Дървен материал от www.emsien3.com

The best bookmaker bet365

The best bookmaker bet365

Menu
RSS
Buku Yoman Dijual Diam-Diam

Buku Yoman Dijual Diam-Diam

{flike}HOLANDIA - Ho...

Paus Fransiskus Larang Anak Pegang HP di Kamar Tidur

Paus Fransiskus Larang Anak Pegang …

Pasu Fransiskus kemb...

Kangguru, Pelompat Jarak Jauh

Kangguru, Pelompat Jarak Jauh

SIAPA yang tidak tah...

Kisah Auki (2): Misa Pertama dan Kehadiran Agama Kristen Protestan

Kisah Auki (2): Misa Pertama dan Ke…

Pada tanggal 21 Dese...

UN Itok Oli Mas Rausim ol Posin Wara Long Solomon Islands Gold Ridge Mine

UN Itok Oli Mas Rausim ol Posin War…

{flike}PNG - Ol papa...

Ketua BP Presiden Jokowi-JK Dogiyai Dukung Natalis Pigai Jadi Menteri Perumahan Rakyat atau PDT

Ketua BP Presiden Jokowi-JK Dogiyai…

{flike}NABIRE – Ketu...

Mencari Hilangnya Kisah Taman Eden di Tanah Papua

Mencari Hilangnya Kisah Taman Eden …

KISAH TAMAN EDEN dit...

Mengapa Kami Menggunakan Nama Taman Firdaus?

Mengapa Kami Menggunakan Nama Taman…

Oleh: Engelbertus P ...

Suara Adzan Siap Menggema di Vatikan

Suara Adzan Siap Menggema di Vatika…

TIMUR TENGAH - Untuk...

Jokowi Siap Menjadi 01 Republik Indonesia

Jokowi Siap Menjadi 01 Republik Ind…

JAKARTA - Saat blusu...

Prev Next

In order to view this object you need Flash Player 9+ support!

Get Adobe Flash player
A+ A A-

"Klakuan" Pejabat Kita

"Klakuan" Pejabat Kita

PEJABAT kita dewasa ini sudah semakin gila. Lupa diri dan sedang mengalami Jiwa yang patah.  Mereka semakin lupa asal daerahnya. Karenanya, hampir seluruh program pembangunannya tidak menguntungkan rakyat setempat. Banyak rakyat kita masih hidup di atas garis kemiskinan. Banyak pengangguran dari tahun ke tahun meningkat. Coba kita jalan-jalan ke setiap terminal, teman-teman kita disana, banyak yang belum diangkut ke BLK atau kursus-kursus dan lain sebagainya.

Bahkan lebih parah lagi, pejabat-pejabat kita menjadi vampir bagi intelektual lain yang berpotensi membangun daerahnya sendiri. Mereka tidak mau dirinya dilebihi, dilewati, disaingi, digurui…….dstnya. Makanya jangan harap anda mendapat jabatan, apalagi kredit usaha di perbankan.

Dana-dana pembangunan yang miliaran rupiah itu tidak tahu lari kemana. Tidak pernah ada program pendampingan yang tetap dan berlanjut. Dana-dana itu dijadikan permainan di atas kertas antara pelaku dan penegak hukum dan aman di KPK. LPJ menjadi sandiwara tahunan yang penuh tipuan dan korup.

"Klakuan" semacam ini perlu ditegur lewat tulisan agar ia bisa menempatkan posisinya sebagai pejabat diantara masyarakatnya. Jika tidak, pejabat kita akan  sama seperti seorang gadis manis diantara teman-teman sebaya. Ia tidak akan sadar kalau ia salah duduk, padahal celana dalamnya kentara. Gadis ini akan menjadi sadar kalau ada lelaki lewat disitu. Makanya, teguran anda di facebook, tweet atau opini di media sungguh sangat penting agar pejabat kita bisa dibetulkan cara duduknya.

Sistem pengelolaah keuangan yang "langsung" itupun turut mempengaruhi "klakuan" pejabat kita. Proses pengeluaran keuangan daerah yang simpel semakin memudahkan pejabat untuk membodohi rakyat. Jangan jauh-jauh ke rakyat, bawahan atau stafnya yang rajin hadir, menjadi penontong setia permainan Kepala SKPD dan Bendaharanya.

Rakyat sedang mengeluh: Pejabat kita ini sebenarnya membangun untuk apa dan untuk siapa? Apakah ia membangun untuk dirinya sendiri atau untuk daerah? Apakah sistem pemerintahan dan keuangan di negeri ini sudah salah atau sistem menajemen pengawasan telah lari dari roll yang sebenarnya? Tara tau.

Didepan mimbar, dihadapan khalayak umum, ia akan berorasi, bahkan ia akan memaparkan program pembangunan semanis mungkin. Sementara antara data yang dipaparkan dengan fakta yang tak terpaparkan, hati berkata lain.

Tetapi itulah manusia. Seorang pejabat yang adalah juga manusia, terbawa oleh ceremonial yang penuh emosional - lalu, ia terlena dengan pujian bawahan / tamu yang penuh tipu muslihat, sementara hasil pujaan itu berakibat buruk bagi dirinya dan kebijakannya. Rakyat kecil sebenarnya butuh pembangunan yang sebenar-benarnya dan senyata-nyatanya.

Pejabat-pejabat kita jarang membangun komunikasi dengan segala elemen rakyat kecil. Pejabat semakin jauh dengan dunia pers. Bahkan pers kita sekarang gampang dibayar. Tidak independen dan subyektif. Itukah yang dimaksud manusia pembangunan manusia Indonesia seutuhnya?

Khusus di Papua, perebutan Kursi Bupati menjadi taruhan nyawa dan jabatan. Setiap kandidat yang kalah politik dan pengikutnya, siap berlibur selama 5 tahun masa kepemimpinan pemenang. Dari pusat tidak ada aturan, misalnya keputusan Pemerintah Pusat tentang Pemberian Jabatan bagi Kandidat yang Kalah Politik. Ya, karena tidak ada, pejabat yang kalah justru ramai-ramai minta Pemekaran.

Kita berharap keadilan kepada siapa? Tentu kepada Negara. Lalu, Negara itu dimana? ya pusatnya ada di Jakarta. Lalu siapa yang ada di Jakarta? Tidak lain, orang-orang yang kita pilih lewat pemilihan DPR RI, DPD dan juga Presiden yang langsung di pilih oleh rakyat.

Semoga mereka yang telah terpilih dan dilantik, baik yang di lembaga legislatif maupun eksekutif, dipenuhi oleh referensi pembangunan yang berkesinambungan. Kita kwatir, jangan sampai orang yang kita pilih ini tidak punya pengalaman, dan hasilnya lebih buruk dari yang kita harapkan.


  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
Prev Next
Freeport dan Opini Nasional

Freeport dan Opini Nasional

Berbicara Freeport atau Persipura, siapa tidak tahu klakuan jakarta. Selalu saja dan ada ada saja untuk kepentingan perut segelintir orang di Jakarta....

Dileman Kepunahan OAP

Dileman Kepunahan OAP

Isu kepunahan orang Papua (genosida) sekarang sudah mulai menghangat dalam berbagai pembicaraan. Isu ini tidak hanya dibicarakan dikalangan orang Papu...

Otsus dan Alam Papua

Otsus dan Alam Papua

Alam Papua masih alami. Belum terkena dampak Otsus. Itu berarti alam Papua masih asli dan belum berubah. Berbicara soal alam berarti, kita bicara soa...

Ahok Diikat Seumur Hidup?

Ahok Diikat Seumur Hidup?

Siapa tidak tahu politik Jakarta. Siapapun dia yang berpotensi besar menjadi pemimpin kedepan, tetap akan diikat dengan berbagai macam cara. Negeri i...

Gara-Gara Miras

Gara-Gara Miras

TADI MALAM pada saat sa parkir beli air di Wonorejo, pas dekat tikungan Meubel. Motor 1 melesat kencang depan tikungan Meubel. Ia tidak belok, tetapi ...

Inilah Musuh Kita

Inilah Musuh Kita

MUSUH KITA detik ini adalah keterbelakangan, keterpurukan, ketidaksadaran akan jati diri sejarah dan budaya. Musuh kita hari ini adalah penyebaran HIV...

Touyelogi, Bukan Metafisika

Touyelogi, Bukan Metafisika

Ilmu yang mempelajari tentang YANG ADA dicari-cari oleh Aristoteles sejak beradad-abad yang lalu. Ia bingun memberikan nama tentang ilmu yang mempelaj...

Monyet di Taman Firdaus

Monyet di Taman Firdaus

Sepekan terakhir ini diberbagai media (kecuali media televisi) memberitakan ejekan kepada mahasiswa Papua dengan julukan monyet oleh Polisi dan bebera...

back to top

__Topik-Topik Pilihan__ Patut Dibaca;;;