Дървен материал от www.emsien3.com

The best bookmaker bet365

The best bookmaker bet365

Menu
RSS

In order to view this object you need Flash Player 9+ support!

Get Adobe Flash player
A+ A A-

Tomas Kamoro Tolak Eksodus PSK Dolly ke Timika

Tomas Kamoro Tolak Eksodus PSK Dolly ke Timika

TIMIKA - Tokoh Masyarakat suku Kamoro, Marianus Maknaipeku menolak eksodus para mantan PSK Dolly ke Timika. "Sama sekali kami tidak terima kehadiran mantan PSK Dolly Surabaya datang ke Timika. Mereka bukan guru, mantri, suster atau Dosen yang mau datang bangun Papua, tetapi mereka perusak generasi muda dan masa depan tanah ini", ujarnya kepada pers di Kantor Bupati Mimika belum lama ini.

"Untuk apa orang Papua terima PSK Surabaya datang ke Papua. Mereka bukan mau membangun tetapi serta merta bawa datang penyakit HIV/AIDS di Papua. Dengan tegas kami tolak pasukan itu", ujarnya tegas.

Ia meminta, agar Pemerintah Daerah perlu membentuk tim investigasi agar setiap jalur penerbangan dan hubungan laut diawasi dengan ketat. Bila tidak dilakukan ini maka, tetap saja banyak salon, tempat pijat, timun dan juga lokasi-lokalisasi baru akan muncul.

"Kami rakyat disini akan awasi pembukaan atau penambahan usaha dibidang itu. Jika ada pejabat yang terang-terangan memberikan ijin, maka kami akan demo turunkan pejabat itu", ujarnya.

Direncana, Lokalisasi Km 10 akan Ditutup

Sementara itu, Allo Refra, anggota Dewan di Timika itu ketika ditanya, apakah lokalisasi di Km 10 akan ditutup atau tidak, dirinya mengatakan, setiap daerah bedah kebutuhan. Surabaya beda dengan Papua. Oleh karena itu rencana penutupan harus dipertimbangkan dengan matang. Apalagi mendatangkan PSK baru di Timika, itu adalah sesuatu yang sungguh sangat tidak mungkin.

Allo mengatakan jika Pemerintah Daerah mempunyai rencana untuk menertibkan lokalisasi di Kilo Meter 10 Kampung Kadun Jaya, maka tempat-tempat prostitusi terselubung dengan usaha salon atau timung perlu juga ditertibkan.

“Kalau Pemda serius ingin menutup lokalisasi di Kilo 10, tempat PSK lain yang ada di kota ini perlu juga ditutup. Banyak sekali tempat PSK yang dikatakan bahwa itu timung, atau salon, tapi  perlu dilihat. Untuk bisa menertibkan lokalisasi-lokalisasi di Timika Pemda harus mempunyai satu langkah yang berani,” ujarnya.

Ia mengatakan meskipun APBD Mimika terkesan besar akan tetapi bukan berarti menutup lokalisasi menjadi gampang karena bisa menyediakan lapangan pekerjaan bagi orang yang akan jadi mantan PSK nantinya.

“Kita mau katakana APBD kita besar, kita  mau bandingkan dengan daerah lain sebenarnya sama. Akan tetapi masih banyak hal yang lebih penting yang perlu dilakukan. Masih banyak kantor distrik yang belum dibangun, perumahan para pegawai distrik, Puskesmas, sekolah-sekolah yang belum dibangun. Jadi jika mau agar tempat-tempar PSK di Timika ini bisa ditertibkan penggunaan anggaran harus melalui perencanaan yang baik. Gunakan anggaran seefisien dan seefektif mungkin agar dana bisa dialokasikan juga untuk program penertiban lokalisasi,” kata Allo. (sp/nd)

back to top

__Topik-Topik Pilihan__ Patut Dibaca;;;