir. Menulis itu bentuk luar yang nampak, bentuk dalamn...

Pers Adat Papua Sebuah Gagasan (Secercah Harapan dari Timur/6)

Pers Adat Papua Sebuah Gagasan (Secercah Harapan dari Timur/6)

Oleh : Abdul Munib (Ketua PWI Provinsi Papua) Era Informasi; Siapa Memegangnya Dia Pemenang Perang Lain halnya dengan ungkapan, ‘’siapa memegang informasi dia akan memenagkan peperangan’. Disini tentu saja bukan sembarang informasi. Juga bukan info...

Pers Adat Papua Sebuah Gagasan (Secercah Harapan dari Timur/5)

Pers Adat Papua Sebuah Gagasan (Secercah Harapan dari Timur/5)

Oleh : Abdul Munib (Ketua PWI Provinsi Papua) Ranah Dunia Maya; Semesta Tak Bertepi Munculnya zaman teknologi internet, menyeret pers ke ruang yang tak bertepi, - dari sebelumnya ruang terbatas berupa oplah dan jangkauan siaran. Di ranah dunia maya...

Pers Adat Papua Sebuah Gagasan (Secercah Harapan dari Timur/4)

Pers Adat Papua Sebuah Gagasan (Secercah Harapan dari Timur/4)

Oleh : Abdul Munib (Ketua PWI Provinsi Papua) Trias Politika; Satu Kuasa Dibagi Tiga Format politik kita yang ditata dalam pedoman dasar Trias Politika, - satu kuasa dibagi tiga oleh eksekutif, legeslatif dan yudikatif, menjadikan kekuasaan tidak t...

Pers Adat Papua Sebuah Gagasan (Secercah Harapan dari Timur/3)

Pers Adat Papua Sebuah Gagasan (Secercah Harapan dari Timur/3)

Oleh : Abdul Munib (Ketua PWI Provinsi Papua) 32 Tahun Zaman Soeharto; Ketika Kepala Diletakan di Kepalan Tangan Runtuhnya popularitas ideologi Pancasila dan semakin sedikitnya penganut ideologi ini, tidak terjadi serta merta begitu saja secara men...

Pers Adat Papua Sebuah Gagasan (Secercah Harapan dari Timur/2)

Pers Adat Papua Sebuah Gagasan (Secercah Harapan dari Timur/2)

Oleh : Abdul Munib (Ketua PWI Provinsi Papua) Ideologi Ketuhanan versus Ideologi Kebendaan Dua ideologi yang bertarung sepanjang peradaban manusia adalah ideologi ketuhanan melawan ideologi kebendaan. Ideologi ketuhanan dalam skup ke-Indonesia-an a...

Pers Adat Papua Sebuah Gagasan (Secercah Harapan dari Timur/1)

Pers Adat Papua Sebuah Gagasan (Secercah Harapan dari Timur/1)

Oleh : Abdul Munib (Ketua PWI Provinsi Papua) Potret Pers Kita Kedudukan Pers ditentukan oleh ideologi dan politik yang berlaku dalam suatu negara. Di negara blok Barat, pers otomatis menjadi penganut liberalis kapitalis. Di negara Blok Rusia, pers...



"Tak ada gading yang tak retak", begitupun dengan tulisan atau berita yang kami muat di media ini. Dari waktu ke waktu kami akan lakukan penyempurnaan dan perbaikan seperlunya (kecuali opini, essai, catatan pinggir atau artikel). Oleh sebab itu, apabila mau download, mohon perhatikan tanggal akses, identitas penulis dan judul tulisan agar kompatibel dengan referensi anda. Tulisan diatas kami rapikan kembali pada hari Rabu, 25 November 2015 11:16

Undang-undang Nomor 12 Tahun 1997 Tentang Perubahan Undang-undang Nomor 6 Tahun 1987 Tentang Hak Cipta Sebagaimana Telah Diubah dengan Undang-undang Nomor 7 Tahun 1987. (1) Barang siapa dengan sengaja dan tanpa hak mengumumkan atau memperbanyak suatu ciptaan atau memberi ijin untuk itu, dipidana penjara paling lama 7 (tujuh) tahun dan/atau dengan paling banyak Rp. 100.000.000,- (seratus juta rupiah). (2) Barang siapa dengan sengaja menyiarkan, memamerkan, mengedarkan, atau menjual kepada umum suatu ciptaan atau barang hasil pelanggaran Hak Cipta sebagaimana dimaksud ayat (1), dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau dengan paling banyak Rp. 50.000.000,- (lima puluh juta rupiah).
back to top

__Topik-Topik Pilihan__ Patut Dibaca;;;