Дървен материал от www.emsien3.com

The best bookmaker bet365

The best bookmaker bet365

Menu
RSS
Benny Giay Tegas Tolak Pemekaran dan Transmigrasi

Benny Giay Tegas Tolak Pemekaran da…

SETELAH sebelumnya, ...

Kisah Auki (2): Misa Pertama dan Kehadiran Agama Kristen Protestan

Kisah Auki (2): Misa Pertama dan Ke…

Pada tanggal 21 Dese...

Okai Too Okai

Okai Too Okai

Ia suka berdiri di t...

Sering Terjadi Penembakan: Dua Kabupaten Ini Diminta Ditutup

Sering Terjadi Penembakan: Dua Kabu…

HOLLANDIA - Beberapa...

Memenuhi 5 Syarat Ini, Anda Bisa Menjadi Pemimpin

Memenuhi 5 Syarat Ini, Anda Bisa Me…

JIKA anda ingin atau...

Prahara Kabupaten Dogiyai

Prahara Kabupaten Dogiyai

Iridescent is a vibr...

Ewanetaida (Tempat Wajib Istirahat)

Ewanetaida (Tempat Wajib Istirahat)

Istilah ini lama kel...

Kisah Auki (1): Berpisah dari Tage, Menetap di Modio

Kisah Auki (1): Berpisah dari Tage,…

Auki Tekege ialah so...

Mencari Hilangnya Kisah Taman Eden di Tanah Papua

Mencari Hilangnya Kisah Taman Eden …

KISAH TAMAN EDEN dit...

Franz Magnis Suseno: Kehadiran Jokowi di Tanah Papua Tidak Perlu

Franz Magnis Suseno: Kehadiran Joko…

JAKARTA - Pakar Etik...

Prev Next

In order to view this object you need Flash Player 9+ support!

Get Adobe Flash player
A+ A A-

Menkopolhukam: Presiden Sudah Dapat Laporan Soal Penembakan Warga di Paniai

Menkopolhukam: Presiden Sudah Dapat Laporan Soal Penembakan Warga di Paniai

PRESIDEN Joko Widodo disebut sudah mendapat laporan soal dugaan penembakan warga sipil oleh aparat kepolisian di Enarotali, Kabupaten Paniai, Papua. Hingga Senin (8/12/2014) malam, kepolisian masih melakukan verifikasi tentang jumlah korban dalam insiden tersebut.

"Sudah, Kapolri lapor langsung ke presiden. Beliau (Jokowi) hanya minta disesuaikan saja, karena beliau tahu medannya ini sangat sulit dijangkau," ujar Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Tedjo Edhy Purdijatno saat dihubungi, Senin (8/12/2014) malam.

  Tedjo mengatakan lokasi penembakan di Enarotali ini juga menjadi sebab hingga sekarang informasi yang dimiliki Pemerintah soal insiden tersebut masih simpang siur. Dia mengatakan informasi terakhir yang didapat adalah 4 warga sipil tewas.

Menurut Tedjo, penembakan ini diduga berawal dari aksi massa yang melawan aparat. "Aparat membela diri, sudah diberikan peringatan, tapi akhirnya ada korban," ujar dia.

Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Laut itu menuturkan Wakil Kepala Polda Papua dan perwakilan TNI Angkatan Darat sudah menuju ke lokasi tersebut. Diperkirakan mereka tiba di Enarotali pada Selasa (9/12/2014).

Sebelumnya, Dewan Adat Paniai, John Gobay mengatakan, kerusuhan ini disebabkan aksi penembakan lima warga sipil oleh aparat TNI-Polri di Lapangan Karel Gobai, Kampung Madi, Distrik Paniai Timur, Enarotali, Senin.

Menurut John, lima warga yang tewas itu sebelumnya berniat menuntut klarifikasi atas kasus penganiayaan warga oleh dua orang yang diduga adalah aparat pada Minggu (7/12/2014) malam.
 
John Gobay menjelaskan, insiden itu terjadi sekitar pukul 10.00 WIT, ketika ratusan warga dari Kampung Ipakije berkumpul di Lapangan Karel Gobai. Suasana memanas, ujar dia, ketika massa membakar mobil Fortuner yang dipakai dua orang yang diduga sebagai pelaku penganiayaan.

Usai pembakaran mobil tersebut, massa kembali ke lapangan sembari melakukan waita, tarian perang. Aparat TNI-Polri yang berkumpul di Mapolsek Paniai Timur berusaha membubarkan massa tetapi justru massa bertambah banyak dan masih terus melakukan waita.

“Aparat kemudian melepaskan tembakan yang mengakibatkan 4 warga meninggal di tempat, dan puluhan orang lainnya luka-luka. Lima orang yang meninggal yakni Habakuk Degei, Neles Gobay, Bertus Gobai, Saday Yeimo dan Apinus Gobai,” sebut John Gobay. [ kompas.com ]

back to top

__Topik-Topik Pilihan__ Patut Dibaca;;;