Дървен материал от www.emsien3.com

The best bookmaker bet365

The best bookmaker bet365

Menu
RSS

In order to view this object you need Flash Player 9+ support!

Get Adobe Flash player
A+ A A-

Ketua BP Presiden Jokowi-JK Dogiyai Dukung Natalis Pigai Jadi Menteri Perumahan Rakyat atau PDT

Natalis Pigai BIK dalam sebuah kesempatan di KOMNAS HAM. (Foto: Sorotnews.com Natalis Pigai BIK dalam sebuah kesempatan di KOMNAS HAM. (Foto: Sorotnews.com

NABIRE – Ketua Badan Pemenangan (BP) Presiden Jokowi – Jusuf Kalla Kabupaten Dogiyai, Ambrosius Degey, SH ikut mendukung pengusulan Natalis Pigai BIK dalam bursa menteri dalam Kabinet Joko Widodo dan Jusuf Kalla.

Menurut Ambros (29/07), Natalis Pigai sudah pantas menjadi menteri mewakili rakyat Papua. “Saya usulkan agar Natalis Pigai hendaknya dijadikan menteri Perumahan Rakyat. Jika tidak, maka kami usulkan Natalis Pigai ditempatkan di Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal atau disingkat PDT”, ujar Ambros ketika mengunjungi redaksi Swarapapua.com.

Ambros mengakui, sebelum terpilih menjadi anggota KOMNAS HAM RI, Pigai juga sudah bekerja lama di Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, dan Natalis sudah menerbitkan sejumlah buku di bidang Tenaga Kerja dan Transmigrasi, namun sebagai orang Papua, sebaiknya Pigai ditempatkan di Perumahan Rakyat.

Selain Natalis, orang yang pantas mewakili Papua ialah Komarudin Watubun selaku Ketua DPD PDIP  Provinsi Papua merangkap Ketua DPP PDIP Pusat Bidang Otonomi Daerah. Beliau layak dipertimbangkan menjadi Menteri Dalam Negeri RI (Mendagri).

Ambros juga mengusulkan Bambang Wijayanto, SH, pengacara yang sekarang menjabat Pimpinan merangkap Anggota Komisioner Pemberantasan Korupsi (KPK) layak dipertimbangkan sebagai menteri Hukum dan HAM atau Jaksa Agung di Kabinet Jokowi-JK.

Kata Ambros, Bambang pernah bertugas di Jayapura selaku Direktur LBH Papua dan kemudian menjadi Direktur LBHI Pusat. Bekal berbagai pengalaman yang digelutinya, maka kata Ambros, Bambang juga pantas diperhitungkan di kabinet Jokowi. (nd)

"Tak ada gading yang tak retak", begitupun dengan tulisan atau berita yang kami muat di media ini. Dari waktu ke waktu kami akan lakukan penyempurnaan dan perbaikan seperlunya (kecuali opini, essai, catatan pinggir atau artikel). Oleh sebab itu, apabila mau download, mohon perhatikan tanggal akses, identitas penulis dan judul tulisan agar kompatibel dengan referensi anda. Tulisan diatas kami rapikan kembali pada hari Senin, 23 November 2015 14:07

Undang-undang Nomor 12 Tahun 1997 Tentang Perubahan Undang-undang Nomor 6 Tahun 1987 Tentang Hak Cipta Sebagaimana Telah Diubah dengan Undang-undang Nomor 7 Tahun 1987. (1) Barang siapa dengan sengaja dan tanpa hak mengumumkan atau memperbanyak suatu ciptaan atau memberi ijin untuk itu, dipidana penjara paling lama 7 (tujuh) tahun dan/atau dengan paling banyak Rp. 100.000.000,- (seratus juta rupiah). (2) Barang siapa dengan sengaja menyiarkan, memamerkan, mengedarkan, atau menjual kepada umum suatu ciptaan atau barang hasil pelanggaran Hak Cipta sebagaimana dimaksud ayat (1), dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau dengan paling banyak Rp. 50.000.000,- (lima puluh juta rupiah).
back to top

__Topik-Topik Pilihan__ Patut Dibaca;;;