Дървен материал от www.emsien3.com

The best bookmaker bet365

The best bookmaker bet365

Menu
RSS
Dibalik Keindahan Kepulauan Raja Empat yang Telah Mendunia

Dibalik Keindahan Kepulauan Raja Em…

KEPULAUAN Raja Ampat...

Koyeidaba dan Touye Kapogeiye (1)

Koyeidaba dan Touye Kapogeiye (1)

KOYEIDABAA ialah tok...

Fransiskus, Paus Revolusioner

Fransiskus, Paus Revolusioner

Oleh: Trias Kuncahyo...

Novela Nawipa Dapat Pujian dari Prabowo Subianto

Novela Nawipa Dapat Pujian dari Pra…

JAKARTA - Saksi dari...

Ini Alasan Megawati Pilih Jokowi Maju Presiden RI

Ini Alasan Megawati Pilih Jokowi Ma…

{flike}SURABAYA - Me...

ARB dan Prabowo Bangun Koalisi, Lalu Siapa Capresnya?

ARB dan Prabowo Bangun Koalisi, Lal…

JAKARTA - Pertemuan ...

Suara Adzan Siap Menggema di Vatikan

Suara Adzan Siap Menggema di Vatika…

TIMUR TENGAH - Untuk...

Usai Dolly Ditutup, SMS-SMS Ini Beredar

Usai Dolly Ditutup, SMS-SMS Ini Ber…

{flike}SERUI - Usai ...

Prahara Kabupaten Dogiyai

Prahara Kabupaten Dogiyai

Iridescent is a vibr...

Prev Next

In order to view this object you need Flash Player 9+ support!

Get Adobe Flash player
A+ A A-

Duka Palestina dan Papua Kapan Berakhir?

Duka Palestina dan Papua Kapan Berakhir?

Ditulis oleh: Naftaly Edoway*

“Penghargaan terhadap nilai kemanusiaan manusia mesti dijunjung, sebaliknya pencideraan terhadap nilai kemanusiaan mesti ditentang.“

Konflik Israel-Palestina yang belakangan terjadi ini bukanlah hal yang baru. Konflik ini telah dan terus mewarnai kehidupan masyarakat di tanah Palestina dan Yahudi. Korban telah banyak berjatuhan oleh roket-roket pembunuh. Banyak rumah dan harta benda ikut diludeskan. Upaya ke arah perdamaian telah dilakukan berulangkali dan mungkin akan dilakukan, namun hingga kini perdamaian itu belum terwujud.

Terbunuhnya ratusan warga Palestina yang mayoritas anak-anak dan perempuan ini terus memberitahukan kita, bahwa perjuangan untuk menegakkan Hak Asasi Manusia (HAM) di muka bumi masih panjang.

Peristiwa ini juga terus mengajarkan kita, bahwa kasih kepada sesama semakin pudar dari kamus kehidupan manusia. Kasih, terus dibantai oleh kepentingan politik dan ekonomi sehingga nilai kemanusiaan tak dianggap sama sekali.

Kebiadaban yang membunuh anak-anak dan perempuan sipil, sesungguhnya telah melanggar hukum perang. Mereka yang seharusnya dilindungi, justru ikut dibantai oleh mesin-mesin pembunuh modern.  

Israel mesti disalahkan karena telah melakukan pelanggaran kemanusiaan yang berat tetapi juga kelompok Hamas yang berlindung dibelakang anak-anak dan perempuan. Kedua kelompok yang berkonflik ini mesti ditentang agar tidak mengulangi praktek yang sama di kemudian hari.

Tangisan masih menyelimuti tanah Palestina dan Israel. Duka nestapa dan luka masih menghiasi keluarga korban bahkan semua yang bersimpati.

Pemerintah dan rakyat Indonesia yang baru saja mengelar pemilihan presiden, ikut menentang sikap pemerintah Israel yang arogan, bengis dan biadab itu. Prabowo-Hatta dan Jokowi-JK yang bertarung  dalam merebutkan tambuk kekuasaan di negeri ini pun ikut menentang tindakan Israel itu.  

Sementara, Menteri Luar Negeri Indonesia, Marty Natalegawa, menyatakan bahwa pihaknya sedang menggalang dukungan dari Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dan negara-negara non-blok sebagai dukungan dan keberpihakan Indonesia kepada Palestina[1].

Tapi, bagaimana dengan konflik kemanusiaan yang masih menjadi pekerjaan rumah di dalam negeri ini? Mestikah kita melihat selumbar di mata sesama bangsa tapi melupakan balok dalam mata bangsa kita?

Di Indonesia, pelanggaran terhadap kemanusiaan yang dilakukan oleh rezim Orde Baru masih membekas dan belum terselesaikan. Banyak korban dan keluarga korban masih menuntut pemenuhan hak-hak mereka dari pemerintah yang berkuasa.  

Sulitnya mendapatkan keadilan atas tuntutan hak karena pencideraan terhadap nilai kemanusia tersebut, ibarat punuk merindukkan bulan.

Lalu, bagaimana situasi kemanusiaan di tanah Papua? Sudah lima puluhan tahun lebih konflik lantaran politik dan kemanusiaan antara Jakarta dan Papua masih terjadi.

Pelanggaran terhadap kemanusiaan oleh kekuatan negara masih saja terlihat hingga kini. Peristiwa di Pasar Sentral Youtefa Abepura yang menewaskan seorang anggota polisi dan melukai salah satu rekannya yang kemudian membuat polisi bertindak brutal dan bengis hingga menewaskan sejumlah warga sipil adalah peristiwa kemanusiaan yang mesti menjadi keprihatinan kita bersama[2].

Berbagai upaya telah dilakukan oleh rakyat Papua untuk menyelesaikan berbagai konflik yang ada, namun belum direspon positif oleh Pemerintah Jakarta.

Memang, Presiden Susilo Bambang Yudoyono telah berjanji untuk menyelesaikan masalah Papua dalam masa jabatannya, namun hingga akhir masa jabatannya, janji itu belum dipenuhinya juga. 

Salah satu upaya yang masih terus diperjuangkan adalah dialog Jakarta-Papua. Negara-negara seperti Amerika, Inggris dan Swiss melalui perwakilannya telah menyatakan dukungan mereka atas usulan dialog itu, namun pemerintah Jakarta masih menyimpan kecurigaan, sehingga keinginan itu belum kesampaian.  

Dialog yang diusulkan ini sebenarnya adalah cara lain untuk mencoba mengakhiri duka derita yang masih menyelimuti orang Papua. Duka derita lantaran pelanggaran HAM yang dilakukan oleh negara secara masiv pada masa lalu, tapi juga yang masih berlangsung.

Akhirnya, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyatakan bahwa pihaknya tidak akan menghentikan serangannya ke Palestina hingga tujuan mereka tercapai [3].

Apa tujuannya? Entalah! Lalu bagaimana dengan sikap Jakarta ke Papua? Tapi, kapan pencideraan terhadap kemanusiaan ini akan diakhiri?  

Mestikah kita (Jakarta-Papua atau Israel-Palaestina) menunggu hingga hari kiamat? Semoga kita menemukan Oase di tengah gurun penderitaan ini. 


(*Penulis adalah pemerhati sosial dan politik, tinggal di Jayapura, Papua)

-------------------------------------

[1]  http://www.republika.co.id/berita/internasional/palestina-israel/14/07/12/n8karb-indonesia-galang-dukungan-tekan-israel

[2] http://tabloidjubi.com/2014/07/04/tiga-orang-ditemukan-tewas-paska-insiden-pasar-youtefa-satu-tertembak/

[3] http://www.republika.co.id/berita/internasional/palestina-israel/14/07/12/n8l8ql-pm-israel-saya-tak-akan-akhiri-konflik-sebelum-misi-kami-tercapai


back to top

__Topik-Topik Pilihan__ Patut Dibaca;;;