Дървен материал от www.emsien3.com

The best bookmaker bet365

The best bookmaker bet365

Menu
RSS
Mengenal Tokoh Nuim Khaiyath Sang Legenda Radio Australia

Mengenal Tokoh Nuim Khaiyath Sang L…

Baik buruk hubungan ...

Ada yang Membunuh Persipura?

Ada yang Membunuh Persipura?

KEKALAHAN telak Pers...

Suara Adzan Siap Menggema di Vatikan

Suara Adzan Siap Menggema di Vatika…

TIMUR TENGAH - Untuk...

Noak Nawipa Minta Jokowi Siapkan Papua Sebagai Negara Baru

Noak Nawipa Minta Jokowi Siapkan Pa…

JAYAPURA - Tokoh aga...

Paus: Saya Percaya Tuhan, tetapi Bukan Tuhan Katolik

Paus: Saya Percaya Tuhan, tetapi Bu…

{flike}VATICAN  — Pa...

7 Jenis Burung Cenderawasih ini Sudah Mulai Punah

7 Jenis Burung Cenderawasih ini Sud…

{flike}Burung Cendra...

Rio Grime (1): Berawal dari Teater Budaya Papua di Jakarta

Rio Grime (1): Berawal dari Teater …

Tanah Papua pernah m...

Biar Jelek, Dia Temanmu

Biar Jelek, Dia Temanmu

1). Apa yang kita bu...

Paus Fransiskus Larang Anak Pegang HP di Kamar Tidur

Paus Fransiskus Larang Anak Pegang …

Pasu Fransiskus kemb...

Prev Next

In order to view this object you need Flash Player 9+ support!

Get Adobe Flash player
A+ A A-

Rakyat Mapia Tengah Masih Menunggu Jalan Trans Moanemani Modio

Rakyat Mapia Tengah Masih Menunggu Jalan Trans Moanemani Modio

POGIBADO - Tokoh masyarakat Modio, Thomas Gobay, kepada media ini mengatakan, “kami tidak perdulikan, apakah PT Vitas ka, Titus ka, Modes ka, Modern ka, yang penting Kontraktor yang sedang kerjakan jalan dari Moanemani, Bomomani Modio untuk segera ikuti perintah Bupati. Jika tidak, kami akan bikin aksi”, ujar Thomas Gobay yang tempo lalu (28/10) sempat mengirim Press Realise kepada media ini terkait berhentinya pembangunan  jalan di jalur dimaksud.

“Jalan trans yang sudah dibangun antara Moanemani, Bomomani dan Modio inikan atas perintah Bupati Dogiyai, Drs. Thomas Tigi. Kami masyarakat Modio, Hegoukotu, Abouhaga dan Piyaiye sangat menghargai kebijakan bupati tersebut. Namun kami mempertanyakan, mengapa, jalur yang sudah mendekati kampung Modio berhenti dan pihak kontraktor pindah kerja di jalur baru antara Abaimaida menuju Timeepa. Ini perintah siapa?”, ujar Thomas seraya mempertanyakan pihak kontraktor untuk memberi penjelasan kepada public, khususnya kepada masyarakat Mapia yang akan menggunakan jalan tersebut.

Thomas meminta, bila pemindahan itu atas ulah dan kemauan sendiri dari pihak kontraktor, maka, Thomas meminta agar Bupati mengganti kontraktor yang bandel dan tidak bisa mengamankan perintah bupati. Tetapi apabila pemindahan tersebut berdasarkan keinginan Tim Sukses Bupati, maka Thomas menyayangkan kerdilnya tindakan tersebut.

Untuk mengkonfirmasikan kebenaran kejadian ini, media ini sempat menghubungi Kepala DPU Kabupaten Dogiyai, namun HPnya tidak aktif. Berkali-kali dihubungi, HP tidak masuk. Signal Handphone di Dogiyai memang kurang jelas.

Beberapa anggota DPRD dari wilayah Mapia Tengah yang siap dilantik periode 2014-2019 enggan memberikan komentar. Katanya, tidak tahu menahu dengan pemberhentian pekerjaan jalan yang menghubungkan Bomomani Modio.

“Bapak silakan tanya kepada orang pertama yang melaporkan informasi tersebut,” ujar Ferdinand Gobay dari PKS yang lolos dari Dapil II Mapia Tengah.   

Barulah, pada pukul 12.13 siang 30 Oktober 2014 lalu, media ini berhasil menghubungi Stefanus Petege, tokoh masyarakat dan juga Pengusaha Lokal Dogiyai yang kebetulan berada di Moanemani, ibu kota Kabupaten Dogiyai.

Dirinya mengaku, sudah membaca berita yang dimuat edisi 29/10 dengan judul “Masyarakat Mateng Pertanyakan Kelanjutan Jalan Trans Moanemani Modio”. Dirinya perlu memberikan tanggapan atas berita tersebut.

Menurut Stef yang sering dipanggil Syena, kontraktor yang mengerjakan jalan trans Moanemani Modio adalah PT PARADISO, bukan PT Vitas. Perusahaan Paradiso tidak bersalah. Mereka bekerja sesuai kebijakan bupati bahwa jalan harus sudah tiba di Modio sampai bulan Desember 2014. Namun dana tidak mendukung.

“Anggaran yang disetujui DPRD pada Tahun Anggaran 2013 khusus untuk 10 Km saja, yaitu dari Kampung Abaimaida hingga jembatan rotan Kali Mapia. Dana yang ditetapkan kira-kira 12 Miliar lebih dan dana itu tidak cukup untuk sampai di kampung Modio, ibu kota distrik Mapia Tengah. Namun atas permintaan Kepala Distrik, pihak Paradiso menyanggupi pekerjaan sampai gunung Kimoupau, 1 km sebelum kampung Modio. Itupun tidak sampai tingkat pengerasan”, urai Stef.

Terkait jalur Abaimaida Timepa yang sedang dikerjakan PT Paradiso, Stef menjelaskan, pada tahun 2014 ini Pemda anggarkan dana sebesar 7 miliar lebih untuk pekerjaan 5 Km. Pekerjaannya dihitung dari kampung Abaimaida – Obaikagopa  hingga Diyoudimi. Inipun atas perjuangan salah satu anggota DPRD dari Dapil II yang kebetulan berasal dari Kampung Timeepa.

Dengan demikian, kata Stef, pihak pekerja, dalam hal ini PT Paradiso tidak bersalah. Mereka siap kerja, asalkan ada dana atau anggaran yang ditetapkan pemerintah daerah.

Kata Stef, apabila dalam tahun anggaran ini atau pada tahun anggaran 2015 mendatang, Pemerintah dan DPRD tetapkan anggaran untuk melanjutkan pekerjaan dari Kali Mapia menuju Modio, maka pihak Paradiso siap kerja.

“Yang jelas, entah lewat Modio atau lewat Timepa, sama saja. Yang penting akan bertemu di Abouyaga Mapia Barat dan lanjut ke Piyaiye”, ujar Stef dari balik Handphone seraya mengajak anggota DPRD yang telah terpilih untuk tidak tinggal diam.

Stef yang dulu pernah menjadi reporter Tifa Irian dan Warta Keuskupun Jayapura wilayah Dekenat Paniai ini mengatakan, dirinya bukan juru bicara dari PT Paradiso, tetapi dari perkembangan di lapangan memang demikian. Oleh sebab itu, dirinya berharap agar semua pihak saling mendukung.

Stef justru meminta kepada masyarakat pemilik hak ulayat untuk tidak meminta ganti rugi yang berlebihan. Contohnya, tanjakan di Piyakebo, dekat kampung Abaimaida. Sebenarnya, pihak Paradiso mau ambil jalur datar, tapi masyarakat disitu melarang dan meminta anggaran yang sangat berlebihan. Akibatnya, hingga saat ini sering terjadi korban jiwa di tikungan tanjakan itu.

Stef meminta, pemerintah dari dua distrik, DPRD dan tokoh masyarakat bersama rakyat pemilik hak ulayat perlu duduk bersama-sama untuk menyelesaikan permintaan hak ulayat yang tidak sedikit jumlahnya.



back to top

__Topik-Topik Pilihan__ Patut Dibaca;;;