Дървен материал от www.emsien3.com

The best bookmaker bet365

The best bookmaker bet365

Menu
RSS
Black Brohters Show di Merauke, Ini Jepretan Bruder Yos Manuel

Black Brohters Show di Merauke, Ini…

MERAUKE - Group Band...

Memenuhi 5 Syarat Ini, Anda Bisa Menjadi Pemimpin

Memenuhi 5 Syarat Ini, Anda Bisa Me…

JIKA anda ingin atau...

Benny Giay Kritisi Pelaksanaan KKR di Tanah Papua

Benny Giay Kritisi Pelaksanaan KKR …

JAYAPURA - Pendeta B...

Mencari Hilangnya Kisah Taman Eden di Tanah Papua

Mencari Hilangnya Kisah Taman Eden …

KISAH TAMAN EDEN dit...

Hindari Papua Makan Papua

Hindari Papua Makan Papua

1). Di Papua, sebaga...

Wanimbo Akui Wartawan Prancis Ingin Kunjungi Markas OPM di Pirime

Wanimbo Akui Wartawan Prancis Ingin…

  WAMENA - Panglima...

Dialog Papua Jakarta, Butuh Mediator Netral

Dialog Papua Jakarta, Butuh Mediato…

JAKARTA - Pendeta Li...

Boy, 11, eaten by crocodile in Papua New Guinea

Boy, 11, eaten by crocodile in Papu…

{flike}PNG - The lim...

Jacob Rumbiak: Kami Ingin Lepas Dengan Indonesia Secara Damai

Jacob Rumbiak: Kami Ingin Lepas Den…

MENTERI Luar Negeri ...

Ewanetaida (Tempat Wajib Istirahat)

Ewanetaida (Tempat Wajib Istirahat)

Istilah ini lama kel...

Prev Next

In order to view this object you need Flash Player 9+ support!

Get Adobe Flash player
A+ A A-

Akan Lahir Pemimpin Besar dari Lembah Hijau

Akan Lahir Pemimpin Besar dari Lembah Hijau

MOANEMANI - Petugas Pastoral Idakebo, Diakon Hengky Kegou berpandangan lain terhadap kepemimpinan masa depan di Kabupaten Dogiyai, khususnya dan Meeuwo umumnya. Pastor Paroki Makeewapa ini berpandangan sangat khusus terhadap perkembangan pola pikir wilayah itu di masa-masa mendatang. Ia mengukur dari apa yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari di wilayah pelayanannya.

Menurut Kegou, orang lembah hijau hidup diantara orang Tigi, Paniai, Siriwo, Kapiraya dan wilayah Mapia. Orang-orang di lembah ini mengenal semua karakter hidup dari semua wilayah di sekitarnya. Sama seperti orang Nduga di Intan Jaya. Tahu bahasa Dani, Damal, Nduga, Migani dan juga bahasa Mee. Makanya jangan heran kalau Natalis Tabuni kemudian pimpin daerah intan itu.

"Mereka dengan mudah dan sederhana bisa menyesuaikan dengan karakter hidup saudara-saudaranya. Oleh karena itu, saya berkeyakinan tinggi, suatu saat akan hadir seorang pemimpin besar yang tidak membeda-bedakan asal daerah, golongan dan kepentingan sesaat", ujar Diakon Hengky Kegou usai memimpin ibadah di Idakebo, Minggu 29 Juni 2014 lalu.

Dirinya hakul yakin akan pemikirannya. Bahkan ia menunjukan sejumlah tempat keremat di Idakebo dan sekitarnya yang menurutnya, bisa dijadikan pijakan inspirasi bagi generasi muda. Dogiyai mempunyai sejarah di masa lalu. Kisah Koyeidaba, peristiwa 69 yang mampu mempersatukan orang Mee di pedalaman, adalah bukti nyata ketenangan lembah hijau. Bila ini tidak disadari, maka, orang Dani akan ambil alih semua sektor.

"yang penting Generasi muda, terutama yang sedang kuliah, mesti belajar banyak tentang sejarah masa lalu, bidang keyakinan, filsafat, ekonomi P5 dan tokoh-tokoh berpengaruh. Dari semua itu, akan ada ide dan inspirasi sebelum menapaki masa depan", ujarnya.

Dirinya masih yakin, suatu saat, akan muncul pemimpin besar di wilayah Meeuwo Dide.

Syaratnya cuma satu. Kata Kegou, generasi sekarang harus belajar banyak soal ajaran dasar dari Touyelogy, yaitu Kabomana. Didalam Kabomana ada ajaran Tidee Dimi, Enaimo Dimi, Ipa Dimii, Ahoo Dimii dan Ide Dimii. Jikalau ajaran-ajaran ini dipahami dan dihayati serta diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, akan muncul manusia-manusia murni orang Mee di kemudian hari.

Kendalanya cuma satu. Kata Kegou, pembangunan yang tidak memihak dengan geo-antropologi masyarakat, akan selalu ada benturan sosial. Rakyat akan terbawa kepada persaingan pembangunan dan jabatan yang tidak sehat. "Ini menjadi perhatian bersama", ujarnya.

Berbeda dengan Kegou, guru Matematika, Ernest Giyai berkeyakinan lain terhadap orang Mee. Menurutnya, generasi tua hidup dalam dendaman kesulitan biaya ketika menempuh pendidikan. Jadi, jangan tuntut banyak, sebab dulu mereka menderita ketika bersekolah.

Kata Giyai, yang bisa berpikiran murni, pasti angkatan '87 - 2003. Mesti dari sekarang setiap generasi muda Papua memahami akan hal ini, mesti melangkah pasti memperbaiki aroma kehidupan yang tidak menentu ini. (sp)

 

 

 

back to top

__Topik-Topik Pilihan__ Patut Dibaca;;;