Дървен материал от www.emsien3.com

The best bookmaker bet365

The best bookmaker bet365

Menu
RSS
Ini Daftar Tim Redaksi Swarapapua.com

Ini Daftar Tim Redaksi Swarapapua.c…

Sudah terlalu lama p...

Martha Pigome Raih Gelar Doktor Bidang Hukum

Martha Pigome Raih Gelar Doktor Bid…

NABIRE - Ada banyak ...

Tetedemai (Kepala Batu)

Tetedemai (Kepala Batu)

Dan pada akhirnya ak...

Edo Kondologit Maju DPR RI dari Dapil 1 Papua

Edo Kondologit Maju DPR RI dari Dap…

Kepada Lenny Tristia...

Soal Alkohol, Timika Harus Ikuti Mansinam Manokwari

Soal Alkohol, Timika Harus Ikuti Ma…

{flike}TIMIKA - Sala...

Kamil: Rakyat Jangan Berpatokan "Quik Count"

Kamil: Rakyat Jangan Berpatokan …

{flike}JAKARTA - Kom...

Franz Magnis Suseno: Kehadiran Jokowi di Tanah Papua Tidak Perlu

Franz Magnis Suseno: Kehadiran Joko…

JAKARTA - Pakar Etik...

Dialog Papua Jakarta, Butuh Mediator Netral

Dialog Papua Jakarta, Butuh Mediato…

JAKARTA - Pendeta Li...

Warga Vanimo Suka Masakan Khas Indonesia

Warga Vanimo Suka Masakan Khas Indo…

{flike}VANIMO - Keti...

Ketua BP Presiden Jokowi-JK Dogiyai Dukung Natalis Pigai Jadi Menteri Perumahan Rakyat atau PDT

Ketua BP Presiden Jokowi-JK Dogiyai…

{flike}NABIRE – Ketu...

Prev Next

In order to view this object you need Flash Player 9+ support!

Get Adobe Flash player
A+ A A-

Menengok Suasana Ramadhan di Pasifik

Menengok Suasana Ramadhan di Pasifik

FIJI - Suasana Ramadan terasa juga di Kepulauan Marshall, yang terletak di kawasan Pasifik, meskipun yang merayakannya hanya sekitar 150 orang. Itulah jumlah anggota komunitas Islam di negara kepulauan tersebut.

Bethany Keats dari Radio Australia melaporkan, Di Kepulauan Marshall, waktu berpuasa dimulai sekitar jam 5 pagi dan berakhir jam 7 malam. 

"Selama siang hari, selain tidak makan dan minum, umat Muslim dilarang menyombongkan diri, bertengkar, berkelahi, atau apapun yang di bawah harga diri seseorang yang benar-benar beriman," jelas Matiullah Joyia, imam masjid di Majuro.

"Yang berpuasa merasakan sendiri lapar, kemiskinan, kesepian dan ketidaknyamanan yang dialami anggota masyarakat yang kurang beruntung."

Komunitas Muslim di kepulauan Marshall mengikuti aliran Ahmadiyah, yang berawal di tahun 1889. Aliran ini percaya bahwa Allah mengirim penyelamat dalam bentuk manusia Mirza Ghulam Ahmad untuk mengakhiri perang agama dan membawa kedamaian.

Gerakan Ahmadiyah dibawa ke kepulauan Marshall pada tahun 1990an oleh sejumlah pemuka agama dari Fiji. Pada tahun 2001, aliran ini diakui secara resmi oleh negara. Masjid pertama komunitasnya dibuka tahun 2012.

Menurut Joyia, awalnya penduduk setempat ketakutan melihat pembangunan Masjid pertama, tapi keadaannya makin baik.

"Penduduk setempat mulai sadar bahwa ada umat Muslim yang mendakwah dan mempraktekkan Islam untuk menjadi agama yang toleran," ceritanya.

Tips Joyia untuk umat Muslim yang berpuasa di udara tropis kepulauan Marshall adalah banyak minum air saat sahur, agar tidak dehidrasi.

"Dan makan sebanyak mungkin. Bukan berarti rakus, tapi makan secukupnya," ucapnya.

Joyja menjelaskan ucapan 'Ramadan Mubarak' pada ABC. "Ramadan Mubarak berarti Selamat, sudah Ramadan. Pada dasarnya, kami menyelamati karena kami bersemangat menyambut ini, dan juga berkah yang dibawanya."(ist/abc/sp)

 

back to top

__Topik-Topik Pilihan__ Patut Dibaca;;;