Дървен материал от www.emsien3.com

The best bookmaker bet365

The best bookmaker bet365

Menu
RSS

In order to view this object you need Flash Player 9+ support!

Get Adobe Flash player
A+ A A-

Belanda Akan Kalahkan Brasil, Argentina Juara Dunia

Belanda Akan Kalahkan Brasil, Argentina Juara Dunia

PREDIKSI BOLA DARI NABIRE - Piala Dunia akan berakhir sedikit lagi. 13 Juli akan digelar perebutan tempat ketiga dan keempat antara Belanda dan Brasil, dan perebutan tempat pertama dan kedua akan bertemu Argentina dan Jerman. Secara kontinental, partai final piala dunia 2014 akan mempertemukan dua raksasa sepakbola dari Eropa dan dua raksasa bola dari Amerika Latin.

Lalu siapa yang akan keluar sebagai pemenang piala dunia 2014? Tidak semua orang tahu, kecuali bila kita sendiri nontong langsung pertandingan dan bisa mengetahui hasil / skor akhir dari dua pertandingan akbar ini.

Banyak orang, pengamat, pakar, analisis football memprediksi sesuai referensinya. Namun kami juga ingin menganalisis atau memprediksi partai semi final dan partai final yang akan digelar tanggal 13 dan 14 Juli 20014 mendatang.

Partai Belanda versus Brasil

Pasukan Belanda sejak dulu selalu lolos sampai partai final, tetapi tidak pernah juara dunia. 5 kali lolos partai final, 5 kali pula tidak lolos sebagai pemenang. Selalu di posisi pemenang kedua, runner up atau juara II Piala Dunia. Di Piala Dunia 2014 ini, Belanda justru turun ke peringkat 4 atau 3, sesuai hasil pertandingan besok antara Belanda dan Brasil.

Kami sangat yakin Belanda akan memenangkan pertandingan melawan Brasil. Alasan pertama karena, Neymar cedera. Sebenarnya, Neymar tidak berpengaruh dalam pengaturan serangan, tetapi kehadiran Neymar dalam tim telah berpengaruh besar bagi teman-temannya, khususnya dalam hal psikologis bermain.

Alasan kedua mengapa kami sebut Brasil akan kalah, karena tim Samba ini nampak "sombong" menyambut Piala Dunia 2014 di negaranya. Entah karena apa, tim ini sejak awal bangga dengan kemampuan pemain-pemainnya. Karena terlalu "sombong", maka sejumlah pemain senior seperti Ronaldinho, Robinho dan Fabiano tidak dipakai dalam pasukan Scolari. Padahal kita ketahui, Ronaldinho jauh-jauh hari pindah ke club brasil (tinggalkan Barcelona) dengan harapan, ia bisa dipanggil membela tanah airnya di Brasil. Tapi niat itu urung karena pelatih Brasil, Scholari terlalu "SomBong".

Dalam benak pelatih gaek itu, biar ia pakai pemain-pemain muda, setelah juara dunia, pemain-pemain ini akan dipakai club-club besar di Eropa. Memang kita ketahui ada Maicon disana, tetapi itu bukan jaminan dan bahkan tidak pernah diturunkan dalam setiap laga. Contoh lain Brasil terlalu sombong, yaitu ketika Brasil dihantam Jerman 7-1, di ruang ganti, tim Brasil dikunjungi pemain lagendaris Cafu untuk memberi semangat kepada timnya, tapi Cafu justru diusir.

Khusus tim Belanda, memang harus diakui bahwa sejak awal "ia" sudah menunjukan "total football" yang super canggih. Semua pemain bola atau penggiat bola dunia akan mengatakan, pola permainan Belanda sungguh luar biasa. Berbeda dengan tim-tim lain.

Lalu mengapa Belanda akan bawa pulang juara III Piala Dunia? Karena Belanda baru saja dikalahkan Argentina lewat drama adu pinalti yang sungguh sangat menyakitkan. Akibat dendaman ini, Belanda akan hajar tim Samba habis-habisan. Kita masih ingat, Belanda dikalahkan Spanyol di partai final 2010 di Afrika, kembali Belanda balas dengan skor 4-0 di laga awal piala dunia 2014.

Bila kita ikuti, di babak perdelapan Final, Belanda bertemu Kosta Rika. Di partai ini, Belanda betul-betul tunjukkan semua kemampuannya. Strategi permainan, pola penyerangan yang dibuat Luis Van Gaal sungguh luar biasa. Bahkan lebih dari pada itu, Van Gaal diakui dunia, ketika memasuki babak adu pinalti, penjaga gawang diganti dengan yang jago tadah bola pinalty. Belanda pun kemudian menang walau di partai selanjutnya harus mengakui keunggulan Argentina.

Pertanyaannya adalah, di partai adu pinalti Belanda lawan Argentina, mengapa Luis tidak memasukan penjaga gawang yang memang jago tadah bola finalty?

Menurut hemat kami, Van Gaal ingin menunjukkan sportifitas dalam bersepakbola. Selain itu, ketika lawan Kosta Rica, pelatih Belanda itu pernah dikritik sejumlah lagenda bola dunia. Cannavaro dari Italia dan Maradona menyebut Gall tidak sportif. Mungkin karena alasan ini, Gaal tidak memasukan pemain pengganti, khususnya penjaga gawang.

Alasan lain rasa-rasanya tidak ada. Kalau anda punya alasan lain, silakan tulis di ruang komentar di bawah ini.

Oleh karena itu, kami yakin, pada partai besok lawan Brasil, Belanda tidak akan kasih ampun pada tim Samba. Memang sebagai tuan rumah, Belanda akan memberi peluang dan pengertian, tetapi ingat, Belanda sekarang ini sedang ganas terhadap piala dunia.

Seandainya kalau Brasil berhasil kalahkan Belanda, maka Belanda harus intropeksi diri, jangan-jangan kekalahan itu disebabkan oleh faktor non teknis. Misalnya ia tidak didukung oleh orang-orang yang pernah menjadi korban sejarah dimasa penjajahan,tempo dulu.

Partai Argentina Lawan Jerman

Partai ini banyak orang meragukan Argentina. Hampir semua penggemar menjagokan Jerman sebagai juara Piala Dunia 2014. "Brasil saja dikalahkan 7-1", begitu kata orang.

Tetapi mengikuti sejumlah pemberitaan menjelang partai final, pelatih Argentina selalu memuji-muji tim Panser Jerman. Ini dalam pertandingan harus waspada terhadap orang yang suka memuji kemampuan anda. Sebab biasanya, orang demikian dia ingin kalah ataupun menang secara terhormat.

Kalau kita ikuti pertandingan-pertandingan yang dilakoni Argentina, harus diakui bahwa tim ini terdiri dari pemain tua dan muda. Ada Marserano dan Higuan disana. Sementara pemain muda ada Gago dan Messi. Mereka tidak sombong dan stabil dalam sepanjang pertandingan. Hal ini nampak dari raut wajah pemain yang santai.

Hal yang nampak dalam tim Panser Jerman. Mereka tampil stabil dan mantap di semua lini. Jerman memang tim kuat dengan didukung postur tubuh yang tinggi.

Tetapi ada beban yang terbawa dalam kedua tim ini. Pertama, Jerman pernah dikalahkan pasukan Argentina pada partai final Piala Dunia 1986 di Mexiko. Dengan demikian, Jerman akan bermain habis-habisan melawan Argentina. Sebaliknya, Argentina, usai piala 1986, ia tidak pernah masuk partai final. Beda dengan Jerman, ia paling sering masuk babak final.

Beban juga dipikul oleh Messi. Dari sisi skill, Messi sudah menyamai Maradano. Mulai dari dribling bola, jumlah gol dan gaya bermain. Hanya saja Messi tidak pernah bawa Argentina juara piala dunia. Maradona berkali-kali mengatakan, jikalau Messi membawa pulang piala dunia lebih dari dua, maka Messi pantas disebut pemain hebat dan sudah melewati rekor Maradona.

Dari analisa kocar kacir dengan data yang kurang lengkap diatas, maka saya lebih cenderung memilih Argentina akan membawa pulang piala emas, piala dunia itu. ***

back to top

__Topik-Topik Pilihan__ Patut Dibaca;;;