Дървен материал от www.emsien3.com

The best bookmaker bet365

The best bookmaker bet365

Menu
RSS
Rais Aam: NU Mengayomi Semua Umat

Rais Aam: NU Mengayomi Semua Umat

GARUT - Pejabat Rais...

Koyeidaba dan Touye Kapogeiye (3/Mumai)

Koyeidaba dan Touye Kapogeiye (3/Mu…

Apakah sikap dan tin...

Memenuhi 5 Syarat Ini, Anda Bisa Menjadi Pemimpin

Memenuhi 5 Syarat Ini, Anda Bisa Me…

JIKA anda ingin atau...

Jacob Rumbiak: Kami Ingin Lepas Dengan Indonesia Secara Damai

Jacob Rumbiak: Kami Ingin Lepas Den…

MENTERI Luar Negeri ...

HJT Bijmler (1890 - 1959), Antropolog dan Fotografer

HJT Bijmler (1890 - 1959), Antropol…

Dr. H.J.T. Bijlmer (...

7

7

Kami tolak hukum ada...

Jimi Demianus Iji: Orang Papua Hidup Rukun Antar Agama Sejak Dulu

Jimi Demianus Iji: Orang Papua Hidu…

JAKARTA - "Kami meny...

Pemekaran Picu Banyak Konflik di Tanah Papua

Pemekaran Picu Banyak Konflik di Ta…

JAKARTA - Selain per...

Kinerja dan ULP di Intan Jaya Lebih Tinggi di Tanah Papua

Kinerja dan ULP di Intan Jaya Lebih…

BILOGAI – Upaya peme...

Prev Next

In order to view this object you need Flash Player 9+ support!

Get Adobe Flash player
A+ A A-

Ada yang Membunuh Persipura?

Ada yang Membunuh Persipura?

KEKALAHAN telak Persipura Jayapura 6-0 dari Al Qadsia FC di kandangnya sendiri memunculkan banyak kecurigaan. Padahal Persipura Jayapura pernah unggul 2-1 di kandang Al Qadsia FC pada Leg pertama, pertengahan September 2014. Hampir semua pendukung Persipura berharap, dikandangnya akan menang, minimal 3-0. Banyak pula yang ke Jayapura pakai kapal dan pesawat untuk menyaksikan pertandingan yang boleh dibilang, mengangkat harkat dan martabat orang Papua di dunia Internasional.

Sejarah tercatat, Persipura Jayapura ketika mengikuti kompetisi manapun di dunia, tidak pernah kalah dalam angka yang cukup besar. Mulai dari Suratin Cup, Piala Presiden tahun 1960-an, 1970 hingga 1980an dan terakhir ISL, Persipura Jayapura tidak pernah alami kekalahan dengan skor 6-0 seperti di Lapangan Mandala, 30/9/’14, kemarin.

Ada indikasi, bahwa untuk mengalahkan Persipura Jayapura di AFC, ada tim yang sudah dibentuk untuk mempelajari kekuatan dan kelemahan Persipura Jayapura. Tim ini kemudian, merekrut dan melibatkan orang Papua, mulai dari keluarga terdekat Persipura Jayapura hingga masuk di skuat menajemen Persipura Jayapura. Soalnya, orang Papua yang dilibatkan, tidak mengetahui dan menyadari apa yang mereka perbuat.

Disebutkan, dalam tim ini, muncul sejumlah nama dari kalangan Pers di Papua, baik media cetak, elektronik dan dunia maya. Nama-nama mereka sementara dirahasiakan dan bukan konsumsi publik.

Tugas kelompok Pers ini adalah mencari informasi, membangun opini publik untuk melemahkan Persipura Jayapura, termasuk pendukung fanatiknya. Beberapa wartawan yang sering mendorong dan memotifasi gaya bermain Spirit of Mambesak Persipura, dilumpuhkan terlebih dahulu. Bahkan di Jayapura, seorang wartawan SMS ke redaksi SP, tidak diberi ijin meliput oleh pimpinan redaksi. Sebelumnya, beberapa berita menyangkut Persipura Jayapura tidak dimuat.

Kepada Roberth Wanggai dari Tabloid Jubi dot com, Jackson F Tiago mengaku, semua yang terjadi dilapangan diluar dugaan. “Sebagai pelatih sudah merencanakan dan memberi latihan sesuai kemampuan. Tapi dilapangan, tidak nampak semua. Baru, babak kedua Pahabol masuk baru kita agak baik,” katanya.

Serangan Persipura selalu kandas di lapangan tengah. Al Qadsia memilih defensif untuk mempertahankan kemenangan sebelumnya. Persipura sejak awal memilih bermain menyerang, tapi sering salah umpan. Dibelakang hanya tiga orang, Bio, Imbiri yang menggantikan Yohanes Tjoi, sering-sering Boas dan Ruben Sanadi turun membantu ke belakang. Boas sendiri menyesal karena operan yang kedua meleset dan menghasilkan gol kedua bagi kubu Al Qadsia FC.

Gaya bermain Spirit of Mambesak atau yang lebih dikenal Sajojonya Persipura terlanjur bocor di telinga pelatih Al Qadsia, Antonio Puche. Sebelumnya, pelatih ini pernah memuji Persipura Jayapura dengan gaya sepakbola modern tetapi tetap mempertahankan ciri khas Sajojo. Oleh karena itu, pihak Al Qadsia luncurkan dana besar untuk mempelajari kekuatan dan kelemahan Persipura Jayapura. Dan berhasil. Untuk mengalahkan Persipura, ia hanya tugasi tiga pemain, masing-masing Talal Al Amer, Bader Al Mutawa, D. Subotic, Saif Al Hashan dan menghasilkan 6 gol dasyat.***



back to top

__Topik-Topik Pilihan__ Patut Dibaca;;;