Дървен материал от www.emsien3.com

The best bookmaker bet365

The best bookmaker bet365

Menu
RSS
7 Jenis Burung Cenderawasih ini Sudah Mulai Punah

7 Jenis Burung Cenderawasih ini Sud…

{flike}Burung Cendra...

Paus: Saya Percaya Tuhan, tetapi Bukan Tuhan Katolik

Paus: Saya Percaya Tuhan, tetapi Bu…

{flike}VATICAN  — Pa...

Majalah Pelita Papua di Merauke Dilarang Cetak

Majalah Pelita Papua di Merauke Dil…

MERAUKE - Juli  2013...

Auki Tekege Ditetapkan Sebagai Tokoh Gereja, Dinas Pendidikan Dogiyai Siap Mendukung

Auki Tekege Ditetapkan Sebagai Toko…

Karya kaum awam pada...

Kepada Dubes Australia, Enembe Minta Pemerintah Pusat Patuhi UU Otsus

Kepada Dubes Australia, Enembe Mint…

JAYAPURA – Gubernur ...

Jacob Rumbiak: Kami Ingin Lepas Dengan Indonesia Secara Damai

Jacob Rumbiak: Kami Ingin Lepas Den…

MENTERI Luar Negeri ...

Ini Seruan Titus Pekei di Hari Noken Se-Dunia

Ini Seruan Titus Pekei di Hari Noke…

{flike}HOLANDIA - No...

Enembe: Pers Asing Boleh Masuk Papua

Enembe: Pers Asing Boleh Masuk Papu…

 Gubernur Provinsi P...

Pilkada Langsung Disetujui DPR RI?

Pilkada Langsung Disetujui DPR RI?

JAKARTA - Pemilihan ...

Edo Kondologit Maju DPR RI dari Dapil 1 Papua

Edo Kondologit Maju DPR RI dari Dap…

Kepada Lenny Tristia...

Prev Next

In order to view this object you need Flash Player 9+ support!

Get Adobe Flash player
A+ A A-

Mengenal Wanita Wanita Ardwanariswari (1)

Mengenal Wanita Wanita Ardwanariswari (1)

ARDWANARISWARI adalah sebuah istilah dalam serat peraraton untuk menyebutkan wanita-wanita pembawa Hoky. Konon, siapa saja yang berhasil memilikinya (pria), akan bernasib baik. Di antaranya menjadi raja besar, atau pemimpin yang penuh wibawa. Bagaimana menengarai wanita-wanita Ardwamariswari tersebut? Kami kutip dari berbagai sumber untuk dimuat di rubrik “Adam dan Hawa” yaitu rubrik yang mengupas tuntas tentang berbagai dinamika kehidupan rumah tangga.

Joko Widodo hari ini (20/10/14) dilantik menjadi Presiden Republik Indonesia yang ketujuh. Diyakini dalam ilmu kebatinan Jawa, kehadiran Jokowi sebagai presiden ketujuh merupakan berkat wahyu yang dimiliki sang istrinya,Yuliana Iriani yang pernah hidup di Papua. Sama seperti ibu Ani Yudhoyono, istri SBY yang pernah sekolah di Jayapura, Papua.

Mungkin berkat ilmu kebathinan ini pulalah yang mempengaruhi raja Daud memperisti Batsyeba, istri Uria, yang kemudian menurunkan raja terbesar bangsa Israel, yaitu raja Salomo (2 Sam 11 dan 1 Taw 3:5). Sebelum memperistri Batsyeba, Daud memiliki 7 (tujuh) istri: Mikhal Anak Saul (1 Sam 18:27), Ahinoam dari Yizrael, Abigail janda Nabal, Maakha, Hagit, Abital, dan Egla.  

Menurut  ramalan Djoyo Boyo,  presiden ketujuh berada di urutan angka keramat. Ia akan membawa perubahan mendasar bagi kesejahteraan rakyat Indonesia.  Orang Mee di Papua, pun punya ramalan yang sama terkait dengan angka-angka keramat. Antara lain disebutkan dalam lagu Herman Ar Youw: “pituwo ko pituwo, waguwo ko waguwo, Yagee Kagouda too akadoo.”

Pituwo artinya tujuh, Waguwo artinya Delapan, Yagee Kagouda too akadoo artinya,  bahwa secara simbolik, pada hari itu akan bertemu kembali.

Menurut Itong R Haryadi (Misteri Edisi 407 2006), konon katanya, Hj. Siti Hartinah Seoharto meninggal dunia pada tahun 1996 silam. Kematiannya  diramalkan, kekuasaan Presiden Soeharto kala itu akan segera berakhir. Ramalan ini berkaitan karena ramalan orang Jawa, khususnya yang mengerti ilmu kebatinan, percaya bahwa Soeharto bisa berkuasa hingga puluhan tahun lamanya adalah karena wahyu yang dimiliki istrinya yang memang disebut-sebut sebagai trah Mangkunegaran.

Bu Tien, demikian panggilan Siti Hartinah Soeharto, konon masih merupakan keturunan Pengeran Sambernyowo yang ketika bertahta bergelar Amangkurat I.

Dalam tradisi Jawa, menurut Ben Andreson (1972), kekuasaan itu riil dan jumlahnya dalam alam semesta tetap, tak berubah-ubah. Kalau si pemilik wahyu meninggal dunia, maka wahyu yang dimilikinya akan lepas dan kembali ke jagad raya untuk mencari tempat atau wadag yang baru. Dengan memulai ritual tertentu, wahyu yang sudah tidak bertuan tersebut bisa dimiliki oleh siapapun.

Barangkali, itu pulalah sebabnya pasca kemangkatan Bu Tien, Soeharto banyak disebut-sebut sebagai seorang yang berkuasa tetapi tanpa wahyu. Kondisi spiritual demikian ini sangat berbahaya, karena begitu wahyu yang terlepas dari almarhum istrinya berhasil dimiliki orang lain, maka kekuasaannya akan berakhir.

Ternyata, tunggu punya tunggu, hanya dua tahun dari kematian sang istri, Presiden Soeharto pun lengser keprabon. Gerakan reformasi yang dikobarkan mahasiswa, bak malaikat maut yang tak bisa ditawar-tawar lagi mencabut kekuasaannya. Riwayat Presiden Soeharto berakhir, setelah lebih dari tiga puluh tahun dia berkuasa.

Pertanyaan kemudian adalah: “Benarkah hoky Soeharto memang ada pada diri seorang wanita yang biasa disapa bu Tien itu? Jika memang demikian, benarkah bu Tien termasuk wanita pembawa hoky, yang dalam Serat Pararaton lazim disebut Ardwanariswari?”

Istilah Ardwanariswari sendiri muncul dari penjelasan Brahmana Lohgawe kepada Ken Arok. Serat Pararaton yang memuat kisahnya menyebutkan, Ardwanariswari adalah wanita pembawa keberuntungan. Bagi siapa saja yang bisa memilikinya (menikahinya), maka si pria akan bernasib baik. Dia bisa menjadi raja besar, yang penuh wibawa.

Penjelasan demikian itu dikemukakan Brahmana Lohgawe ketika Ken Arok bertanya tentang satu pengalaman yang menggetarkan imannya sebagai lelaki. Suatu ketika, tanpa sengaja  Ken Arok melihat “Rahasya Dedes” (alat reproduksi) yang bersinar. Pemandangan demikian, nyalang didepan mata Ken Arok bersamaan dengan menyingkapnya penutup aurat istri Akuwu Tunggul Ametung yang bernama Ken Dedes.

Penutup itu tersingkap, ketika Ken Dedes turun dari kereta kencana di Taman Boboji.

“Rahasya Dedes” yang secara tak sengaja terlihat oleh Ken Arok itu terus mempengaruhi pikirannya. Baru pertama kali itu dirinya melihat “Rahasya” yang mengeluarkan sinar. Karena pikirannya terus dihantui oleh pengalaman di taman Boboji, maka Ken Arok pun segera pergi menemui Brahmana Lohgawe. Langsung saja dikatakannya, betapa dia baru melihat “Rahsya Dedes” yang mengeluarkan sinar terang benderang.

Brahmana Lohgawe segera memberikan penjelasan kepada Ken Arok. Dalam penjelasannya itu di antaranya dikatakan bahwa betapa sinar pada “Rahasya Dedes” merupakan tengara bagi wanita pembawa kemuliaan. Ken Dedes pun kemudian dikatakannya sebagai Ardwanariswari, wanita pembawa keberuntungan. Bahkan, Brahmana Lohgawe juga mengemukakan, bagi siapa yang bisa memiliki wanita demikian, maka dirinya akan bernasib baik. Kelak dia bisa menjadi raja besar yang penuh wibawa.

Bagaimana Ken Arok merebut Ken Dedes? Bagaimana Ken Arok “berurusan” dengan suaminya Ken Dedes? Bagaimana nasib Ken Dedes dikemudian hari? Ikuti terus kisahnya.

 

back to top

__Topik-Topik Pilihan__ Patut Dibaca;;;