Дървен материал от www.emsien3.com

The best bookmaker bet365

The best bookmaker bet365

Menu
RSS
Pahabol Hampir Menyamai Maradona dan Messi

Pahabol Hampir Menyamai Maradona da…

{flike}YOGYA - Pengu...

Hatta Umumkan Capres Setelah Pileg

Hatta Umumkan Capres Setelah Pileg

CILACAP - Ketua Umum...

Deiyai, Nabire, Dogiyai, Intan Jaya dan 243 Kabupaten Akan Pilkada Tahun 2015?

Deiyai, Nabire, Dogiyai, Intan Jaya…

POLEMIK tentang UU P...

Wiranto: Indonesia Perlu Pemimpin Bernurani

Wiranto: Indonesia Perlu Pemimpin B…

SURABAYA, SP - Ketua...

Patung Emas Bunda Maria Milik Bupati Nabire Dicuri Orang

Patung Emas Bunda Maria Milik Bupat…

PATUNG EMAS Bunda Ma...

H+1 Prabowo - Hatta Unggul di Papua

H+1 Prabowo - Hatta Unggul di Papua

{flike}HOLANDIA - Pa...

Rais Aam: NU Mengayomi Semua Umat

Rais Aam: NU Mengayomi Semua Umat

GARUT - Pejabat Rais...

Saatnya Buka Kran Jodoh ke Papua New Guinea

Saatnya Buka Kran Jodoh ke Papua Ne…

{flike}NABIRE - Peme...

Sejak 100 Tahun Lalu?

Sejak 100 Tahun Lalu?

PARA AHLI Alkitab me...

Ini Alasan Mengapa Prabowo Ingin Menjadi Presiden

Ini Alasan Mengapa Prabowo Ingin Me…

{flike}JAKARTA - Ada...

Prev Next

In order to view this object you need Flash Player 9+ support!

Get Adobe Flash player
A+ A A-

Kamil: Rakyat Jangan Berpatokan "Quik Count"

Kamil: Rakyat Jangan Berpatokan "Quik Count"

JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) menegaskan hasil hitung cepat atau quick count bukan hasil resmi pemilihan presiden 2014.

"Perlu kami sampaikan pelaksanaan survei dan quick count adalah bentuk partisipasi masyarakat. PKPU (peraturan KPU) pasal 23 dinyatakan dengan jelas hasil quick count bukan hasil resmi penghitungan suara," tegas ketua KPU Husni Kamil Manik, Kamis (10/9/2014).

KPU berharap agar semua pihak kepentingan bersabar dengan hasil pilpres, dan tidak berpatokan dengan hasil quick count.

"Kami berharap baik kepada lembaga-lembaga yang telah melaksanakan quick count dan pasangan calon dan tim kampanye, juga kepada pihak-pihak lain kepentingan pilpres utamanya kepada masyarakat agar tetap mengikuti proses rekap secara berjenjang," tandasnya.

"Rekap yang dilakukan dengan manual di setiap tingkatan, sehingga apa yang menjadi bagian dalam rekapitulasi adalah menjadi acuan tunggal untuk mengikuti rangkaian pemilu presiden dan wakil presiden 2014," kata dia. (inilah.com)

Foto: rakyatsulsel.com

"Tak ada gading yang tak retak", begitupun dengan tulisan atau berita yang kami muat di media ini. Dari waktu ke waktu kami akan lakukan penyempurnaan dan perbaikan seperlunya (kecuali opini, essai, catatan pinggir atau artikel). Oleh sebab itu, apabila mau download, mohon perhatikan tanggal akses, identitas penulis dan judul tulisan agar kompatibel dengan referensi anda. Tulisan diatas kami rapikan kembali pada hari Selasa, 26 July 2016 14:30

Undang-undang Nomor 12 Tahun 1997 Tentang Perubahan Undang-undang Nomor 6 Tahun 1987 Tentang Hak Cipta Sebagaimana Telah Diubah dengan Undang-undang Nomor 7 Tahun 1987. (1) Barang siapa dengan sengaja dan tanpa hak mengumumkan atau memperbanyak suatu ciptaan atau memberi ijin untuk itu, dipidana penjara paling lama 7 (tujuh) tahun dan/atau dengan paling banyak Rp. 100.000.000,- (seratus juta rupiah). (2) Barang siapa dengan sengaja menyiarkan, memamerkan, mengedarkan, atau menjual kepada umum suatu ciptaan atau barang hasil pelanggaran Hak Cipta sebagaimana dimaksud ayat (1), dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau dengan paling banyak Rp. 50.000.000,- (lima puluh juta rupiah).
back to top

__Topik-Topik Pilihan__ Patut Dibaca;;;