Дървен материал от www.emsien3.com

The best bookmaker bet365

The best bookmaker bet365

Menu
RSS
The First River of Eden!

The First River of Eden!

  While most people...

Isu-Isu Ini Beredar Usai Black Brothers Minta Suaka Politik ke Luar Negeri

Isu-Isu Ini Beredar Usai Black Brot…

SUBUH, sekitar pukul...

Daniel Wandagau Harapkan Penghargaan  dari Pemda Intan Jaya

Daniel Wandagau Harapkan Penghargaa…

SIANG BOLONG, Sabtu ...

Ruhut: Jokowi Capres, Indonesia Tunggu Kehancuran

Ruhut: Jokowi Capres, Indonesia Tun…

JAKARTA - Juru bicar...

Enembe Secara Tegas Menolak Pemekaran di Tanah Papua

Enembe Secara Tegas Menolak Pemekar…

HOLLANDIA – Pernyata...

Vanuatu's Prime Minister Joe Natuman Support for West Papuan Independence

Vanuatu's Prime Minister Joe Natuma…

PASIFIC - Vanuatu's ...

Fransiskus, Paus Revolusioner

Fransiskus, Paus Revolusioner

Oleh: Trias Kuncahyo...

Pemekaran Picu Banyak Konflik di Tanah Papua

Pemekaran Picu Banyak Konflik di Ta…

JAKARTA - Selain per...

Ambrosius Degey:  Ingin Mewakili Rakyat LSM (1)

Ambrosius Degey: Ingin Mewakili Ra…

NABIRE - Direktur Ya...

Pahabol Hampir Menyamai Maradona dan Messi

Pahabol Hampir Menyamai Maradona da…

{flike}YOGYA - Pengu...

Prev Next

In order to view this object you need Flash Player 9+ support!

Get Adobe Flash player
A+ A A-

Ada yang Membunuh Persipura?

Ada yang Membunuh Persipura?

KEKALAHAN telak Persipura Jayapura 6-0 dari Al Qadsia FC di kandangnya sendiri memunculkan banyak kecurigaan. Padahal Persipura Jayapura pernah unggul 2-1 di kandang Al Qadsia FC pada Leg pertama, pertengahan September 2014. Hampir semua pendukung Persipura berharap, dikandangnya akan menang, minimal 3-0. Banyak pula yang ke Jayapura pakai kapal dan pesawat untuk menyaksikan pertandingan yang boleh dibilang, mengangkat harkat dan martabat orang Papua di dunia Internasional.

Sejarah tercatat, Persipura Jayapura ketika mengikuti kompetisi manapun di dunia, tidak pernah kalah dalam angka yang cukup besar. Mulai dari Suratin Cup, Piala Presiden tahun 1960-an, 1970 hingga 1980an dan terakhir ISL, Persipura Jayapura tidak pernah alami kekalahan dengan skor 6-0 seperti di Lapangan Mandala, 30/9/’14, kemarin.

Ada indikasi, bahwa untuk mengalahkan Persipura Jayapura di AFC, ada tim yang sudah dibentuk untuk mempelajari kekuatan dan kelemahan Persipura Jayapura. Tim ini kemudian, merekrut dan melibatkan orang Papua, mulai dari keluarga terdekat Persipura Jayapura hingga masuk di skuat menajemen Persipura Jayapura. Soalnya, orang Papua yang dilibatkan, tidak mengetahui dan menyadari apa yang mereka perbuat.

Disebutkan, dalam tim ini, muncul sejumlah nama dari kalangan Pers di Papua, baik media cetak, elektronik dan dunia maya. Nama-nama mereka sementara dirahasiakan dan bukan konsumsi publik.

Tugas kelompok Pers ini adalah mencari informasi, membangun opini publik untuk melemahkan Persipura Jayapura, termasuk pendukung fanatiknya. Beberapa wartawan yang sering mendorong dan memotifasi gaya bermain Spirit of Mambesak Persipura, dilumpuhkan terlebih dahulu. Bahkan di Jayapura, seorang wartawan SMS ke redaksi SP, tidak diberi ijin meliput oleh pimpinan redaksi. Sebelumnya, beberapa berita menyangkut Persipura Jayapura tidak dimuat.

Kepada Roberth Wanggai dari Tabloid Jubi dot com, Jackson F Tiago mengaku, semua yang terjadi dilapangan diluar dugaan. “Sebagai pelatih sudah merencanakan dan memberi latihan sesuai kemampuan. Tapi dilapangan, tidak nampak semua. Baru, babak kedua Pahabol masuk baru kita agak baik,” katanya.

Serangan Persipura selalu kandas di lapangan tengah. Al Qadsia memilih defensif untuk mempertahankan kemenangan sebelumnya. Persipura sejak awal memilih bermain menyerang, tapi sering salah umpan. Dibelakang hanya tiga orang, Bio, Imbiri yang menggantikan Yohanes Tjoi, sering-sering Boas dan Ruben Sanadi turun membantu ke belakang. Boas sendiri menyesal karena operan yang kedua meleset dan menghasilkan gol kedua bagi kubu Al Qadsia FC.

Gaya bermain Spirit of Mambesak atau yang lebih dikenal Sajojonya Persipura terlanjur bocor di telinga pelatih Al Qadsia, Antonio Puche. Sebelumnya, pelatih ini pernah memuji Persipura Jayapura dengan gaya sepakbola modern tetapi tetap mempertahankan ciri khas Sajojo. Oleh karena itu, pihak Al Qadsia luncurkan dana besar untuk mempelajari kekuatan dan kelemahan Persipura Jayapura. Dan berhasil. Untuk mengalahkan Persipura, ia hanya tugasi tiga pemain, masing-masing Talal Al Amer, Bader Al Mutawa, D. Subotic, Saif Al Hashan dan menghasilkan 6 gol dasyat.***



back to top

__Topik-Topik Pilihan__ Patut Dibaca;;;