Дървен материал от www.emsien3.com

The best bookmaker bet365

The best bookmaker bet365

Menu
RSS
Noak Nawipa Minta Jokowi Siapkan Papua Sebagai Negara Baru

Noak Nawipa Minta Jokowi Siapkan Pa…

JAYAPURA - Tokoh aga...

Ini Alasan Mengapa Prabowo Ingin Menjadi Presiden

Ini Alasan Mengapa Prabowo Ingin Me…

{flike}JAKARTA - Ada...

Paus Pecat 4 Kardinal Bank Vatikan

Paus Pecat 4 Kardinal Bank Vatikan

{flike}VATIKAN - Pau...

Kotouki Diselamatkan Lumba-Lumba Sampai Di Malaysia, Ini Kisahnya (1)

Kotouki Diselamatkan Lumba-Lumba Sa…

Pernahkah anda mende...

Ini Kesaksian Novela Nawipa yang Menghebohkan itu

Ini Kesaksian Novela Nawipa yang Me…

JAKARTA - Sebelumnya...

Ada yang Membunuh Persipura?

Ada yang Membunuh Persipura?

KEKALAHAN telak Pers...

Kinerja dan ULP di Intan Jaya Lebih Tinggi di Tanah Papua

Kinerja dan ULP di Intan Jaya Lebih…

BILOGAI – Upaya peme...

Kisah Auki (1): Berpisah dari Tage, Menetap di Modio

Kisah Auki (1): Berpisah dari Tage,…

Auki Tekege ialah so...

Deiyai, Nabire, Dogiyai, Intan Jaya dan 243 Kabupaten Akan Pilkada Tahun 2015?

Deiyai, Nabire, Dogiyai, Intan Jaya…

POLEMIK tentang UU P...

Okai Too Okai

Okai Too Okai

Ia suka berdiri di t...

Prev Next

In order to view this object you need Flash Player 9+ support!

Get Adobe Flash player
A+ A A-

Ketika Handphone Menjadi Bagian dari ATK Bagi Pelajar Mahasiswa

Ketika Handphone Menjadi Bagian dari ATK Bagi Pelajar Mahasiswa

Sebuah catatan Reflektif pribadi dari penulis, setelah melihat dan mengamati fakta yang tengah berjalan mulus di sedataran kota Nabire*

Kita telah mengetahui bersama bahwa, handphone adalah sebuah alat komunikasi yang berfungsi untuk menghubungi orang. Baik itu melalui sms (short message service) maupun melalui panggilan (calling). Handphone itu sendiri, kini sudah mulai beredar dengan berbagai macam jenis merk. Baik itu jenis yang berukuran besar seperti; Buku tulis hingga paling terkecil, yakni seperti; korek gass. Sehingga mudah untuk dibawah kemana saja, dan kapan saja. Sehingga menarik perhatian banyak kalangan. Baik itu dari anak-anak hingga orang dewasa.

Jika kita amati di Papua khususnya dikota nabire, banyak banyak sekali pelajar dan mahasiswa yang kini sudah dan sedang menjadikan handphone sebagai bagian dari peralatan ATK yang wajib dibawah ke sekolah. Dan ditemukan pula, ada yang bahkan sering lupa membawa buku bolpoin peralatan ATK yang semestinya, melainkan yang mereka bawah adalah Handphone beserta headset. Berbagai merk handphone yang mereka bawah adalah seperti; Mito, Nokia, Cross G-star, Black Berry, Blue Berry, Vino, Samsung, dan lain-lain. Agaknya ironis. Akan tetapi inilah yang benar-benar tengah terjadi (Realistis).

Menurut pengamatan pribadi saya, dikampus-kampus dan di sekolah-sekolah di sedataran kota Nabire, kini pelajar mahasiswa yang biasa membawa handphone ke sekolah dan menjadikannya sebagai peralatan ATK adalah hampir semua pelajar/mahasiswa. Dan jika dipersenkan besarannya mencapai 99%. Beraneka handphone yang dibawah oleh mereka adalah tidak lain untuk, dengar-dengar lagu, kirim-kirim lagu, video,  sms-an chatting via facebook/twitter dan sebagainya. Sehingga membuat siswa (individu) tersebut tidak bakal konsen dalam hal menerima pelajaran (materi). Hal seperti ini diakibatkan karna pada saat guru menerangkan atau mengajar di depan kelas siswa tersebut sibuk dibelakang dengan sms-an, chatting, kirim lagu, video dan sebagainya.

Sebagai contoh kongkret, serupa dengan hal seperti diatas juga pernah dialami oleh dua orang  teman sekelas saya.  Saat itu, ibu guru sedang menerangkan di depan kelas. Dan pada saat yang bersamaan ada dua teman saya yang sibuk saling kirim lagu via blotooth dari Handphone-Nya masing-masing. Kemudian ibu guru tanya; “Toni, Petrus kok kalian pada sibuk belakang! Lagi pada buat apa itu? (rautnya, dengan wajah yang penuh keseriusan). Kemudian salah satu dari mereka mejawab; “Ah tidak ibu, kami ada baku tanya rumus ini, soalnya saya agak lupa satuan dari rumus-rumus tersebut jadi! (Ujar Petrus dengan wajah yang tergesa-gesa). Kemudian ibu menyahut lagi, “Hmmm dari kalian punya raut wajah, tingkah laku saat menjawabpertanyaan ibu saja ibu sudah mengetahuinya. Jadi, lain kali jangan sampai terulang  lagi ee..!” Kemudian Ia jawab lagi; "Ia ibu yang tadi kami dua sibuk itu kami dua baku kirim lagu, dan untuk selanjutnya kami berjanji tidak akanmelakukan hal seperti ini lagi.(Ungkit Toni dengan wajah penuh Pede). Setelah itu kami pun melanjutkan belajar seperti biasa lagi.

Dengan beberapa tingkah laku seperti yang sudah tertera diatas, maka yang jelas bahwa siswa tersebut tidak akan konsen terutama dalam hal menerima materi/pelajaran. Sehingga yang perlu diperhatikan oleh Pemerintah Daerah (PEMDA) dan seluruh stake holder yang berkecimpung di suatu sekolah atau kampus setempat adalah. Mengketatkan peraturan; baik itu dikampus-kampus maupun disekolah-sekolah. Terlebih dalam hal “Dilarang membawa Handphone kesekolah..!!!”. Kecuali bagi siswa/I yang titik letak rumahnya jauh dari sekolah. Itupun, setiap pagi sebelum masuk ke lingkup KBM titip ke kesiswaan atau guru yang bersangkutan.

Dengan demikian, maka tidak akan ada perasaan prasangka antara pihak yang mendidik dan pihak yang di didik. Dan secara tak terpungkiri suasana belajar baik dalam kelas maupun diluar kelaspun akan menjadi lebih efektif dan efisien.

Semoga catatan sesingkat ini dapat bermamfaat bagi kita semua. Salam perubahan...!!


back to top

__Topik-Topik Pilihan__ Patut Dibaca;;;