Дървен материал от www.emsien3.com

The best bookmaker bet365

The best bookmaker bet365

Menu
RSS
Ini Rekomendasi Anak-Anak Terminal Untuk MUBES Meepago

Ini Rekomendasi Anak-Anak Terminal …

MUSYAWARAH BESAR (MU...

2 Pesan Penting ini Disampaikan Uskup Timika Saat Berkati Makam Auki

2 Pesan Penting ini Disampaikan Usk…

Dalam upaya mewujudk...

Ini Kesaksian Novela Nawipa yang Menghebohkan itu

Ini Kesaksian Novela Nawipa yang Me…

JAKARTA - Sebelumnya...

Rais Aam: NU Mengayomi Semua Umat

Rais Aam: NU Mengayomi Semua Umat

GARUT - Pejabat Rais...

Jacob Rumbiak: Kami Ingin Lepas Dengan Indonesia Secara Damai

Jacob Rumbiak: Kami Ingin Lepas Den…

MENTERI Luar Negeri ...

Like Dislike Facebook dan Foto Penembakkan di Papua

Like Dislike Facebook dan Foto Pene…

Langkah Mark Zuckerb...

Tetedemai (Kepala Batu)

Tetedemai (Kepala Batu)

Dan pada akhirnya ak...

Hindari Papua Makan Papua

Hindari Papua Makan Papua

1). Di Papua, sebaga...

Sejak 100 Tahun Lalu?

Sejak 100 Tahun Lalu?

PARA AHLI Alkitab me...

Prev Next

In order to view this object you need Flash Player 9+ support!

Get Adobe Flash player
A+ A A-

MK Tidak Adil

Ilustrasi Penegakkan Hukum. Foto: mirifika.net Ilustrasi Penegakkan Hukum. Foto: mirifika.net

PUTUSAN Mahkamah Konstitusi yang menolak semua gugatan pemohon, dinilai tidak adil. Tak satupun gugatan tim kuasa hukum yang diterima. Itu berarti, pemilihan Presiden RI yang baru saja berlalu, berjalan mulus tanpa adanya pelanggaran secara sistematis, terstruktur dan masif. Itu berarti Indonesia bersih dari segala pelanggaran, dan kita sudah tiba “disana”.

Banyak kalangan menilai, sepantasnya, daerah kota yang ada pelanggaran sebagaimana yang diajukan pemohon dikabulkan dan MK terbitkan putusan Sela, agar daerah-daerah tersebut dilakukan pemilihan ulang. Soal menang kalah itu urusan nanti dan KPU Pusatlah yang akan menentukan, siapa pemenang dan siapa kalah. Yang jelas proses ini berjalan.

Jikalau MK menolak semua gugatan pemohon, maka materi perkara yang diajukan oleh Tim Kuasa Hukum Prabowo-Hatta terlalu tergesa-gesa dan tidak serius. Bisa saja mereka sudah mengetahui “budaya MK” dan tidak serius membantu Prabowo.

Rakyat Indonesia saat ini menginginkan sebuah keadilan yang seutuhnya.  Pengamalan Pancasila sila kelima, “Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia” adalah kunci menuju Indonesia yang adil dan makmur.  Rakyat Indonesia tidak butuh selembar kertas uang, yang rakyat butuhkan adalah keadilan dan kejujuran.

Sejujurnya, kami bukan ahli hukum atau mengerti akan hukum yang berlaku, tetapi paling tidak kami juga bisa berpendapat, sebagai hak warga masyarakat menilai sebuah persoalan berdasarkan persepsi kita masing-masing.

Memang untuk mencapai sebuah masyarakat yang adil dan makmur adalah perjuangan kita bersama. Kedepan kita juga masih mengingkan Capres yang tidak hanya selalu berasal dari satu suku. Keseragaman dan kebersamaan adalah penting untuk mewujudkan negeri ini menjadi Macan Asia yang punya jati diri dan harga diri yang tidak bisa dibeli dan dibodohi terus menerus oleh Kapitalisme yang sedang berlindung di balik paham Zionis.

MK Bukan Pilatus

Didalam memutus perkara Pilpres 2014 ini, MK tidak cuci tangan seperti Pilatus lempar soal kepada penguasa yang lebih tinggi diatas. MK langsung putuskan persoalan sesuai berkas yang diterima di mejanya.


Pilkada dan Pilpres Serentak

Kedepan banyak pihak mengharapkan agar, Pilres, Pilkada dan Pileg dapat dilaksanakan secara serempak untuk menghemat waktu, biaya dan tenaga. Karena, rakyat Indonesia nyatanya sudah bosan pergi ke TPS karena tidak ada untung yang mereka peroleh.

Posisi demikian, bisa dipermaikan oleh penyelenggara (KPU Pusat hingga TPS) untuk mencari uang kepada caleg, cabup, cagub dan capres. Ini berbahaya kedepan dalam meneggakan demokrasi di tanah Papua. Oleh sebab itu, waktu pelaksanaan akan menentukan berhasil tidaknya Pemilu di negari ini.



 

back to top

__Topik-Topik Pilihan__ Patut Dibaca;;;