Дървен материал от www.emsien3.com

The best bookmaker bet365

The best bookmaker bet365

Menu
RSS
Ini Alasan Mengapa Prabowo Ingin Menjadi Presiden

Ini Alasan Mengapa Prabowo Ingin Me…

{flike}JAKARTA - Ada...

Koyeidaba dan Touye Kapogeiye (3/Mumai)

Koyeidaba dan Touye Kapogeiye (3/Mu…

Apakah sikap dan tin...

Romo Benny Susetyo: Perang Gaza Akibat Janji Inggris yang Belum Ditepati

Romo Benny Susetyo: Perang Gaza Aki…

JAKARTA - Setelah se...

Di Tubuh Seorang Pemabuk

Di Tubuh Seorang Pemabuk

ALKOHOL jelas berbah...

Saatnya Buka Kran Jodoh ke Papua New Guinea

Saatnya Buka Kran Jodoh ke Papua Ne…

{flike}NABIRE - Peme...

Diisukan, Ufo Sering Muncul di Mapia - Papua

Diisukan, Ufo Sering Muncul di Mapi…

{flike}BOMOMANI - Me...

Benny Giay Kritisi Pelaksanaan KKR di Tanah Papua

Benny Giay Kritisi Pelaksanaan KKR …

JAYAPURA - Pendeta B...

Majalah Pelita Papua di Merauke Dilarang Cetak

Majalah Pelita Papua di Merauke Dil…

MERAUKE - Juli  2013...

Ambrosius Degey:  Ingin Mewakili Rakyat LSM (1)

Ambrosius Degey: Ingin Mewakili Ra…

NABIRE - Direktur Ya...

Jokowi Berharap Suara di Lampung

Jokowi Berharap Suara di Lampung

JAKARTA - Jokowi ber...

Prev Next

In order to view this object you need Flash Player 9+ support!

Get Adobe Flash player
A+ A A-

Pers Adat Papua Sebuah Gagasan (Secercah Harapan dari Timur/5)

Ketua PWI Papua terpilih, Abdul Munib bersama mantan Ketua PWI sebelumnya, Frans Ohoiwutun (foto: antara/alfian) Ketua PWI Papua terpilih, Abdul Munib bersama mantan Ketua PWI sebelumnya, Frans Ohoiwutun (foto: antara/alfian)

Oleh : Abdul Munib (Ketua PWI Provinsi Papua)

Ranah Dunia Maya; Semesta Tak Bertepi

Munculnya zaman teknologi internet, menyeret pers ke ruang yang tak bertepi, - dari sebelumnya ruang terbatas berupa oplah dan jangkauan siaran. Di ranah dunia maya seseorang bisa menulis sebuah artikel yang panjangnya tak terbatas. Dan batasnya hanya sejauhmana si penulis sudah menyerah karena capek.

Selain itu di ranah dunia maya yang mirip seperti semesta tak bertepi, pers bercampur dengan segala jenis informasi yang sudah dicapai oleh otak manusia. Internet menjadi keranjang sampah raksasa tempat menampung pikiran-pikiran manusia yang kebanyakan afkir. Informasi inti berupa ilmu rahasia, tetap disembunyikan dalam genggaman pemiliknya sebagai alat melanggengkan dominasi.

Jika televisi masih bisa dihitung jumlah cenelnya yang hanya ribuan. Internet memiliki jutaan klik, untuk jutaan pilihan situs yang tersedia. Di dunia maya seorang bintang tenggelam dalam samudera tak berbatas. Siapa akan menghiraukan dalam miliaran manusia,

Media sosial yang karena pemakainya belum menyelesaikan ideologinya, seringkali cenderung membawa dampak buruk. Apapun hebatnya teknologi manusia, dalam keadaan ideologi ketuhanan belum difahami dengan baik, yang tampak ke depan adalah keburukan.

Semesta tak bertepi dunia maya hanya ramai dengan debat kusir dan olok-olok. Tempat curhat melankolis manusia pemuja keakuan. Seorang harus bersolek sukat dirinya untuk memikat perhatian. Tabu dan malu yang terbungkus oleh sifat fitrah manusia dieksplorasi total dalam pornografi, pun tetap membosankan. Akhirnya dinia maya mengukuhkan sebuah kemenangan untuk ketidak pedulia. Sekuta pasukan tim penghujat dengan ungkapan kata paling kotor pun disana berteriak sampai suara serak. Belantara tak berbatas nan sepi. Membuat pers disana bagai mengkapling langit. (bersambung)



 

 

back to top

__Topik-Topik Pilihan__ Patut Dibaca;;;