Дървен материал от www.emsien3.com

The best bookmaker bet365

The best bookmaker bet365

Menu
RSS
Ambrosius Degey: Ingin Mewakili Rakyat LSM (2)

Ambrosius Degey: Ingin Mewakili Rak…

SUGAPA - Perjuangan ...

Majalah Pelita Papua di Merauke Dilarang Cetak

Majalah Pelita Papua di Merauke Dil…

MERAUKE - Juli  2013...

Buku Yoman Dijual Diam-Diam

Buku Yoman Dijual Diam-Diam

{flike}HOLANDIA - Ho...

Biar Jelek, Dia Temanmu

Biar Jelek, Dia Temanmu

1). Apa yang kita bu...

ARB dan Prabowo Bangun Koalisi, Lalu Siapa Capresnya?

ARB dan Prabowo Bangun Koalisi, Lal…

JAKARTA - Pertemuan ...

Memenuhi 5 Syarat Ini, Anda Bisa Menjadi Pemimpin

Memenuhi 5 Syarat Ini, Anda Bisa Me…

JIKA anda ingin atau...

Kamil: Rakyat Jangan Berpatokan "Quik Count"

Kamil: Rakyat Jangan Berpatokan …

{flike}JAKARTA - Kom...

Menengok Suasana Ramadhan di Pasifik

Menengok Suasana Ramadhan di Pasifi…

{flike}FIJI - Suasan...

Dialog Papua Jakarta, Butuh Mediator Netral

Dialog Papua Jakarta, Butuh Mediato…

JAKARTA - Pendeta Li...

Usai Dibebaskan, 5 Pejuang Papua Merdeka Ini Mengaku Tidak Dendam Pada Polisi Indonesia

Usai Dibebaskan, 5 Pejuang Papua Me…

{flike}JAYAPURA - Ke...

Prev Next

In order to view this object you need Flash Player 9+ support!

Get Adobe Flash player
A+ A A-

Pers Adat Papua Sebuah Gagasan (Secercah Harapan dari Timur/4)

Ketua PWI Papua terpilih, Abdul Munib bersama mantan Ketua PWI sebelumnya, Frans Ohoiwutun (foto: antara/alfian) Ketua PWI Papua terpilih, Abdul Munib bersama mantan Ketua PWI sebelumnya, Frans Ohoiwutun (foto: antara/alfian)

Oleh : Abdul Munib (Ketua PWI Provinsi Papua)

Trias Politika; Satu Kuasa Dibagi Tiga

Format politik kita yang ditata dalam pedoman dasar Trias Politika, - satu kuasa dibagi tiga oleh eksekutif, legeslatif dan yudikatif, menjadikan kekuasaan tidak tergenggam secara terpusat seperti layaknya sisitim kerajaan. Bibir manis yang biasa memuji pers selalu mengatakan dengan sebutan ‘Pers adalah Pilar ke Empat Demokrasi’. Padahal dia hanya seekor anak kucing yang mebayangkan dirinya adalah seekor singa.

Dalam sistem tiga distributor kekuasaan yang menimbulkan celah diantara ketiganya, pers suka bermain kesana-kemari. Satu waktu dia ber main di eksekutif, kali lain lompat ke legeslatif dan pada kesempatan lainnya lompat lagi ke yudikatif. Di tangan para pedagang, pers nasional sering hanya dijadikan alat bahan kontak dengan ketiga distributor kekuasaan itu. Yang berujung pada negosiasi kecil-kecilan untuk memperoleh uang receh ditangan bocah.

Dalam pandangan idealis saya, pers nasional harus berada langsung dalam genggaman Majelis Persmusyawaratan Rakyat. Pemimpin berhikmat yang setiap tahun meminta pertanggung-jawaban pada pemimpin pers berkenaan dengan tugasnya sebagai pengawal ideologi pancasila. Tubuh pers harus di isi oleh manusia bermutu yang telah melebur dirinya dalam Pancasila. Sistemnya terbentuk secara Pancasilais. Wajah perusahaannya adalah koperasi yang memberi kemakmuran pada seluruh insan pers. Dan tujuan akhirnya nya adalah keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. (bersambung)


back to top

__Topik-Topik Pilihan__ Patut Dibaca;;;