Дървен материал от www.emsien3.com

The best bookmaker bet365

The best bookmaker bet365

Menu
RSS
Kisah Auki (3): Sempat Diancam dan Dipenjarakan Tentara Dai Nippon

Kisah Auki (3): Sempat Diancam dan …

Tahun-tahun berikutn...

Warga Vanimo Suka Masakan Khas Indonesia

Warga Vanimo Suka Masakan Khas Indo…

{flike}VANIMO - Keti...

Black Brohters Show di Merauke, Ini Jepretan Bruder Yos Manuel

Black Brohters Show di Merauke, Ini…

MERAUKE - Group Band...

Romo Benny Susetyo: Perang Gaza Akibat Janji Inggris yang Belum Ditepati

Romo Benny Susetyo: Perang Gaza Aki…

JAKARTA - Setelah se...

Kepada Dubes Australia, Enembe Minta Pemerintah Pusat Patuhi UU Otsus

Kepada Dubes Australia, Enembe Mint…

JAYAPURA – Gubernur ...

Kisah Auki (5/Habis): Ini Pesan Terakhir

Kisah Auki (5/Habis): Ini Pesan Ter…

Auki ialah manusia p...

Paus Pecat 4 Kardinal Bank Vatikan

Paus Pecat 4 Kardinal Bank Vatikan

{flike}VATIKAN - Pau...

Kamil: Rakyat Jangan Berpatokan "Quik Count"

Kamil: Rakyat Jangan Berpatokan …

{flike}JAKARTA - Kom...

Menengok Suasana Ramadhan di Pasifik

Menengok Suasana Ramadhan di Pasifi…

{flike}FIJI - Suasan...

Ini Seruan Titus Pekei di Hari Noken Se-Dunia

Ini Seruan Titus Pekei di Hari Noke…

{flike}HOLANDIA - No...

Prev Next

In order to view this object you need Flash Player 9+ support!

Get Adobe Flash player
A+ A A-

Ini Rekomendasi Anak-Anak Terminal Untuk MUBES Meepago

Ini Rekomendasi Anak-Anak Terminal Untuk MUBES Meepago

MUSYAWARAH BESAR (MUBES) untuk pencegahan HIV/AIDS dan peredaran minuman keras di wilayah Nabire, Dogiyai, Deiyai, dan Intan Jaya akan digelar seminggu pada medio November 2014 ini. Hampir semua kalangan akan mengikuti iven akbar dan menentukan masa depan generasi wilayah tengah Papua ini.

Salah satu kelompok yang diundang untuk mengikuti kegiatan tersebut adalah anak-anak terminal Nabire. Mereka diundang untuk mendengar dan memberi sumbangan pikiran dan turut serta dalam upaya upaya pencegahan.

Tim yang terdiri dari anak-anak terminal akhirnya berkumpul untuk menyusun rekomendasinya yang akan disampaikan pada acara Musyawarah Besar Minuman Kerjas tersebut di wilayahnya. Akhirnya ditunjuk beberapa orang untuk menyusun dan memaparkan rekomendasi. Tim yang ditunjuk terdiri dari Kolling Mote selaku Ketua Tim, Tommy Yogi selaku Sekretaris Tim, dan anggota masing-masing Kris Mote, Titus Korano dan Engelbertus Degei.

Tim tersebut, pada awal rekomendasi menyampaikan terima kasih kepada Tuhan Allah Bapak disurga yang telah memberi inspirasi kepada Ketua Panitia, Pastor Natto Gobay Pr dan sekretaris Decky Kayame untuk mengadakan kegiatan penyelamatan nyawa manusia dari serangan miras dan HIV/AIDS.

“Kami merasa bahwa, lewat Musyawarah Besar rakyat Meepago ini akan menyelamatkan kami, anak-anak terminal khususnya dan masyarakat Meepago yang mulai hidup tak menentu akibat minuman keras dan HIV/AIDS yang kian hari tak tertahankan beredar di kalangan pasar dan generasi aibon yang tiap tahun meningkat”, demikian bunyi rekomendasi.

Ditulis, Mubes ini bertujuan untuk menyelamatkan generasi muda Meepago (Nabire, Dogiyai, Deiyai, Intan Jaya dan Timika), sehingga tim ini mengharapkan akan menghasilkan rekomendasi-rekomendasi yang tegas dan bijaksana sehingga kedepan akan mengurangi korban nyawa manusia dari serangan miras dan penyakit HIV/AIDS.

Ada dua point yang akan direkomendasikan dalam MUBES pencegahan HIV/AIDS dan Miras. Menurut tim ini,  pencegahan HIV/AIDS dan Pemberantasan Miras harus dilaksanakan bersamaan, berkesinambungan dan harus menjadi tanggung jawab semua pihak. Tidak hanya menjadi tanggung jawab pihak Gereja, LSM, KPAD, Pemerintah dan Tokoh Masyarakat, tetapi semua unsur masyarakat  harus bersinergi untuk memberantas kedua penyakit masyarakat ini.

HIV / AIDS berkembang di daerah Meepago ini, menurut tim ini, penyebab utama akibat penjualan miras di daerah ini. Sehingga dalam upaya pencegahan HIV/AIDS, kelompok ini minta dan sekaligus mengusulkan dalam Mubes ini untuk mencabut semua perijinan penjualan minuman keras di daerah ini.

“Apabila Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Daerah sayang kepada rakyat Papua, maka kami usulkan agar segera mencabut dan menghentikan penjualan dan peredaran minuman keras di daerah Meepago, khususnya”, demikian salah satu bunyi pernyataan rekomendasi.

Penjualan dan peredaran Minuman Keras di wilayah Meepago, khususnya di Kabupaten Nabire dilakukan berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 18 tahun 2003 tentang Miras. Oleh sebab itu, anak-anak terminal minta kepada DPRD dan Pemerintah Daerah segera mencabut Peraturan Daerah tersebut dan menerbitkan sebuah Peraturan Daerah baru tentang Pelarangan Penjualan Minuman Keras sebagai tindak lanjut dari Musyawarah Besar (MUBES) ini.

Kelompok ini juga berencana mengusulkan agar penetapan Kepala-Kepala Suku di wilayah Meepago harus diperjelas. Alasan utama karena, banyak kepala suku yang suka angkat-angkat diri dan tidak bertanggung jawab terhadap masalah-malasah sosial, khususnya yang terjadi di wilayah masyarakatnya sendiri. Kepala-Kepala suku gadungan ini, hanya kejar-kejar kepentingan pribadi dengan mengabaikan kepentingan umum.

“Salah satu penyebab miras beredar bebas, acara kewa disana sini disebabkan karena tokoh-tokoh masyarakat di daerah ini tidak bertanggung jawab. Mereka bebaskan rakyatnya bebas melakukan apa saja. Tidak ada pengurus, tokoh-tokoh masyarakat  yang berani tegur. Mereka hanya mengejar kepentingan di daerah-daerah pemekaran. Oleh sebab itu, hal ini juga akan kami usulkan dalam MUBES”, ujar Kolling Mote kepada media ini, Sabtu (15/11), akhir pekan lalu.

back to top

__Topik-Topik Pilihan__ Patut Dibaca;;;