Дървен материал от www.emsien3.com

The best bookmaker bet365

The best bookmaker bet365

Menu
RSS
7

7

Kami tolak hukum ada...

HJT Bijmler (1890 - 1959), Antropolog dan Fotografer

HJT Bijmler (1890 - 1959), Antropol…

Dr. H.J.T. Bijlmer (...

Ketika SBY Resmikan Patung Yesus Kristus di Mansinam

Ketika SBY Resmikan Patung Yesus Kr…

SORONG -  Ahad 24/8,...

Dibalik Keindahan Kepulauan Raja Empat yang Telah Mendunia

Dibalik Keindahan Kepulauan Raja Em…

KEPULAUAN Raja Ampat...

Edo Kondologit Maju DPR RI dari Dapil 1 Papua

Edo Kondologit Maju DPR RI dari Dap…

Kepada Lenny Tristia...

Black Brohters Show di Merauke, Ini Jepretan Bruder Yos Manuel

Black Brohters Show di Merauke, Ini…

MERAUKE - Group Band...

Enembe Sedang Mengikuti Polling Eksodus Mahasiswa Yogya di Media Ini

Enembe Sedang Mengikuti Polling Eks…

JAYAPURA - Polling y...

Benny Giay Kritisi Pelaksanaan KKR di Tanah Papua

Benny Giay Kritisi Pelaksanaan KKR …

JAYAPURA - Pendeta B...

Mudestus Nokuwo Minta Masyarakat Kurangi ke Bomomani dan Moanemani

Mudestus Nokuwo Minta Masyarakat Ku…

Putaapa- Mudestus No...

Di Tubuh Seorang Pemabuk

Di Tubuh Seorang Pemabuk

ALKOHOL jelas berbah...

Prev Next

In order to view this object you need Flash Player 9+ support!

Get Adobe Flash player
A+ A A-

Pers Adat Papua Sebuah Gagasan (Secercah Harapan dari Timur/9)

Ketua PWI Papua terpilih, Abdul Munib bersama mantan Ketua PWI sebelumnya, Frans Ohoiwutun (foto: antara/alfian) Ketua PWI Papua terpilih, Abdul Munib bersama mantan Ketua PWI sebelumnya, Frans Ohoiwutun (foto: antara/alfian)

Oleh : Abdul Munib (Ketua PWI Provinsi Papua)

Masuknya Pers Adat Dalam Struktur PWI Papua

Ketika saya terpilih menjadi ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Papua, saya mengajukan penambahan struktur pada struktur organisasi PWI Papua berupa Seksi Pers Adat Papua. Secara mengejutkan ternyata usulan itu dikabulkan oleh Ketua Umum PWI Pusat bapak Margiono. Kelihatannya ini hanya hal sepele, tapi saya merasa ini adalah awal yang baik. Ketua divisi ini adalah Hans Bisay, anak adat dari Pom, Yapen Utara. Dia anak adat yang berjuang gigih menguasai seluruh bidang keilmuan yang ada dalam dunia pers. Dia bisa melakukan semua sub-sub bidang yang ada dalam pekerjaan pers.

Suatu saat dia bertanya kepada saya, ‘’ Bos ini apa maksudnya, dan kemana tujuannya ?’’ Saya menjawab,’’ Hans, jika kamu pernah bercita-cita tentang Papua ke depan yang lebih baik. Jika kamu pernah bermimpi tanah kelahiranmu akan menjadi tempat yang damai dan sejahtera. Lihatlah bangunan hotel Aston yang tinggi megah menjulang itu. Sebelum bangunan itu ada, bangunan itu sudah ada dalam pikiran arsiteknya pak Yan Okago. Yang nampak di alam material ini semua berasal dari alam spiritual lalu ke alam mental. Kita bisa rancang Papua yang kau impikan itu dalam lembaga kecil Pers Adat yang kau pimpin.’’

Pers adat secara ideologis adalah Pers Pancasila yang menurunkan gradasi keberadaannya dari skup ke-Indonesiaan pada skup Papua. Dalam skup universalnya adalah Pers Ketuhanan.

Harapan ini harus kita wujudkan dengan membangun pemikiran argumentatif menyimak seluruh persoalan Papua – Jakarta, dan melahirkan sebuah formula yang jitu. Ibarat seorang dokter yang setelah proses diagnosa kemudian memegang secarik resep yang ampuh. Revisi Otonomi Khusus yang sedang diperjuangkan oleh Gubernur Lukas Enembe untuk menjadi alat kebangkitan orang Papua. Disini bagiannya spiritual dan intelektual kita bekerja maksimal, menembus langit, menembus Jakarta menembus hati siapa saja yang kakinya berpijak diatas Tanah Adat Papua. Dengan argumentasi yang didasarkan kepada ideologi ketuhanan yang universal , digagas dalam kerangka bingkai ideologi pancasila yang freksensinya sudah tersambung jernih. Bahwa Ke-Papua-an adalah bagian yang sama pentingnya dengan wilayah lain, dalam posisinya sebagai penyempurna bangunan Ke-Indonesia-an.


back to top

__Topik-Topik Pilihan__ Patut Dibaca;;;