Дървен материал от www.emsien3.com

The best bookmaker bet365

The best bookmaker bet365

Menu
RSS
Ambrosius Degey:  Ingin Mewakili Rakyat LSM (1)

Ambrosius Degey: Ingin Mewakili Ra…

NABIRE - Direktur Ya...

Kisah Auki (2): Misa Pertama dan Kehadiran Agama Kristen Protestan

Kisah Auki (2): Misa Pertama dan Ke…

Pada tanggal 21 Dese...

Ingin Kuliah ke Australia?

Ingin Kuliah ke Australia?

ANDA ingin kuliah ke...

The First River of Eden!

The First River of Eden!

  While most people...

Mengapa Kami Menggunakan Nama Taman Firdaus?

Mengapa Kami Menggunakan Nama Taman…

Oleh: Engelbertus P ...

Jimi Demianus Iji: Orang Papua Hidup Rukun Antar Agama Sejak Dulu

Jimi Demianus Iji: Orang Papua Hidu…

JAKARTA - "Kami meny...

Anton Tony Mote Mengeluh Soal Kepunahan OAP

Anton Tony Mote Mengeluh Soal Kepun…

Pelaku dunia kesehat...

Ini Pernyataan Jokowi Terkait Tragedi Enarotali

Ini Pernyataan Jokowi Terkait Trage…

Rakyat Papua sudah l...

Sering Terjadi Penembakan: Dua Kabupaten Ini Diminta Ditutup

Sering Terjadi Penembakan: Dua Kabu…

HOLLANDIA - Beberapa...

Prev Next

In order to view this object you need Flash Player 9+ support!

Get Adobe Flash player
A+ A A-

Pers Adat Papua Sebuah Gagasan (Secercah Harapan dari Timur/7)

Ketua PWI Papua terpilih, Abdul Munib bersama mantan Ketua PWI sebelumnya, Frans Ohoiwutun (foto: antara/alfian) Ketua PWI Papua terpilih, Abdul Munib bersama mantan Ketua PWI sebelumnya, Frans Ohoiwutun (foto: antara/alfian)

Oleh : Abdul Munib (Ketua PWI Provinsi Papua)

Bersama Universitas Bertahta di Batok Kepala

Satu hal yang perlu ditegaskan dalam pekerjaan pers adalah bahwa, pekerjaan itu adalah pekerjaan berpikir. Menulis itu bentuk luar yang nampak, bentuk dalamnya adalah berpikir. Pekerjaan lain yang juga memakai alat pikiran adalah mengajar hingga penelitian ilmiah. Dan pekerjaan berpikir paling sederhana dan efektik adalah membaca. Yang dibaca bukan saja huruf-huruf yang ada di buku dalam perpustakaan. Melainkan segala hal yang meliputi semua keberadaan.

Satu unik meja kayu, sebelum ia menjadi meja kayu dia ada di dimensi mental alam konsep si pembuatnya. Lalu digambar secara visul diatas kertas ; tingginya berapa, lebarnya berapa, pakai kayu apa dan ketentuan lainnya yang sudah pasti. Setelah sebabnya sempurna jadilah meja kayu itu. Sebab sempurna disini adalah adanya kayu, adanya tukang, adanya yang memesan meja, adanya alat kerja dan tentu saja adanya niat. Setelah sebab sempura semuanya ada, terciptanya meja hanya soal waktu. Disinilah waktu adalah dimensi ke empat dari alam materi.

Universitas yang merupakan muara dari segala pengetahuan betindak mengurai keilmuan kedalam fakultas-fakultas dan jurusan-jurusan. Bahkan sampai pada tingkat spesialis. Misalnya terjadi pada jurusan kedokteran. Satu tubuh manusia dikapling oleh hampir sepuluh dokter spesialis ; dokter spesialis anak, kandungan, THT, penyakit dalam, mata, gigi, kulit, jantung, tulang ahli radiologi dan lain-lain. Dengan ini maka universitas menilai tidak mungkin usia manusia yang pendek cukup untuk belajar semua ilmu dalam unversitas, sedangkan untuk mengambil satu spesialis saja dalam kedokteran butuh waktu yang lama. Ilmu disana terpecah menjadi seperti sparepart dalam sebuah mobil.

Pers pun mengalami pembagian-pembagian informasi. Media umum sekalipun di dalamnya membagi berita ke dalam ; kriminal, olahraga, bisnis, iptek, politik, hukum dan lain sebagainya. Bahkan najalah-majalah memposisikan dirinya jadi majalah khusus ; pertanian, ruang angkasa, ikan, ekonomi, bahkan handphone.

Pers seharusnya juga memiliki informasi universal yang benar. Agar semua bidang informasi itu bisa tersederhanakan dan dikonsumsi masyarakat menjadi bahan yang mencerahkan. Namun semua itu kembali kepada ketersediaan sumberdaya manusia. Cahaya risalat yang dibawa oleh para nabi adalah sumber tak pernah kering yang menjadi acuan perjalanan umat manusia dari waktu ke waktu. Pers harus ambil bagian dalam misi pencerahan ini. Karena informasi yang hanya mengutamakan material sebagai bahan awal dan menjadi tujuan pada tahap berikutnya, hanya akan menyuguhkan tulisan-tulisan yang dangkal dan kering. Dan masyarakat tersekat oleh mental individualis yang senantiasa mengkekalkan keakuannya. (bersambung)


back to top

__Topik-Topik Pilihan__ Patut Dibaca;;;