Error
  • JFolder: :files: Path is not a folder. Path: /home/swarapap/public_html/images/myphotos
Notice
  • There was a problem rendering your image gallery. Please make sure that the folder you are using in the Simple Image Gallery Pro plugin tags exists and contains valid image files. The plugin could not locate the folder: images/myphotos

Дървен материал от www.emsien3.com

The best bookmaker bet365

The best bookmaker bet365

Menu
RSS
Auki Tekege Ditetapkan Sebagai Tokoh Gereja, Dinas Pendidikan Dogiyai Siap Mendukung

Auki Tekege Ditetapkan Sebagai Toko…

Karya kaum awam pada...

Franz Magnis Suseno: Kehadiran Jokowi di Tanah Papua Tidak Perlu

Franz Magnis Suseno: Kehadiran Joko…

JAKARTA - Pakar Etik...

Daniel Wandagau Harapkan Penghargaan  dari Pemda Intan Jaya

Daniel Wandagau Harapkan Penghargaa…

SIANG BOLONG, Sabtu ...

Ini Seruan Titus Pekei di Hari Noken Se-Dunia

Ini Seruan Titus Pekei di Hari Noke…

{flike}HOLANDIA - No...

Kisah Auki (1): Berpisah dari Tage, Menetap di Modio

Kisah Auki (1): Berpisah dari Tage,…

Auki Tekege ialah so...

Enembe Secara Tegas Menolak Pemekaran di Tanah Papua

Enembe Secara Tegas Menolak Pemekar…

HOLLANDIA – Pernyata...

Diisukan, Ufo Sering Muncul di Mapia - Papua

Diisukan, Ufo Sering Muncul di Mapi…

{flike}BOMOMANI - Me...

Mengapa Kami Menggunakan Nama Taman Firdaus?

Mengapa Kami Menggunakan Nama Taman…

Oleh: Engelbertus P ...

Orang Migani Menyapa Dengan Hati

Orang Migani Menyapa Dengan Hati

Salah satu suku di t...

Taman Eden Menurut Kamus Ensiklopedi Alkitab Masa Kini

Taman Eden Menurut Kamus Ensikloped…

KISAH Taman Eden dit...

Prev Next

In order to view this object you need Flash Player 9+ support!

Get Adobe Flash player
A+ A A-

Mencari Hilangnya Kisah Taman Eden di Tanah Papua

Engelbertus P Degey, lahir di Iyaitaka Enarotali, 1977. Pada waktu kecil menyaksikan penyiksaaan rakyat Paniai oleh militer Orde Baru: besi dipanaskan dan dimasukkan lewat dubur. Ayah Laurentius B Degey, mama Martina Tekege. Menyelesaikan SD di Modio, SMP di Moanemani dan SMA di Taruna Dharma Jayapura 1996. Ikut menyumbangkan tulisan di buku "Papua di Garis Batas" (Ed Ngurah Suryawan). Penulis buku "Sejarah Berdirinya Kabupaten Dogiyai", "Bersama AP Youw Menuju Nabire Baru", "Nabire Dulu Sekarang dan Nanti", "Otsus Pemekaran dan Masyarakat - (OPM)" (Kumpulan Tulisan), dll. Engelbertus P Degey, lahir di Iyaitaka Enarotali, 1977. Pada waktu kecil menyaksikan penyiksaaan rakyat Paniai oleh militer Orde Baru: besi dipanaskan dan dimasukkan lewat dubur. Ayah Laurentius B Degey, mama Martina Tekege. Menyelesaikan SD di Modio, SMP di Moanemani dan SMA di Taruna Dharma Jayapura 1996. Ikut menyumbangkan tulisan di buku "Papua di Garis Batas" (Ed Ngurah Suryawan). Penulis buku "Sejarah Berdirinya Kabupaten Dogiyai", "Bersama AP Youw Menuju Nabire Baru", "Nabire Dulu Sekarang dan Nanti", "Otsus Pemekaran dan Masyarakat - (OPM)" (Kumpulan Tulisan), dll.

KISAH TAMAN EDEN ditulis dalam Kitab Kejadian pasal 1 dan 2. Sejarah ini ditulis oleh nabi Musa ketika Ia memimpin bangsa Israel dipadang gurun selama kurang lebih 40 tahun. Musa banyak mendapat pengetahuan dari seorang Malaikat yang diutus Tuhan selama perjalanannya menuju Tanah Perjanjian (Kel 33:2).

Ringkasnya, setelah Allah ‘menciptakan’[1] langit dan bumi selama ‘enam hari’, Allah membuat taman di Eden, disebelah timur. Didalam taman Eden Allah tempatkan manusia dan menumbuhkan berbagai-bagai pohon dari seluruh bumi, yang menarik dan yang baik dimakan buahnya; dan pohon kehidupan ditengah-tengah taman itu, serta pohon pengetahuan yang baik dan yang jahat (Kej 2:8-9). Tetapi akibat pelanggaran manusia pertama, maka Allah mengusir / mengembalikan manusia itu ketempat dimana ia dibentuk dari debu tanah. Kemudian Allah meletakkan beberapa kerub (malaikat Allah) dengan pedang yang bernyala-nyala dan menyambar-nyambar agar manusia tidak memetik buah dari pohon kehidupan (Kej 3:23-24).

Taman Eden itu hilang dan tidak tahu dimana keberadaannya karena ayat-ayat sebelum Kej 3:24, nabi Musa tidak menulis secara lengkap dimana tempat pembuatan manusia, siapa sebenarnya nama manusia itu, dimana disebelah timur itu dan dimana Allah meletakkan kerub dengan pedang yang menyala-nyala dan menyambar-nyambar. Sedangkan ayat-ayat setelah Allah mengusir manusia dari taman Eden, nabi Musa menulis dengan jelas siapa nama manusia itu, tempat dimana mereka hidup dan seterusnya. Apakah ini merupakan bagian dari rencana Allah untuk menyembunyikan taman Eden?
 
Banyak orang meyakini bahwa nama manusia yang dibentuk dari debu tanah pada Kej 2:7 adalah Adam dan termasuk Agus Miradi, penulis buku SIAPAKAH MANUSIA PERTAMA ITU mengatakan manusia pertama tersebut bernama Adam dan ia dibentuk dengan tanah liat disekitar wilayah Iraq[2]. Akan tetapi pernyataan ini tidak bisa dianggap benar dan masih perlu diteliti, sebab dalam Kej 2 dan 3, nabi Musa tidak menyebut nama Adam sebagai manusia yang dibentuk dengan tanah, tetapi hanya menulis ‘manusia itu’. Sementara nama Adam baru muncul setelah TUHAN Allah mengusir manusia itu dari taman Eden atau setelah peristiwa pembunuhan Habel oleh kakaknya Kain (Kej 4:25). Ada keraguan tentang nama manusia pertama, sehingga perlu diteliti lebih lanjut. Karena Alkitab sebagai buku yang diilhami Allah, tidak mungkin nabi Musa menempatkan kata secara sembarangan. Oleh karena itu pengertian ‘manusia itu’ tidak harus selalu disamakan dengan ‘Adam’ sebagai manusia pertama.
 
Pernyataan ini didukung oleh banyak ahli, termasuk kaum Sufi asal Persia. Mereka berpendapat, Adam bukan manusia pertama dan masih ada Adam-Adam lain yang sudah diciptakan jauh sebelum itu, yaitu termasuk diantaranya manusia purba sebagaimana yang diyakini Agus Miradi diatas. Sebut saja Muhyiddin Ibnu Arabi, seorang sufi besar pernah mengatakan bahwa ada sabda Rasulullah yang antara lain mengatakan ‘Allah telah menjadikan tidak kurang dari seratus ribu Adam’ (Futuhat Makkiya, II, hal. 607)[3]. Oleh karena itu kemungkinan besar Adam yang dimaksud Alkitab dan Alquran selama ini adalah moyangnya bangsa Israel yang ditulis oleh Nabi Musa. Sementara nama sebenarnya dari manusia pertama yang ditempatkan dalam taman Eden menjadi misterius sejalan dengan hilangnya taman Eden.

Selain kurang jelasnya nama manusia pertama yang memiliki roh itu, Alkitab juga tidak menjelaskan dimana letak taman Eden disebelah timur itu (Kej 2:8-9). Apakah disekitar sungai Pison yang mengalir ke seluruh daerah Hawila atau disekitar sungai Gihon yang mengelilingi tanah Kusy, atau sungai Tigris yang mengalir kesebelah timur Asyur dan atau dipinggiran sungai Efrat – ataukah didaerah timur lain di dunia?

Penyelidikan akhir-akhir ini telah membuktikan bahwa taman Eden itu terletak di Babil, Iraq atau Assyria (Enc. Brit. Pada “Ur”). Tetapi pertanyaannya adalah, apakah disekitar Iraq orang pernah mengatakan atau paling tidak membuktikan bahwa inilah pohon kehidupan yang disembunyikan oleh Allah dan dijaga oleh kerub yang bernyala-nyala dan menyambar-nyambar untuk menjaga jalan ke Taman Eden? Ataukah dalam sejarah Persia, orang pernah membuktikan bahwa inilah ‘pairidaeza’ (taman berpagar) dari Persia kuno atau ‘Hadiqah al-Haqiqah’ (Taman Kebenaran Berdinding) seperti yang dimaksud pujangga sufi terbesar Persia, Abu Al-Majd Majdud Ibn Adam Sana’i[4] dalam karya mistis yang paling terkenal itu? Jawabannya, tidak ada. Para ahli – walaupun pernah meneliti akan hal itu, namun tidak ada jawaban pasti yang hampir sama dengan kisah Taman Eden dalam Alkitab.
 
Taman Firdaus yang hilang itu perlu diteliti di Papua, daerah dimana burung Cendrawasih berada. Sebab salah satu pengertian dari ‘pairidaeza’ dari bahasa Persia kuno yang kemudian dalam kata Inggris menjadi ‘paradise’ adalah Cendrawasih.
 
 
Catatan Kaki:

[1] Maksud "penciptaan" di sini mengandung arti yaitu dari segala sesuatu yang tidak ada menjadi ada, dari yang hampa menjadi nyata (creatio ex nihilo), yaitu segala sesuatu yang dikerjakan Allah selama enam hari. Sedangkan setalah enam hari penciptaan, Allah tidak menciptakan tetapi "membuat/membentuk" segala sesuatunya dari bahan yang sudah ada.
[2] Agus Miradi, SIAPAKAH MANUSIA PERTAMA ITU, Yayasan Tunas Daud, 2000, hlm.82.
[3] Baca juga pandangan H. Miftahuzjaman Aneka dalam MISTERI, Edisi 05-19 Desember 2001 hlm. 86 dalam judul ‘ADAM BUKAN MANUSIA PERTAMA CIPTAAN ALLAH’.
[4] Lihat Hamid Dabasyi, KONDISI HISTORIS SUFISME PERSIA SELAMA PERIODE SELJUK, hlm. 212-213 dan de Bruijn, CATATAN KOMPARATIF TENTANG SANA’I DAN ATTAR, hlm. 434 dalam BUKU PERTAMA, WARISAN SUFI, penerbit Pustaka Sufi, Juni 2002.

 

"Tak ada gading yang tak retak", begitupun dengan tulisan atau berita yang kami muat di media ini. Dari waktu ke waktu kami akan lakukan penyempurnaan dan perbaikan seperlunya (kecuali opini, essai, catatan pinggir atau artikel). Oleh sebab itu, apabila mau download, mohon perhatikan tanggal akses, identitas penulis dan judul tulisan agar kompatibel dengan referensi anda. Tulisan diatas kami rapikan kembali pada hari Rabu, 25 November 2015 12:40

Undang-undang Nomor 12 Tahun 1997 Tentang Perubahan Undang-undang Nomor 6 Tahun 1987 Tentang Hak Cipta Sebagaimana Telah Diubah dengan Undang-undang Nomor 7 Tahun 1987. (1) Barang siapa dengan sengaja dan tanpa hak mengumumkan atau memperbanyak suatu ciptaan atau memberi ijin untuk itu, dipidana penjara paling lama 7 (tujuh) tahun dan/atau dengan paling banyak Rp. 100.000.000,- (seratus juta rupiah). (2) Barang siapa dengan sengaja menyiarkan, memamerkan, mengedarkan, atau menjual kepada umum suatu ciptaan atau barang hasil pelanggaran Hak Cipta sebagaimana dimaksud ayat (1), dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau dengan paling banyak Rp. 50.000.000,- (lima puluh juta rupiah).
back to top

__Topik-Topik Pilihan__ Patut Dibaca;;;