Дървен материал от www.emsien3.com

The best bookmaker bet365

The best bookmaker bet365

Menu
RSS
Franz Magnis Suseno: Kehadiran Jokowi di Tanah Papua Tidak Perlu

Franz Magnis Suseno: Kehadiran Joko…

JAKARTA - Pakar Etik...

Heve long Nauru Palamen i gohet yet

Heve long Nauru Palamen i gohet yet

{flike}PNG - Palamen...

Tetedemai (Kepala Batu)

Tetedemai (Kepala Batu)

Dan pada akhirnya ak...

Ambrosius Degey:  Ingin Mewakili Rakyat LSM (1)

Ambrosius Degey: Ingin Mewakili Ra…

NABIRE - Direktur Ya...

Boy, 11, eaten by crocodile in Papua New Guinea

Boy, 11, eaten by crocodile in Papu…

{flike}PNG - The lim...

UN Itok Oli Mas Rausim ol Posin Wara Long Solomon Islands Gold Ridge Mine

UN Itok Oli Mas Rausim ol Posin War…

{flike}PNG - Ol papa...

Minta Referendum, Mahasiswa Papua Tolak Pemekaran dan Transmigrasi

Minta Referendum, Mahasiswa Papua T…

MAHASISWA PAPUA yang...

Akan Lahir Pemimpin Besar dari Lembah Hijau

Akan Lahir Pemimpin Besar dari Lemb…

{flike}MOANEMANI - P...

Saatnya Buka Kran Jodoh ke Papua New Guinea

Saatnya Buka Kran Jodoh ke Papua Ne…

{flike}NABIRE - Peme...

Prev Next

In order to view this object you need Flash Player 9+ support!

Get Adobe Flash player
A+ A A-

Usai Dibebaskan, 5 Pejuang Papua Merdeka Ini Mengaku Tidak Dendam Pada Polisi Indonesia

Forkorus Yoboisembut Ketika Disambut Warga Papua di Jayapura. (Foto: abc.net.au) Forkorus Yoboisembut Ketika Disambut Warga Papua di Jayapura. (Foto: abc.net.au)

JAYAPURA - Ketua Dewan Adat Papua (DAP), Forkorus Yaboisembut, bersama keempat tahanan politik lainnya, Edison Waromi, Agust Kraar, Selpius Bobi dan Dominikus Surabut usai menghirup udara bebas dari Lembaga Permasyarakatan Klas IIA Abepura, Jayapura, Papua, Senin (21/7/2014) lalu, mengaku tidak dendam kepada Kepolisian Republik Indonesia.

Situs Suarapapua.com memberitakan, kelima aktifis Papua ini ditahan sejak 19 Oktober 2011, saat mendeklarasikan berdirinya Negara Republik Federal Papua Barat (NRPB), di Lapangan Zakeus, Padang Bulan, Papua,  dan dihukum tiga tahun penjara.

Edison Waromi, salah satu tahanan politik Papua, saat memberikan keterangan pers di depan Lapas Abepura mengaku tidak benci dan bahkan menyimpan dendam terhadap aparat kepolisian negara Indonesia yang telah memukul, menahan, dan memenjarakan mereka.

“Kami sama sekali tidak dendam dengan aparat kepolisian. Kami memaafkan mereka seperti Nelson Mandela memberikan pengampunan kepada polisi Afrika Selatan yang menahan dia,” kata Waromi.

Menurut Waromi, dirinya bersama keempat aktivis Papua lainnya akan tetap perjuangkan hak-hak politik bangsa Papua Barat yang telah dirampas oleh pemerintah Indonesia sejak tahun 1969 silam melalui Penentuan Pendapat Rakyat (PEPERA).

Dukungan Amnesty Internasional

Dalam rilis yang dikirim kepada wartawan Suarapapua.com Oktovianus Pogau, Campaigner Amnesty Internasional untuk Indonesia dan Timor-Leste, Josef Roy Benedict mengatakan, pihaknya prihatin akan kegagalan pihak yang berwenang terus menerus membuat perbedaan antara aktivis-aktivis politik damai dengan kelompok-kelompok kekerasan yang terus dipenjara di Papua.

Dikatakan, Amnesty Internasional juga mendesak Kapolda Papua yang baru untuk memastikan bahwa polisi menghormati hak-hak kebebasan berekspresi dan berkumpul secara damai yang dijamin oleh pasal 19 dan 21 dari Kovenan Internasional Hak-Hak Sipil dan Politik (ICCCPR) dimana Indonesia sudah termasuk didalamnya.

Sejalan Dengan Ajaran Kristus

Pernyataan lima pejuang Papua merdeka diatas, sejalan dengan ajaran Kristus dalam Kitab Perjanjian Baru (1985/1986:205) pasal 23 ayat 34. Dimana Yesus ketika dikayu Salib pernah mengatakan: "Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat." (ist/sp/002)

back to top

__Topik-Topik Pilihan__ Patut Dibaca;;;