Дървен материал от www.emsien3.com

The best bookmaker bet365

The best bookmaker bet365

Menu
RSS
Ewanetaida (Tempat Wajib Istirahat)

Ewanetaida (Tempat Wajib Istirahat)

Istilah ini lama kel...

Koyeidaba dan Touye Kapogeiye (1)

Koyeidaba dan Touye Kapogeiye (1)

KOYEIDABAA ialah tok...

Romo Manuel Musallam: Jika Mesjidmu Terkena Bom, Silakan Adzan dari Gereja Kami

Romo Manuel Musallam: Jika Mesjidmu…

{flike}PALESTINA  - ...

Menteri Yembise Didemo Mama-Mama di Airport Sentani

Menteri Yembise Didemo Mama-Mama di…

SENTANI – Sejumlah m...

H+1 Prabowo - Hatta Unggul di Papua

H+1 Prabowo - Hatta Unggul di Papua

{flike}HOLANDIA - Pa...

Kepada Dubes Australia, Enembe Minta Pemerintah Pusat Patuhi UU Otsus

Kepada Dubes Australia, Enembe Mint…

JAYAPURA – Gubernur ...

7

7

Kami tolak hukum ada...

Rio Grime (1): Berawal dari Teater Budaya Papua di Jakarta

Rio Grime (1): Berawal dari Teater …

Tanah Papua pernah m...

Jokowi Berharap Suara di Lampung

Jokowi Berharap Suara di Lampung

JAKARTA - Jokowi ber...

Martha Pigome Raih Gelar Doktor Bidang Hukum

Martha Pigome Raih Gelar Doktor Bid…

NABIRE - Ada banyak ...

Prev Next

In order to view this object you need Flash Player 9+ support!

Get Adobe Flash player
A+ A A-

4 Intansi Teknis Seriusi Persoalan Pendidikan di Kab Dogiyai

4 Intansi Teknis Seriusi Persoalan Pendidikan di Kab Dogiyai

DOGIYAI – Bertempat di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Dogiyai (3/12), digelar rapat koordinasi antar beberapa instansi teknis untuk membahas persoalan pendidikan yang selama ini menyandera pembangunan pendidikan di kabupaten tersebut.

Instansi teknis yang hadir diantaranya, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kab Dogiyai, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kab Dogiyai (BAPPEDA), dan Kantor Keuangan dan PAD Kab Dogiyai.

Rakor ini dibuka oleh Asisten II Setda Kabupaten Dogiyai, Drs. Anton Iyowau. Dalam sambutannya, Iyowau mengatakan, pendidikan akan maju apabila ada kekompakan dan kerja sama serta saling bahu membahu bergandengan tangan bersama-sama membangun dunia pendidikan di Kabupaten Dogiyai.

“Apabila masing-masing instansi berjalan sendiri-sendiri, maka, pembangunan di daerah ini akan mandeg dan mundur ke belakang”, ujar Asisten II, Anton Iyowau.

Persoalan-persoalan yang sering timbul dalam pembangunan dunia pendidikan di Kabupaten Dogiyai, dirangkum oleh salah seorang  pegawai Dinas P dan P Kabupaten Dogiyai, Yulianus Frans Magai dan dikirim kepada media ini lewat email.

1.  Penggunaan Dana BOS

Dana BOS selama ini kurang jelas penggunaanya. Guru-guru dari berbagai pelosok selalu datang mengadu ke dinas. Tidak hanya di Dogiyai, tetapi hampir semua tempat di Papua. Salah satu penyebabnya adalah tidak adanya control dan pengawasan dari pusat maupun dari provinsi.

2.  Rumah Dinas Guru

Rumah-rumah dinas guru juga menjadi perhatian dalam rapat Koordinasi ini. Rumah dinas yang ada, sudah lapuk dan tidak berfungsi. Guru-guru tidak mau tinggal karena pemilihan lokasi bangunan tidak membuat guru nyaman. Ada rumah yang dibangun di tempat keramat.

Kontraktor yang ditunjuk lebih mengejar waktu, dari pada hasil pekerjaan. Dinas perlu memiliki dena bangunan rumah yang layak huni. Penampilan bangunan harus beda dari rumah dinas lain. Kontraktor harus tunduk pada desain rumah yang dimiliki dinas.

Dalam pemilihan lokasi, kontraktor, pihak sekolah, dan orang tua murid belum pernah duduk bersama-sama.

Di tingkat gugus, rapat-rapat tahunan secara rutin jarang dilakukan. Kepala Distrik jarang mengumpulkan kepala-kepala sekolah, begitupun sebaliknya. Tidak ada inisiatif untuk mengundang Dinas terkait untuk melihat permasalahan yang ada, begitupun dengan stakeholder.

3. Sosialisasi Aturan Nasional

Dalam rapat koordinasi ini juga dibahas mengenai kegiatan sosialisasi yang sering dilakukan dinas. Masalahnya adalah, dinas terlalu sering mengundang pihak sekolah tanpa memperhatikan waktu mengajar. Harunys dicari waktu yang tepat, agar bahan-bahan dari Kemendikbud bisa diserap dengan baik tanpa mengganggu aktifitas guru di sekolah.

4. Pembayaran Gaji Lewat Bank 

Salah satu masalah pokok yang sekarang dialami guru-guru di pedalaman adalah, wajib mengambil gaji di Bank Papua Moanemani. Sebelumnya, gaji diurus oleh Bendahara Sekolah dan guru ambil gaji di tempat. Akibatnya, seminggu dipakai guru untuk pergi ambil gaji di Moanemani. Seminggu pula murid dilupakan.

5. Status Kepemilikan Sekolah

Dipersoalkan pula pembangunan gedung sekolah secara swakelolah dan status lokasi Sekolah yang sering dipersoalkan oleh pemilik tanah. Sering rakyat pemilik lokasi, tidak menyadari betapa pentingnya sekolah di wilayahnya.

6.  Guru Berpindah ke Jabatan Struktural

Salah satu fenomena yang muncul dewasa ini adalah tenaga guru yang beralih profesi ke jabatan-jabatan struktural. Hal ini menyebabkan, sekolah-sekolah menjadi kosong, tidak terurus dan hampir pasti ditutup.

MELIHAT berbagai masalah ini, kemudian, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Dogiyai, Drs. Andreas Yobe, M. Hum mengambil sejumlah solusi yang bisa ditempuh dan dipikirkan bersama-sama.

Kata Yobe, dana BOS langung ditransfer oleh Provinsi ke rekening sekolah, tidak lewat dinas. Kedepan sebagai kontrol, pihaknya akan mengundang kepala sekolah setiap kali pencaian. Tidak hanya  kepala sekolah, tetapi pihaknya akan mengundang semua dewan guru, bendahara dan komite sekolah agar bisa duduk bersama, bermusyawah dan bermufakat mencari solusi bagaimana menggunakan dana BOS tersebut secara bersama-sama, transparan dan akuntabel.

Masalah rumah dinas guru, Yobe mengatakan,  mulai tahun 2012 pihaknya sudah membangun secara beratahap sesuai kemampuan anggaran. Terkait lokasi dan tipe bangunan menjadi catatan penting yang akan diperhatikan.

Soal koordinasi tingkat Distrik, pihaknya mulai tahun 2014 ini akan berikan 10 juta perlembaga untuk 11 gugus yang ada di Kabupaten Dogiyai. Diharapkan, dengan dana tersebut, dapat dibenahi legalitas lembaga dan tahun 2015 sudah diefektifkan program kerjanya.

Terkait kebanyakan undangan dari dinas untuk mengikuti sosialisasi program online dari Kemendikbud, akan dicarikan waktu yang tepat agar tidak mengganggu proses belajar mengajar.

Sedangkan sistem penggajian melalui Bank Papua, kata Yobe, hal tersebut bukan saja dialami oleh para guru, tetapi juga oleh mantri dan perawat serta pegawai Distrik. Oleh sebab itu, diharapkan kedepan ada cabang kantor cabang kantor Bank Papua di pelosok.

Menyangkut tunjangan kinerja, pembangunan gedung sekolah, dan statuta tanah, dan kepangkatan guru, Yobe meminta agar keempat Dinas yang diundang untuk bersama-sama memperhatikan hal tersebut. Diantaranya, termasuk guru-guru yang berpindah ke jabatan struktural.

Hasil rapat koordinasi ini telah memutuskan bahwa mulai tertanggal  1 Januari 2015, pembinaan kepegwaian bagi Guru PNS akan diserahkan kepada Dinas P dan K Kab Dogiyai. Diharapkan akan serahkan ke Yayasan YPPK dan Yayasan YPPGI bagi Guru PNS yang diperbantukan ke sekolah swasta. Berharap akan ada sistem pembinaan kepegawaian bagi guru PNS akan lebih jelas sehingga akan lebih mudah dalam hal pengawasan bagi setiap guru yang ada. [n]



back to top

__Topik-Topik Pilihan__ Patut Dibaca;;;